Air radiator genset berfungsi untuk membuat generator bisa bekerja dengan baik serta merawat mesin agar tidak cepat rusak. Karena biasanya, panas yang dihasilkan oleh genset bisa membuat umur mesin lebih singkat. Jadi, dengan radiator, mesin jadi lebih normal.

Salah satu masalah yang umum terjadi pada sebuah mesin ada pada radiatornya. Seperti yang terjadi pada genset, dimana radiator yang bekerja terlalu berat akan membuatnya overheat atau terlampau panas. Di sisi lain, peran genset sangat dibutuhkan jika ada pemadaman.

Tidak mungkin karena sedang mati listrik, agar tidak overheat kita mati tutup di beberapa waktu. Kegiatan tersebut juga berpotensi menyebabkan kerusakan mesin, terutama di saat pembakaran diesel menjadi arus listrik. Sehingga mencegah overheat tidak seperti itu.

Agar mesin tidak overheat atau terlalu panas, maka air radiator adalah yang harus dipakai. Ini ibaratnya sebagai sistem pendingin mesin agar bekerja secara efektif tanpa harus mengalami panas yang berlebihan. Lantas, apa saja yang bisa digunakan untuk menjadi air radiator?

Apa Saja Jenis Air Radiator Genset dan Bagaimana Efeknya?

Menggunakan air radiator ini sama dengan memberikan sistem pendingin untuk mesin genset. Tidak semua air bisa digunakan untuk membuat panas dari genset menjadi dingin. Penggunaan yang salah juga bisa memberikan efek yang buruk, termasuk kerusakan.

Maka dari itu, pengetahuan kita mengenai pemilihan air radiator juga sangat dibutuhkan. Selain itu, pengguna genset juga harus sering mengecek apakah ruang air radiator itu sudah kering atau masih normal. Jika sudah habis, silahkan ganti dengan jenis air radiator ini:

  1. Air Tanah atau Air Sumur

Air tanah dan air sumur, mungkin ini yang paling mudah ditemukan dan paling murah juga harganya dibandingkan yang lain. Tetapi harus diakui kalau penggunaan air tanah ini tidak selamanya memberikan efek untuk membuat sistem pendingin genset.

Air tanah biasanya memiliki kandungan mineral, tetapi dalam kadar yang rendah. Ini hanya mampu membuat radiator genset bekerja, tetapi tidak seefektif yang memiliki kandungan oksigen dan mineral yang tinggi. Sehingga sangat jarang digunakan.

  1. Air Mineral

Air mineral juga umum digunakan untuk menjadi air radiator genset. Air mineral biasanya memiliki titik didih yang rendah sehingga memiliki kadar penguapan yang tinggi untuk mesin bisa menjaga suhu. Kandungan mineral yang berperan penting.

Mineral yang terkandung pada air biasa biasanya melewati proses pembuatan yang terjaga mutunya sehingga jika dibandingkan dengan air tanah atau air sumur, kualitas yang dimiliki itu jauh lebih baik dengan oksigen air yang bisa menjaga suhu genset.

Di luar itu, perlu juga diketahui kalau air mineral memiliki kemampuan untuk menggerus permukaan pipa atau selang genset yang karatan hingga menjadi bersih. Karatan juga dipercaya menjadi salah satu penyebab genset sering overheat.

  1. Air Reverse Osmosis, Air Suling atau Air AC

Terakhir, ada air radiator genset yang menggunakan teknik pembuatan Reverse Osmosis. Air ini dikenal juga dengan namanya air suling atau air AC sehingga dipercaya tidak memiliki kandungan mineral, atau setidaknya sangat sedikit.

Ini juga bisa untuk menjadi air radiator guna mendinginkan genset. Kemampuan RO untuk meminimalisir penimbunan sedimen dapat menjadi senjata untuk merawat genset. Tetapi jika menggunakan RO, lebih baik jika diganti airnya secara teratur.

Penggunaan cairan untuk genset tidak akan mudah diaplikasikan. Ini semua kembali lagi ke apakah kita ingin yang mudah dan murah, atau yang terbukti bisa memberikan efek yang banyak. Air radiator genset juga dipercaya harus disesuaikan dengan iklim sekitar kita.

Sebagai distributor resmi Genset di Indonesia, PT Interjaya Surya Megah menjual berbagai macam genset seperti Genset MWM, MAN, Perkins, Cummins, Mitsubishi, dan Lombardini. Segera hubungi dan konsultasikan kebutuhan genset Anda bersama kami.