Terdapat beberapa jenis panel genset, masing-masing dari panel genset itu memiliki fungsi dan tujuan pembuatannya yang berbeda antar satu sama lain. Semuanya memang untuk membantu sistem kerja genset, tetapi soal fungsi detail, ini yang perlu Anda ketahui.

Ketika terjadi pemadaman atau pusat pembangkit listrik gagal memasok listrik untuk suatu tempat, maka generator atau genset akan sangat vital. Bayangkan saja ketika sedang berada di waktu sibuk, gedung perkantoran mati listrik. Praktis, banyak yang tidak bisa dilakukan.

Namun, disini juga peran genset serta panelnya akan sangat penting untuk distribusi aliran listrik. Hingga kini, terdapat beberapa panel yang umum digunakan. Jenis panel ini biasanya dibedakan berdasarkan hal operasi, ada yang bisa dioperasi secara manual dan otomatis.

Lebih dari itu, semua panel ini adalah yang untuk menunjang performa generator atau genset selama pemadaman listrik terjadi. Sehingga jika ingin membeli salah satu dari jenis panel ini, akan lebih baik jika sudah paham betul kebutuhan sembari menunggu PLN normal lagi.

Apa Saja Jenis Panel Genset Serta Fungsinya

Kini saatnya memasuki pembahasan sekaligus mencari tahu mana jenis panel yang tepat dengan semua kebutuhan. Seperti yang kita semua tahu kalau pemadaman bisa terjadi di luar diguaan. Sehingga cara terbaiknya adalah cari tahu mana jenis panel yang tepat, yaitu:

  1. ATS (Automatic Transfer Switch)

Jenis panel pertama adalah ATS atau Automatic Transfer Swith. Jika kita artikan, ATS merupakan satu panel berbentuk saklar yang akan distribusi energi secara otomatis. Artinya, saat pemadaman listrik PLN, panel ini yang akan operasi secara sendiri.

Genset yang menyala akan langsung tersalurkan energi yang dihasilkan ke berbagai benda yang butuh bantuan energi listrik. Begitu juga ketika PLN kembali normal, maka jenis panel genset ini akan secara otomatis berhenti mengirimkan arus listrik.

  1. AMF (Automatic Main Failure)

Automatic Main Failure juga merupakan panel yang bekerja otomatis, hampir sama dengan ATS. Saat adanya gangguan putusnya aliran listrik, bahkan sedikit saja, maka AMF ini akan langsung memerintahkan genset untuk mengirimkan pasokan energi.

AMF memiliki controller untuk Emergency Power System, tetapi terdapat tombol fisik juga yang memungkinkan tambahan energi melalui sistem change over switch. AMF ini lebih sering digunakan untuk menambah daya listrik yang dimiliki gedung.

  1. Panel Sinkronisasi

Panel Sinkronisasi menjadi jenis panel genset yang bekerja lebih kompleks. Seperti yang ada di namanya, genset ini memiliki kapasitas untuk menggabungkan kinerja 2 genset atau lebih hanya lewat satu panel, terlebih dengan daya cakup besar.

Panel Sinkronisasi ini berfungsi untuk mengatur beban yang akan dikirimkan oleh satu genset ke perlengkapan yang membutuhkan listrik. Misalnya ketika butuh daya 500 kVA dan memiliki 2 genset, maka satu genset hanya perlu mengirimkan 250 kVA.

  1. Panel PKG

Satu panel yang juga umum digunakan adalah jenis PKG, atau Panel Kontrol Genset. PKG ini adalah yang paling sering digunakan untuk kegiatan rumahan, karena dinilai lebih praktis untuk starting, running, stopping, hingga emergency stop generator.

Panel PKG pada dasarnya dapat mengontrol genset secara otomatis atau manual dengan sistem AC dan DC yang digabungkan. AC untuk mengendalikan energi listrik, sedangkan ada DC yang mengendalikan mesin untuk penghidupan generatornya.

Menarik untuk melihat apa saja panel yang umum terdapat di genset. Ketika listrik padam apalagi, kini bukan lagi harus mencari sisi gangguan dan menutup semua arus energi. Tetapi lebih menggunakan jenis panel genset dan semua akan dikendalikan secara otomatis.

Jangan lupa untuk menghubungi kami dan konsultasi secara langsung perihal kebutuhan genset Anda. PT Interjaya Surya Megah merupakan distributor resmi Genset di Indonesia menjual berbagai macam genset dan transmisi yang berkualitas. Diantaranya adalah Genset MWM, MAN, Perkins, Cummins, Mitsubishi, dan Lombardini.