Genset untuk data center perlu ditentukan berdasarkan beban kritis, profil dan urutan masuknya beban, kebutuhan UPS, durasi backup, rating operasi, serta redundansi.
Tahap penentuannya meliputi:
Kesalahan menentukan genset data center tidak selalu terjadi karena kapasitas terlalu kecil. Kapasitas yang terlihat mencukupi pun dapat bermasalah apabila starting beban pendinginan, kebutuhan input UPS, pertumbuhan fasilitas, atau skenario satu genset tidak tersedia belum diperhitungkan.
Catatan: Perancangan sistem daya cadangan data center melibatkan instalasi listrik dan peralatan kritis. Kapasitas, proteksi, koordinasi UPS-genset, konfigurasi redundansi, serta sistem transfer perlu diverifikasi berdasarkan data teknis peralatan, desain kelistrikan, rekomendasi produsen, dan tenaga profesional yang kompeten.
Kebutuhan genset ditentukan dari beban yang memang harus tetap mendapat daya ketika sumber utama terganggu, bukan hanya dari luas fasilitas atau total daya seluruh peralatan yang terpasang.
| Kelompok beban | Contoh | Prioritas saat listrik padam |
| Beban IT | Server, storage, dan jaringan | Harus tetap menyala |
| Pendinginan kritis | CRAC, CRAH, chiller, atau pompa | Mengikuti kebutuhan termal |
| Sistem keselamatan | Proteksi kebakaran dan akses | Mengikuti desain sistem |
| Beban pendukung | Penerangan dan area operasional | Dipilih berdasarkan prioritas |
| Beban nonkritis | Fasilitas yang dapat ditunda | Dilepas jika tidak diperlukan |
Pemetaan tersebut juga menunjukkan beban mana yang dapat dilepas apabila kapasitas daya cadangan terbatas. Dengan demikian, genset tidak harus dibebani oleh fasilitas yang sebenarnya tidak diperlukan selama kondisi gangguan.
UPS dan genset memiliki fungsi berbeda tetapi harus bekerja sebagai satu sistem. UPS menopang beban kritis selama perpindahan sumber daya, sementara genset mengambil alih untuk menyediakan daya dalam durasi lebih panjang.
| Komponen | Fungsi utama |
| UPS | Menopang beban kritis sebelum genset siap |
| Genset | Menyediakan daya cadangan dalam durasi lebih panjang |
| Sistem transfer | Mengelola perpindahan antarsumber daya |
| Panel distribusi | Menyalurkan daya ke kelompok beban |
| Sistem proteksi | Melindungi unit, instalasi, dan beban |
Pada sisi perpindahan sumber, Anda dapat memahami lebih lanjut fungsi ATS pada sistem genset melalui artikel Intergen mengenai panel ATS. ATS digunakan untuk mengalihkan suplai antara sumber listrik utama dan genset secara otomatis.
Kapasitas genset data center perlu ditentukan dari profil beban yang benar-benar akan dilayani pada kondisi gangguan. Data yang dihimpun harus mencakup beban IT, UPS, pendinginan, sistem keselamatan, fasilitas pendukung, starting motor, dan rencana pertumbuhan.
Tentukan apakah pengukuran berasal dari keluaran UPS, input UPS, atau panel distribusi. Jika kebutuhan sudah dihitung pada sisi input UPS, beban IT yang dilayani UPS jangan ditambahkan kembali karena dapat menyebabkan penghitungan ganda.
Jika data berasal dari sisi keluaran UPS, kebutuhan pada sisi input dan karakteristik UPS masih perlu diperiksa.
Daya yang diterima UPS tidak selalu sama dengan daya yang diterima beban IT. Gunakan data teknis UPS untuk memeriksa:
Pompa, kipas, kompresor, chiller, dan peralatan bermotor dapat membutuhkan daya lebih besar saat mulai bekerja. Periksa:
Rencana penambahan rack dan beban IT perlu diperhitungkan bersama dampaknya terhadap UPS, pendinginan, distribusi daya, dan fasilitas pendukung.
Karena itu, pertumbuhan sebaiknya dipetakan per kelompok beban, bukan hanya ditambahkan sebagai satu persentase margin pada hasil akhir. Penambahan beban IT dapat turut meningkatkan kebutuhan UPS dan pendinginan.
Sebelum menentukan kapasitas genset untuk pusat data, bandingkan beberapa kondisi berikut:
Skenario dengan kebutuhan tertinggi menjadi dasar awal pemilihan kapasitas, tetapi belum otomatis menjadi rating genset final.
Hasil pemetaan kemudian perlu dibandingkan dengan:
Dua genset dengan angka kVA yang sama belum tentu mempunyai respons yang sama terhadap karakter beban data center.
Tabel berikut dapat digunakan untuk memeriksa data yang dibutuhkan sebelum menentukan kapasitas.
| Kelompok beban | Data yang diperiksa | Risiko jika tidak diperhitungkan |
| Beban IT dan UPS | Titik pengukuran, input UPS, efisiensi, dan pengisian baterai | Penghitungan ganda atau kebutuhan terlalu rendah |
| Sistem pendinginan | Daya operasi, starting, dan urutan masuk | Lonjakan beban saat pendinginan mulai bekerja |
| Sistem keselamatan | Daya dan prioritas operasi | Sistem kritis tidak mendapat pasokan |
| Beban pendukung | Peralatan yang tetap aktif | Kapasitas digunakan oleh beban yang tidak diprioritaskan |
| Rencana pertumbuhan | Penambahan rack, UPS, dan pendinginan | Kapasitas tidak mencukupi ketika fasilitas berkembang |
Setelah kapasitas awal diketahui, tentukan berapa lama genset perlu beroperasi dan rating yang sesuai dengan pola penggunaannya. Keduanya memengaruhi pemilihan unit maupun kebutuhan bahan bakar.
Standby, prime, dan continuous memiliki pola penggunaan dan ketentuan operasi berbeda. Karena itu, rating tidak boleh dipilih hanya berdasarkan angka daya terbesar.
Pembahasan lebih rinci mengenai perbedaan rating genset dapat digunakan untuk memahami fungsi masing-masing rating.
Estimasi bahan bakar perlu menggunakan konsumsi pada beban aktual dan target durasi backup.
Kebutuhan bahan bakar = konsumsi per jam pada beban aktual × durasi backup
Hasilnya kemudian disesuaikan dengan kapasitas tangki, sistem penyimpanan, serta prosedur pengisian bahan bakar di fasilitas.
Jumlah genset perlu ditentukan dari kapasitas yang masih tersedia ketika satu unit gagal atau menjalani perawatan, bukan hanya dari banyaknya unit yang terpasang.
Pada konfigurasi N+1, tersedia satu kapasitas tambahan di atas kebutuhan minimum N. Pada konfigurasi 2N, secara sederhana tersedia dua kapasitas penuh yang dirancang untuk melayani kebutuhan N.
Redundansi genset tidak cukup apabila sistem transfer, distribusi, kontrol, atau komponen pendukung lainnya tetap menjadi satu titik kegagalan.
Uptime Institute juga menjelaskan bahwa istilah seperti N+1 atau 2N pada komponen saja tidak otomatis menentukan tingkat Tier suatu data center. Jalur distribusi dan konfigurasi sistem secara keseluruhan juga menjadi bagian dari penilaian.
Genset harus sesuai dengan ruang yang tersedia, kebutuhan ventilasi, jalur gas buang, sistem bahan bakar, batas kebisingan, dan akses perawatan. Faktor tersebut perlu diperiksa bersamaan dengan kapasitas dan konfigurasi genset.
Setelah tipe, ukuran, dan konfigurasi ditentukan, hasil pemilihan perlu diverifikasi bersama UPS dan sistem transfer agar seluruh komponen dapat bekerja sebagai satu sistem daya cadangan.
Beberapa pertanyaan berikut dapat membantu memperjelas pertimbangan sebelum menentukan genset dan sistem daya cadangan data center.
Kapasitasnya bergantung pada beban kritis, kebutuhan input UPS, pendinginan, starting load, rencana ekspansi, dan redundansi. Karena itu, kapasitas genset data center tidak dapat ditentukan hanya dari jumlah rack atau total kVA peralatan yang terpasang.
Ya, apabila desain sistem membutuhkan beban kritis tetap tersuplai selama genset mulai bekerja dan perpindahan sumber berlangsung. UPS dan genset menjalankan fungsi berbeda dalam sistem daya cadangan.
Tidak. Kapasitas yang lebih besar belum tentu lebih sesuai. Pemilihan tetap perlu mempertimbangkan profil beban, rating operasi, respons terhadap perubahan beban, rencana pertumbuhan, dan konfigurasi sistem.
N+1 menyediakan satu kapasitas tambahan di atas kebutuhan minimum N, sedangkan 2N menyediakan dua set kapasitas untuk kebutuhan N. Penerapannya tetap bergantung pada arsitektur daya dan jalur distribusi data center.
Tidak otomatis. Keandalan sistem tetap bergantung pada desain, koordinasi antarkomponen, redundansi, proteksi, pemeliharaan, serta pengujian seluruh sistem dalam skenario gangguan.
Verifikasi tidak cukup dilakukan dengan memastikan genset dapat menyala tanpa beban. Genset perlu diuji sebagai bagian dari sistem yang bekerja bersama UPS, sistem transfer, panel distribusi, proteksi, dan beban data center.
Verifikasi mencakup:
Hasil verifikasi digunakan untuk memastikan seluruh komponen dapat bekerja sesuai skenario gangguan yang direncanakan, bukan sekadar memastikan setiap perangkat dapat beroperasi secara terpisah.
Genset untuk data center tidak sebaiknya dipilih hanya berdasarkan kapasitas kVA. Jika beban kritis telah dipetakan, gunakan profil beban dan skenario operasi untuk menentukan kapasitas. Jika beban harus tetap terlayani ketika satu unit tidak tersedia, periksa konfigurasi redundansinya. Setelah kapasitas, rating, durasi backup, dan konfigurasi ditentukan, verifikasi seluruh sistem bersama UPS dan sistem transfer sebelum digunakan.
PT Interjaya Suryamegah menyediakan Intergen Genset dengan pilihan tipe genset open maupun genset silent untuk kebutuhan daya cadangan. Konsultasikan profil beban, durasi backup, pola perpindahan daya, rencana pertumbuhan, dan kebutuhan redundansi agar kapasitas serta konfigurasi genset dapat disesuaikan dengan kondisi data center Anda.
HEAD OFFICE
Jl. Rungkut Industri III no. 45 Surabaya 60293 – Indonesia
Phone: +623199850000
Fax: +623199851477
Email: support@interjaya.com
Facebook: Interjaya Suryamegah
Instagram: Interjaya Suryamegah
Referensi
Uptime Institute. (2017). Myths and misconceptions regarding the Uptime Institute’s Tier System. Uptime Institute Journal. https://journal.uptimeinstitute.com/myths-and-misconceptions-regarding-the-uptime-institutes-tier-certification-system
Genset untuk area tambang harus dipilih berdasarkan kondisi operasional di lokasi. Periksa fungsi genset, profil…
Tidak semua lift harus tetap berjalan ketika listrik padam. Lift yang menerima daya dari genset…
Tidak ada satu batas waktu pemakaian yang berlaku untuk semua genset. Unit tertentu digunakan hanya…
Cara memilih genset untuk hotel perlu mempertimbangkan beban listrik prioritas, kapasitas daya, lokasi pemasangan, serta…
Cara memilih genset untuk supermarket adalah dengan menghitung total beban listrik perangkat yang harus tetap…
Restoran membutuhkan genset untuk restoran agar operasional tetap berjalan ketika listrik padam. Dengan listrik cadangan…
This website uses cookies.