Cara memilih genset dan stabilizer harus dipahami dengan baik oleh para teknisi. Terlebih untuk Anda para pemula. Genset dan stabilizer merupakan dua perangkat yang sangat penting dalam berbagai bidang. 

Tujuannya tentu saja agar proses produksi bisa berjalan dengan baik sesuai ekspektasi masing-masing. Seperti kita ketahui, mengandalkan listrik dari PLN saja tidak cukup untuk membuat produksi terus berjalan. 

Seringkali terjadi pemadaman sementara yang bisa membuat produksi tersendat. Parahnya, hal ini bisa memberikan kerugian besar untuk usaha Anda.

Karenanya diperlukan energi sekunder yang bisa menunjang kelancaran proses produksi itu sendiri. Dalam hal ini, solusi terbaik adalah memiliki genset. Genset adalah sebuah perangkat kelistrikan yang bisa menyimpan dan menyalurkan energi cadangan dengan baik.

Cara Memilih Genset dan Stabilizer yang Tepat

Untuk memilih genset dan stabilizer yang tepat, tentu saja ada beberapa langkah penting yang harus Anda lakukan. Jangan sampai Anda menyepelekan hal ini karena salah memilih bisa menyebabkan terjadinya risiko besar. 

Mulai dari kerusakan perangkat sampai ledakan bisa terjadi kapan saja. Anda bisa melakukan riset sendiri dan membuat keputusan, atau bisa juga dengan berkonsultasi kepada mereka yang benar-benar memiliki kapasitas di bidang tersebut. ikuti penjelasan selengkapnya.

  1. Hitung kebutuhan daya.

Hal pertama yang harus Anda lakukan saat hendak memilih genset dan stabilizer adalah menghitung kebutuhan daya yang diperlukan oleh rumah itu sendiri. 

Umumnya PLN menggunakan satuan Kilo Watt saat melakukan penghitungan jumlah daya. Namun saat hendak memilih genset, umumnya perangkat satu ini menggunakan satuan ukuran kVa. 1 kVa ini sendiri sebanding dengan 800 Watt atau 0,8 kW. 

Jadi kalau ada sebuah bangunan yang memiliki daya sekitar 2000 Watt, secara otomatis Anda membutuhkan genset dengan daya minimal 2,5 kVa. Angka ini diambil dari 20000 / 0.8 = 2,5 kVa.

  1. Pilih yang dayanya melampaui kebutuhan

Cara memilih genset dan stabilizer selanjutnya adalah menyesuaikannya dengan kebutuhan. Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dari hal ini. Diantaranya adalah mengurangi resiko kerusakan dan menjaga mesin genset Anda tetap awet meski digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Selain itu Anda juga harus mempertimbangkan kemungkinan penambahan perangkat elektronik lainnya yang bisa menambah beban. Jangan sampai daya genset tidak memenuhi akibat penambahan barang tersebut. Ini bisa membuat genset dan barang baru jadi mudah rusak.

  1. Perhatikan kualitas dan harga

Selain beberapa poin di atas, cara memilih genset dan stabilizer yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah kualitas dan harga. Pastikan Anda membeli produk yang sudah terjamin kualitasnya. Jangan membeli produk sembarangan.

Dalam hal ini Anda bisa memperhatikan bagaimana spesifikasi, review, reputasi dan faktor kredibilitas lainnya dari seorang penjual. Pastikan juga untuk memilih perangkat yang sesuai dengan anggaran yang dimiliki. Jangan memaksakan diri.

  1. Tanyakan ke ahlinya

Jika Anda masih ragu dengan beberapa penjelasan yang sudah kami jelaskan di atas, cara memilih genset dan stabilizer lain yang harus Anda lakukan adalah bertanya kepada ahlinya. Tentu saja Anda bisa berkonsultasi kepada rekan yang sudah berpengalaman di dalam.

Atau bisa juga dengan berkonsultasi terlebih dahulu kepada penyedia produk genset yang terpercaya. Biasanya penyedia yang berkualitas selalu menyediakan fitur layanan konsultasi gratis untuk memenuhi rasa penasaran dari para konsumennya.

  1. Pahami jenis perangkat

Bagi Anda yang hendak membeli stabilizer, sangat patut untuk memahami kalau perangkat stabilizer ini terdiri dari dua jenis dari mulai sistem servo dan sistem relay. Sejauh ini sistem servo memiliki peminat yang jauh lebih tinggi karena kinerjanya jauh lebih sederhana.

Sedangkan jenis lainnya adalah sistem relay yang memiliki indikator khusus untuk memperlihatkan kalau perpindahan voltase dalam stabilizer berjalan dengan lancar. Dengan indikator ini, tentu saja proses pengecekan jadi jauh lebih mudah.

  1. Kenali rentang input voltage 

Selain memahami jenis sistem stabilizer yang digunakan, penting juga bagi Anda untuk memahami rentang input voltage yang dimiliki oleh perangkat stabilizer tersebut. Adapun rentang ini adalah kemampuan stabilizer untuk menyesuaikan tegangan pada batas tertentu.

Pastikan untuk memilih rentang yang jauh lebih lebar. Adapun perangkat stabilizer yang banyak digunakan oleh orang-orang masa kini adalah stabilizer dengan rentang 130 V hingga 260 V. Mungkin Anda juga bisa memilih perangkat dengan kapasitas yang sama disini.

  1. Tingkat akurasi pada output voltage

Cara memilih genset dan stabilizer lainnya melihat tingkat akurasi yang ada pada output voltage. Terutama untuk perangkat stabilizer. Tingkat akurasi ini adalah kemampuan stabilizer untuk menghasilkan output voltage yang sesuai dengan kapasitas.

Misalnya tertulis akurasi Output Voltage: +/- 2 persen. Artinya akurasi dari hasil stabilisasi perangkat adalah 220V – (220 x 2%) = 215 V atau 220 + (220 x 2%) = 225 V. Penting untuk memahami tingkat akurasi ini agar hasil kinerja dari stabilizer sesuai dengan ekspektasi Anda.Lakukan beberapa langkah yang sudah kami jelaskan di atas agar Anda bisa mendapatkan produk terbaik. Cara memilih genset dan stabilizer di atas bisa Anda terapkan sejak awal agar tidak terjadi kesalahan.

Jika Anda sedang mencari genset yang sesuai dengan kebutuhan Anda, PT Interjaya Surya Megah jawabannya. Kami adalah distributor resmi Genset di Indonesia yang menjual berbagai macam genset seperti Genset MWM, MAN, Perkins, Cummins, Mitsubishi, dan Lombardini. Jangan ragu untuk menghubungi kami, dan dapatkan genset impian Anda.