Tidak semua lift harus tetap berjalan ketika listrik padam. Lift yang menerima daya dari genset untuk lift gedung perlu ditentukan berdasarkan fungsi bangunan, kebutuhan operasional, sistem kontrol, dan rancangan keselamatan. 

Tahap penentuannya meliputi:

  1. Menentukan lift yang memang dibutuhkan selama pemadaman.
  2. Mendata fasilitas lain yang menggunakan daya darurat.
  3. Mengurutkan beban berdasarkan tingkat prioritas.
  4. Memeriksa kebutuhan daya saat peralatan beroperasi dan mulai bekerja.
  5. Mengatur waktu masuk setiap beban agar tidak aktif bersamaan.
  6. Meninjau kembali sistem ketika kondisi atau penggunaan gedung berubah.

Kapasitas genset gedung tidak dapat ditentukan hanya dengan menjumlahkan daya pada nameplate lift. Ketika lift, pompa, atau motor lain mulai bekerja, karakter bebannya dapat berbeda dibandingkan kondisi operasi yang sudah stabil. 

Karena itu, pengelola gedung perlu melihat sistem secara keseluruhan: lift mana yang memang dibutuhkan, fasilitas apa yang sudah menggunakan genset, kapan masing-masing motor mulai bekerja, dan apakah genset mampu menerima perubahan beban tersebut.

Catatan: Penentuan lift yang menerima daya darurat, prioritas beban, dan urutan operasinya harus mengikuti desain kelistrikan, sistem kontrol lift, rancangan keselamatan bangunan, ketentuan yang berlaku, serta data teknis peralatan. Pemeriksaan dan perubahan sistem perlu melibatkan pihak profesional yang kompeten.

Tentukan Fungsi Setiap Lift Saat Listrik Padam

Setiap lift tidak otomatis memiliki prioritas yang sama ketika sumber listrik utama terputus. Fungsi lift selama pemadaman perlu ditetapkan sesuai penggunaan gedung, skenario operasional, sistem kontrol, dan rancangan keselamatannya.

1. Bedakan Lift yang Tetap Beroperasi dan Lift yang Dihentikan

Identifikasi lift yang memang perlu menjalankan fungsi tertentu selama pemadaman dan lift yang dapat dihentikan setelah berada pada kondisi yang telah ditetapkan. Pada gedung dengan beberapa lift, pengelompokan ini membantu mengurangi beban genset yang sebenarnya tidak diperlukan.

2. Tentukan Mode Operasi Lift dengan Daya Darurat

Selanjutnya, tentukan apakah lift perlu melayani perjalanan tertentu, kembali ke lantai yang ditetapkan, beroperasi secara bergantian, atau tidak menerima daya darurat.

Status lift saat listrik padamTujuan operasionalDampak terhadap beban genset
Tetap melayani perjalanan tertentuMendukung fungsi yang telah ditetapkanMembutuhkan alokasi daya operasi
Kembali ke lantai yang ditentukanMendukung pengamanan liftMembutuhkan daya dalam durasi terbatas
Dioperasikan secara bergantianMembatasi beban bersamaanMembutuhkan kontrol dan urutan operasi
Tidak menerima daya daruratMengurangi beban gensetTidak dimasukkan sebagai beban operasi

Mode tersebut bukan ketentuan universal. Pengoperasiannya harus mengikuti desain gedung, sistem kontrol lift, kebutuhan keselamatan, dan ketentuan yang berlaku.

Petakan Beban Gedung yang Menggunakan Daya Genset

Beban genset gedung harus dipetakan secara keseluruhan, bukan hanya dari kebutuhan lift. Pompa, sistem keamanan, penerangan penting, dan fasilitas lainnya mungkin telah menggunakan kapasitas genset sebelum lift mulai bekerja.

Beban gedungFungsi saat pemadamanKarakter bebanKeputusan daya darurat
Lift terpilihFungsi yang ditetapkanMotor dan dinamisDioperasikan sesuai urutan
Pompa kebakaranProteksi kebakaranStarting motor tinggiMengikuti desain keselamatan
Pompa airLayanan pentingBeban motorDiatur agar tidak mulai bersamaan
Alarm dan keamananKeselamatan gedungRelatif stabilDipertahankan sesuai rancangan
Penerangan pentingVisibilitas area tertentuRelatif stabilBeban prioritas
Beban kenyamananKenyamanan penggunaBervariasiDibatasi atau ditunda

Matriks tersebut membantu memisahkan beban yang harus aktif, dapat masuk setelah genset stabil, dapat dioperasikan bergantian, atau tidak perlu menerima daya selama pemadaman.

Tetapkan Prioritas Beban Saat Pasokan Utama Terputus

Prioritas beban menentukan fasilitas mana yang menerima daya lebih dahulu dan mana yang dapat menunggu hingga kondisi genset stabil.

1. Dahulukan Beban Keselamatan dan Operasional Penting

Identifikasi sistem yang harus tersedia sejak awal berdasarkan fungsi dan rancangan gedung. Prioritasnya tidak sebaiknya ditentukan hanya dari besarnya daya, tetapi dari konsekuensi apabila fasilitas tersebut tidak berfungsi.

2. Tunda Beban yang Tidak Harus Langsung Aktif

Beban kenyamanan dan fasilitas nonprioritas dapat ditunda atau dilepas apabila tidak diperlukan selama pemadaman. Langkah ini memberi ruang kapasitas bagi beban kritis dan mengurangi kemungkinan beberapa motor besar masuk bersamaan.

Kementerian Pekerjaan Umum menekankan bahwa keselamatan dan keandalan sistem kelistrikan bangunan perlu diperhatikan sejak perencanaan, pemasangan, pemeriksaan, hingga pemeliharaan. Artinya, penetapan beban darurat perlu menjadi bagian dari desain sistem gedung, bukan keputusan sesaat ketika listrik padam.

Teknisi mengecek genset ruangan

Periksa Beban Lift Bersama Beban Darurat Lainnya

Kapasitas genset untuk lift harus diperiksa bersama seluruh beban yang aktif pada saat yang sama. Fokusnya bukan hanya total daya, tetapi juga perubahan beban ketika lift dan motor lain mulai bekerja.

1. Catat Beban yang Beroperasi pada Waktu Bersamaan

Gunakan data aktual atau spesifikasi teknis untuk mencatat:

  • daya operasi lift yang menerima daya darurat;
  • jumlah lift yang dapat berjalan bersamaan;
  • penerangan dan sistem keamanan yang tetap aktif;
  • pompa dan motor lainnya;
  • fasilitas pendukung yang tetap menerima daya; serta
  • beban yang dapat ditunda atau dilepas.

2. Periksa Kebutuhan Saat Lift dan Motor Mulai Beroperasi

Lift, pompa, dan peralatan bermotor dapat memberikan perubahan beban lebih besar saat mulai bekerja. Karena itu, periksa kebutuhan starting, metode starting, VFD atau soft starter yang digunakan, beban yang sudah aktif, kemungkinan starting bersamaan, dan jeda antara beban.

Generac menjelaskan bahwa teknik starting motor, termasuk penggunaan soft starter dan VFD, memengaruhi kebutuhan generator. Karena karakter sistem dapat berbeda, kebutuhan starting harus menggunakan data aktual peralatan dan metode kontrol yang digunakan, bukan satu angka pengali untuk semua lift.

Pembahasan mengenai perubahan beban pada genset juga menunjukkan mengapa daya nominal saja belum cukup ketika peralatan bermotor memberikan beban dinamis saat mulai bekerja.

3. Bandingkan Skenario Masuknya Beban

Periksa beberapa skenario, misalnya:

  1. sistem kontrol, keamanan, dan penerangan penting telah aktif;
  2. lift terpilih mulai menerima daya;
  3. lift stabil dan pompa mulai bekerja;
  4. beberapa lift beroperasi bergantian; dan
  5. beban tambahan masuk setelah genset stabil.

Urutannya harus disesuaikan dengan prioritas dan sistem kontrol masing-masing gedung.

4. Verifikasi Kebutuhan dengan Kemampuan Genset

Bandingkan setiap skenario dengan rating genset, kemampuan menerima step load, karakteristik mesin dan alternator, perubahan tegangan dan frekuensi, sistem transfer, serta rekomendasi produsen.

Dalam panduan pemilihan generator set, Cummins merekomendasikan pemeriksaan kemampuan alternator menerima langkah beban terbesar dan dampaknya terhadap penurunan tegangan. Hal ini menunjukkan bahwa dua genset dengan angka kVA sama belum tentu memberikan respons yang sama terhadap perubahan beban.

SkenarioBeban yang sudah aktifBeban baru masukData yang diperiksa
Perpindahan awalKontrol, keamanan, peneranganBeban awal
Lift mulai beroperasiBeban awalLift terpilihStarting dan kontrol lift
Pompa mulai bekerjaBeban awal dan lift stabilPompaStarting dan respons genset
Operasi bergantianBeban prioritasLift/motor berikutnyaUrutan dan sisa kapasitas
Beban tambahanSeluruh beban prioritasFasilitas pendukungKondisi genset setelah stabil

Susun Urutan Masuknya Beban Genset Gedung

Lift, pompa, dan motor besar sebaiknya tidak otomatis mulai bekerja bersamaan. Load sequencing mengatur masuknya beban secara bertahap berdasarkan prioritas dan kemampuan genset.

Kelompok tahapContoh bebanDasar penentuan
Beban awalKontrol, keamanan, penerangan pentingKebutuhan saat perpindahan
Beban keselamatanPeralatan sesuai rancangan keselamatanPrioritas keselamatan
Beban bermotor terpilihLift, pompa, motor lainStarting dan step load
Beban tambahanFasilitas pendukungSisa kapasitas
Beban yang ditundaBeban kenyamananKondisi setelah stabil

Urutan tersebut bukan susunan baku. Saat commissioning atau evaluasi, periksa apakah jeda antara beban bekerja, beban non prioritas dapat dilepas, sistem merespons ketika genset mendekati batas, dan lift dapat dioperasikan bergantian sesuai rancangan.

Sunrise Mall Mojokerto

Evaluasi Kembali Sistem Genset Ketika Kondisi Gedung Berubah

Pemetaan beban tidak dapat digunakan selamanya apabila kondisi gedung berubah. Evaluasi kembali sistem ketika terjadi:

  • penambahan atau penggantian lift;
  • perubahan sistem kontrol lift;
  • penambahan tenant atau fasilitas;
  • perubahan fungsi bangunan;
  • penambahan pompa atau motor;
  • perubahan prioritas operasional;
  • penggantian genset atau sistem transfer; atau
  • gangguan saat beban berpindah ke genset.

Periksa kembali daftar beban, urutan masuk peralatan, kemampuan genset menghadapi perubahan beban, dan sistem kontrol pada skenario pemadaman terbaru.

FAQ Seputar Genset untuk Lift Gedung

Sebelum menentukan kapasitas dan pengaturan bebannya, beberapa pertanyaan berikut perlu dipahami pengelola gedung.

1. Apakah semua lift harus tetap beroperasi saat listrik padam?

Tidak. Lift yang menerima daya darurat ditentukan berdasarkan fungsi gedung, sistem kontrol, kebutuhan operasional, dan rancangan keselamatan.

2. Apakah daya lift pada nameplate dapat langsung digunakan untuk memilih genset?

Tidak. Data nameplate perlu diperiksa bersama starting, metode kontrol, jumlah lift yang beroperasi, dan beban gedung lain yang aktif bersamaan.

3. Mengapa lift dan pompa sebaiknya tidak mulai bekerja bersamaan?

Karena starting beberapa motor pada waktu yang sama dapat menghasilkan perubahan beban lebih besar. Pengaturan urutan membantu membatasi besarnya langkah beban yang harus diterima genset.

4. Apakah genset yang lebih besar dapat menghilangkan kebutuhan load sequencing?

Tidak selalu. Urutan beban tetap berguna untuk mengelola prioritas dan perubahan beban serta perlu disesuaikan dengan desain kontrol gedung.

5. Kapan kapasitas genset gedung perlu dihitung ulang?

Evaluasi diperlukan ketika lift, motor, fasilitas, fungsi gedung, sistem transfer, atau pola penggunaan berubah maupun ketika terjadi gangguan saat perpindahan beban.

Kesimpulan

Penentuan genset untuk lift gedung dimulai dengan menetapkan fungsi setiap lift saat pemadaman, bukan langsung mengaktifkan seluruh lift. Jika beberapa lift dan motor harus memperoleh daya darurat, petakan beban yang aktif bersamaan dan atur urutan masuknya. Jika fasilitas atau sistem kontrol berubah, evaluasi kembali kapasitas dan kemampuan genset agar tetap sesuai dengan skenario operasi aktual.

Rancang Sistem Genset Gedung Berdasarkan Prioritas Beban

PT Interjaya Suryamegah menyediakan Intergen Genset dengan pilihan tipe genset open maupun genset silent untuk kebutuhan gedung dan fasilitas komersial. Konsultasikan data lift, daftar beban darurat, karakter starting, urutan operasi, serta perubahan penggunaan gedung kepada tim kami agar kapasitas dan konfigurasi genset dapat disesuaikan dengan kebutuhan sistem di lokasi.

HEAD OFFICE
Jl. Rungkut Industri III no. 45 Surabaya 60293 – Indonesia

Phone: +623199850000
Fax: +623199851477 
Email: support@interjaya.com 
Facebook: Interjaya Suryamegah
Instagram: Interjaya Suryamegah

Referensi

Cummins Inc. (2026). Considerations for generator set selection. Cummins.
https://www.cummins.com/sites/default/files/2026-04/2024-mar-considerations-for-generator-set-selection.pdf

Generac Power Systems. (2024). The essential how-to guide to power system sizing. Generac Industrial Power.
https://www.generac.com/globalassets/residential/business/generator-specifying-sizing-and-comparison-tools/power-design-pro/gip-marketing-engineering-awareness-pdp-campaign–e-book-the-essential-how-to-guide-to-power-system-sizing-finalcompr.pdf

Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. (2025). Kementerian PU dorong asosiasi profesi tingkatkan keselamatan dan keandalan sistem kelistrikan.
https://sahabat.pu.go.id/eppid/berita/detail/kementerian-pu-dorong-asosiasi-profesi-tingkatkan-keselamatan-dan-keandalan-sistem-kelistrikan-