Tidak semua lift harus tetap berjalan ketika listrik padam. Lift yang menerima daya dari genset untuk lift gedung perlu ditentukan berdasarkan fungsi bangunan, kebutuhan operasional, sistem kontrol, dan rancangan keselamatan.
Tahap penentuannya meliputi:
Kapasitas genset gedung tidak dapat ditentukan hanya dengan menjumlahkan daya pada nameplate lift. Ketika lift, pompa, atau motor lain mulai bekerja, karakter bebannya dapat berbeda dibandingkan kondisi operasi yang sudah stabil.
Karena itu, pengelola gedung perlu melihat sistem secara keseluruhan: lift mana yang memang dibutuhkan, fasilitas apa yang sudah menggunakan genset, kapan masing-masing motor mulai bekerja, dan apakah genset mampu menerima perubahan beban tersebut.
Catatan: Penentuan lift yang menerima daya darurat, prioritas beban, dan urutan operasinya harus mengikuti desain kelistrikan, sistem kontrol lift, rancangan keselamatan bangunan, ketentuan yang berlaku, serta data teknis peralatan. Pemeriksaan dan perubahan sistem perlu melibatkan pihak profesional yang kompeten.
Setiap lift tidak otomatis memiliki prioritas yang sama ketika sumber listrik utama terputus. Fungsi lift selama pemadaman perlu ditetapkan sesuai penggunaan gedung, skenario operasional, sistem kontrol, dan rancangan keselamatannya.
Identifikasi lift yang memang perlu menjalankan fungsi tertentu selama pemadaman dan lift yang dapat dihentikan setelah berada pada kondisi yang telah ditetapkan. Pada gedung dengan beberapa lift, pengelompokan ini membantu mengurangi beban genset yang sebenarnya tidak diperlukan.
Selanjutnya, tentukan apakah lift perlu melayani perjalanan tertentu, kembali ke lantai yang ditetapkan, beroperasi secara bergantian, atau tidak menerima daya darurat.
| Status lift saat listrik padam | Tujuan operasional | Dampak terhadap beban genset |
| Tetap melayani perjalanan tertentu | Mendukung fungsi yang telah ditetapkan | Membutuhkan alokasi daya operasi |
| Kembali ke lantai yang ditentukan | Mendukung pengamanan lift | Membutuhkan daya dalam durasi terbatas |
| Dioperasikan secara bergantian | Membatasi beban bersamaan | Membutuhkan kontrol dan urutan operasi |
| Tidak menerima daya darurat | Mengurangi beban genset | Tidak dimasukkan sebagai beban operasi |
Mode tersebut bukan ketentuan universal. Pengoperasiannya harus mengikuti desain gedung, sistem kontrol lift, kebutuhan keselamatan, dan ketentuan yang berlaku.
Beban genset gedung harus dipetakan secara keseluruhan, bukan hanya dari kebutuhan lift. Pompa, sistem keamanan, penerangan penting, dan fasilitas lainnya mungkin telah menggunakan kapasitas genset sebelum lift mulai bekerja.
| Beban gedung | Fungsi saat pemadaman | Karakter beban | Keputusan daya darurat |
| Lift terpilih | Fungsi yang ditetapkan | Motor dan dinamis | Dioperasikan sesuai urutan |
| Pompa kebakaran | Proteksi kebakaran | Starting motor tinggi | Mengikuti desain keselamatan |
| Pompa air | Layanan penting | Beban motor | Diatur agar tidak mulai bersamaan |
| Alarm dan keamanan | Keselamatan gedung | Relatif stabil | Dipertahankan sesuai rancangan |
| Penerangan penting | Visibilitas area tertentu | Relatif stabil | Beban prioritas |
| Beban kenyamanan | Kenyamanan pengguna | Bervariasi | Dibatasi atau ditunda |
Matriks tersebut membantu memisahkan beban yang harus aktif, dapat masuk setelah genset stabil, dapat dioperasikan bergantian, atau tidak perlu menerima daya selama pemadaman.
Prioritas beban menentukan fasilitas mana yang menerima daya lebih dahulu dan mana yang dapat menunggu hingga kondisi genset stabil.
Identifikasi sistem yang harus tersedia sejak awal berdasarkan fungsi dan rancangan gedung. Prioritasnya tidak sebaiknya ditentukan hanya dari besarnya daya, tetapi dari konsekuensi apabila fasilitas tersebut tidak berfungsi.
Beban kenyamanan dan fasilitas nonprioritas dapat ditunda atau dilepas apabila tidak diperlukan selama pemadaman. Langkah ini memberi ruang kapasitas bagi beban kritis dan mengurangi kemungkinan beberapa motor besar masuk bersamaan.
Kementerian Pekerjaan Umum menekankan bahwa keselamatan dan keandalan sistem kelistrikan bangunan perlu diperhatikan sejak perencanaan, pemasangan, pemeriksaan, hingga pemeliharaan. Artinya, penetapan beban darurat perlu menjadi bagian dari desain sistem gedung, bukan keputusan sesaat ketika listrik padam.
Kapasitas genset untuk lift harus diperiksa bersama seluruh beban yang aktif pada saat yang sama. Fokusnya bukan hanya total daya, tetapi juga perubahan beban ketika lift dan motor lain mulai bekerja.
Gunakan data aktual atau spesifikasi teknis untuk mencatat:
Lift, pompa, dan peralatan bermotor dapat memberikan perubahan beban lebih besar saat mulai bekerja. Karena itu, periksa kebutuhan starting, metode starting, VFD atau soft starter yang digunakan, beban yang sudah aktif, kemungkinan starting bersamaan, dan jeda antara beban.
Generac menjelaskan bahwa teknik starting motor, termasuk penggunaan soft starter dan VFD, memengaruhi kebutuhan generator. Karena karakter sistem dapat berbeda, kebutuhan starting harus menggunakan data aktual peralatan dan metode kontrol yang digunakan, bukan satu angka pengali untuk semua lift.
Pembahasan mengenai perubahan beban pada genset juga menunjukkan mengapa daya nominal saja belum cukup ketika peralatan bermotor memberikan beban dinamis saat mulai bekerja.
Periksa beberapa skenario, misalnya:
Urutannya harus disesuaikan dengan prioritas dan sistem kontrol masing-masing gedung.
Bandingkan setiap skenario dengan rating genset, kemampuan menerima step load, karakteristik mesin dan alternator, perubahan tegangan dan frekuensi, sistem transfer, serta rekomendasi produsen.
Dalam panduan pemilihan generator set, Cummins merekomendasikan pemeriksaan kemampuan alternator menerima langkah beban terbesar dan dampaknya terhadap penurunan tegangan. Hal ini menunjukkan bahwa dua genset dengan angka kVA sama belum tentu memberikan respons yang sama terhadap perubahan beban.
| Skenario | Beban yang sudah aktif | Beban baru masuk | Data yang diperiksa |
| Perpindahan awal | Kontrol, keamanan, penerangan | — | Beban awal |
| Lift mulai beroperasi | Beban awal | Lift terpilih | Starting dan kontrol lift |
| Pompa mulai bekerja | Beban awal dan lift stabil | Pompa | Starting dan respons genset |
| Operasi bergantian | Beban prioritas | Lift/motor berikutnya | Urutan dan sisa kapasitas |
| Beban tambahan | Seluruh beban prioritas | Fasilitas pendukung | Kondisi genset setelah stabil |
Lift, pompa, dan motor besar sebaiknya tidak otomatis mulai bekerja bersamaan. Load sequencing mengatur masuknya beban secara bertahap berdasarkan prioritas dan kemampuan genset.
| Kelompok tahap | Contoh beban | Dasar penentuan |
| Beban awal | Kontrol, keamanan, penerangan penting | Kebutuhan saat perpindahan |
| Beban keselamatan | Peralatan sesuai rancangan keselamatan | Prioritas keselamatan |
| Beban bermotor terpilih | Lift, pompa, motor lain | Starting dan step load |
| Beban tambahan | Fasilitas pendukung | Sisa kapasitas |
| Beban yang ditunda | Beban kenyamanan | Kondisi setelah stabil |
Urutan tersebut bukan susunan baku. Saat commissioning atau evaluasi, periksa apakah jeda antara beban bekerja, beban non prioritas dapat dilepas, sistem merespons ketika genset mendekati batas, dan lift dapat dioperasikan bergantian sesuai rancangan.
Pemetaan beban tidak dapat digunakan selamanya apabila kondisi gedung berubah. Evaluasi kembali sistem ketika terjadi:
Periksa kembali daftar beban, urutan masuk peralatan, kemampuan genset menghadapi perubahan beban, dan sistem kontrol pada skenario pemadaman terbaru.
Sebelum menentukan kapasitas dan pengaturan bebannya, beberapa pertanyaan berikut perlu dipahami pengelola gedung.
Tidak. Lift yang menerima daya darurat ditentukan berdasarkan fungsi gedung, sistem kontrol, kebutuhan operasional, dan rancangan keselamatan.
Tidak. Data nameplate perlu diperiksa bersama starting, metode kontrol, jumlah lift yang beroperasi, dan beban gedung lain yang aktif bersamaan.
Karena starting beberapa motor pada waktu yang sama dapat menghasilkan perubahan beban lebih besar. Pengaturan urutan membantu membatasi besarnya langkah beban yang harus diterima genset.
Tidak selalu. Urutan beban tetap berguna untuk mengelola prioritas dan perubahan beban serta perlu disesuaikan dengan desain kontrol gedung.
Evaluasi diperlukan ketika lift, motor, fasilitas, fungsi gedung, sistem transfer, atau pola penggunaan berubah maupun ketika terjadi gangguan saat perpindahan beban.
Penentuan genset untuk lift gedung dimulai dengan menetapkan fungsi setiap lift saat pemadaman, bukan langsung mengaktifkan seluruh lift. Jika beberapa lift dan motor harus memperoleh daya darurat, petakan beban yang aktif bersamaan dan atur urutan masuknya. Jika fasilitas atau sistem kontrol berubah, evaluasi kembali kapasitas dan kemampuan genset agar tetap sesuai dengan skenario operasi aktual.
PT Interjaya Suryamegah menyediakan Intergen Genset dengan pilihan tipe genset open maupun genset silent untuk kebutuhan gedung dan fasilitas komersial. Konsultasikan data lift, daftar beban darurat, karakter starting, urutan operasi, serta perubahan penggunaan gedung kepada tim kami agar kapasitas dan konfigurasi genset dapat disesuaikan dengan kebutuhan sistem di lokasi.
HEAD OFFICE
Jl. Rungkut Industri III no. 45 Surabaya 60293 – Indonesia
Phone: +623199850000
Fax: +623199851477
Email: support@interjaya.com
Facebook: Interjaya Suryamegah
Instagram: Interjaya Suryamegah
Referensi
Cummins Inc. (2026). Considerations for generator set selection. Cummins.
https://www.cummins.com/sites/default/files/2026-04/2024-mar-considerations-for-generator-set-selection.pdf
Generac Power Systems. (2024). The essential how-to guide to power system sizing. Generac Industrial Power.
https://www.generac.com/globalassets/residential/business/generator-specifying-sizing-and-comparison-tools/power-design-pro/gip-marketing-engineering-awareness-pdp-campaign–e-book-the-essential-how-to-guide-to-power-system-sizing-finalcompr.pdf
Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. (2025). Kementerian PU dorong asosiasi profesi tingkatkan keselamatan dan keandalan sistem kelistrikan.
https://sahabat.pu.go.id/eppid/berita/detail/kementerian-pu-dorong-asosiasi-profesi-tingkatkan-keselamatan-dan-keandalan-sistem-kelistrikan-
Genset untuk area tambang harus dipilih berdasarkan kondisi operasional di lokasi. Periksa fungsi genset, profil…
Genset untuk data center perlu ditentukan berdasarkan beban kritis, profil dan urutan masuknya beban, kebutuhan…
Tidak ada satu batas waktu pemakaian yang berlaku untuk semua genset. Unit tertentu digunakan hanya…
Cara memilih genset untuk hotel perlu mempertimbangkan beban listrik prioritas, kapasitas daya, lokasi pemasangan, serta…
Cara memilih genset untuk supermarket adalah dengan menghitung total beban listrik perangkat yang harus tetap…
Restoran membutuhkan genset untuk restoran agar operasional tetap berjalan ketika listrik padam. Dengan listrik cadangan…
This website uses cookies.