Dalam beberapa hal, alat pengukur tegangan arus listrik sangat dibutuhkan. Kegunaannya dapat dipakai saat sedang terjadi gangguan alat listrik. Oleh karena itu perlu diukur tegangan yang dihasilkan agar dapat diatasi.

Pada zaman yang serba menggunakan peralatan elektronik ini, membuat listrik menjadi kebutuhan krusial dalam kehidupan sehari – hari. Selain sebagai pencahayaan, juga untuk menunjang berjalannya alat elektronik lain.

Oleh sebab itu, jika mengalami gangguan tegangan, maka Anda perlu mengatasinya menggunakan pengukur. Alat ukur sendiri dibagi menjadi 2, yaitu untuk statis juga dinamis.

Nah, untuk mengukur setiap tegangan tersebut, terdapat berbagai jenis yang dapat digunakan sesuai keperluan.

Amperemeter untuk Mengukur Besar Kecilnya Arus Listrik

Pengukur tegangan arus listrik pertama adalah amperemeter. Fungsinya untuk mengukur besar kecilnya sebuah arus listrik. Untuk memasang amperemeter, perlu diserikan bersama rangkaian yang arusnya sedang diukur.

Cara menggunakannya adalah memasang amperemeter ke rangkaian listrik secara seri, potong konduktor supaya arusnya bisa melewati ampermeter. Sambungkan ke konduktor tersebut, lalu perhatikan jarum yang menunjuk pada suatu angka.

Apabila sedang ingin mengukur yang arusnya kecil, maka bisa memakai amperemeter jenis miliamperemeter, mikroamperemeter, galvanometer.

Voltmeter untuk Mengukur Perbedaan Potensial Pada Tegangan

Selanjutnya adalah voltmeter, perannya sebagai pengukur perbedaan potensial pada tegangan listrik. Menggunakan voltmeter dilakukan melalui pemasangan secara paralel dengan alat yang berbeda potensial.

Voltmeter merupakan kebalikan dari alat pengukur tegangan arus listrik jenisampermeter sebelumnya. Jika ingin mengukur tegangan kecil, dapat memakai milivoltmeter, mikrovoltmeter, atau nanovoltmeter. Penggunaannya disesuaikan batas ketelitian yang sedang diinginkan.

Ohm Meter untuk Mengukur Hambatan Listrik

Ohm meter berperan sebagai peralatan untuk mengukur hambatan listrik (R) khusus rangkaian yang tertutup. Selain itu, fungsinya juga mengukur daya tahan aliran arus listrik dalam sebuah konduktor.

Sebutan untuk besar kecilnya hambatan tersebut adalah Ohm. Pengukur tegangan arus listrik ini juga dikenal sebagai alat pengukur resistensi. Cara kerjanya cukup menghubungkan kabel merah menuju kutub positif.

Sementara kabel hitam dihubungkan ke kutub negatif, setelah itu arusnya mulai mengalir melewati unit. Kemudian Voltase maupun nilai hambatannya juga mulai menurun

Wattmeter untuk Mengukur Daya Listrik

Wattmeter berfungsi untuk mengukur daya listrik (P) di sebuah sistem arus listrik yang memiliki kondisi beban seperti DC, AC satu fasa, atau AC 3 fasa. Hasilnya dinyatakan ke dalam bentuk satuan berupa Watt.

Langkah penggunaannya cukup mudah, hubungkan Power Source menuju terimal Watt & 10A, sementara Load dihubungkan ke terimal COM & V. Lalu ON kan tombol, tekan menu pilihan untuk mengukur dayanya.

Pilih menu pada pengaturan berupa Watt Zero Adjust agar angka tampilan layarnya menjadi 0. Kemudian hubungkan kabel Power Source pada stop kontak supaya Load dapat bekerja.

Multimeter yang Terbagi dalam 2 Jenis

Sesuai namanya, pengukur tegangan arus listrik berikutnya multifungsi karena dapat melakukan pekerjaan seperti ketiga alat sebelumnya. Yaitu mengukur hambatan (ohm meter), tegangan (voltmeter), dan arus (amperemeter).

Terbagi dalam 2 jenis, yaitu multimeter digital juga analog. Jika membahas mengenai kelebihannya, multimeter digital tentu jauh lebih teliti dalam hal pengukuran dibandingkan multimeter analog.

KWH Meter untuk Menghitung Besar Kecilnya Daya

Pengukur tegangan arus listrik berikutnya tidak asing karena sering digunakan oleh petuas PLN, yaitu KWH meter. Kegunaannya untuk menghitung besar kecilnya daya yang digunakan oleh pengguna.

Terdapat 4 bagian berupa kumparan tegangan, kumparan arus, piringan alumunium, serta magnet tetap. Fungsinya sebagai penetral piringan alumunium dari adanya induksi medan magnet maupun gear mekanik.

Sebelum menghitung, pastikan Anda menjauhkan dahulu kabel uji dari sirkuit. Jangan biarkan lead saling bersentuhan agar tidak merusak alat elektronik, sehingga pengukur tegangan arus listrik dapat bekerja optimal.

Sebagai distributor resmi Genset di Indonesia, PT Interjaya Surya Megah jual berbagai macam genset seperti Genset MWM, MAN, Perkins, Cummins, Mitsubishi, dan Lombardini. Jangan ragu untuk menghubungi kami, dan segera konsultasikan kebutuhan genset Anda bersama dengan kami.