Genset

Cara Meningkatkan RPM Agar Tegangan Genset Tidak Naik Turun

Ada beberapa cara meningkatkan RPM di generator diesel yang bisa anda lakukan agar tidak mengalami genset gas naik turun. Genset atau generator set sendiri merupakan sebuah mesin dimana dapat memberikan voltase atau tegangan tetap/stabil.

Umumnya sebuah generator set sendiri menghasilkan tegangan normalnya adalah 220 volt serta 380 volt. Banyak hal yang menjadi penyebab mengapa tegangan pada genset gas naik turun dan tidak stabil.

Satu diantaranya ialah karena gangguan putaran mesin atau rpm di genset itu sendiri. Tentu saja jika voltase pada generator mengalami ketidakstabilan, maka akan menimbulkan kerusakan di mesin itu sendiri.

Sehingga apabila mesin generator naik turun tegangannya, maka segeralah mengatasi gangguannya secepat mungkin. Pengguna bisa mencari permasalahan yang menjadi penyebabnya agar bisa mengatasi gangguannya secara tepat.

Namun pastikan dulu apa saja penyebab masalah voltase genset tidak stabil, pasalnya ada banyak faktor yang menyebabkannya. Untuk itu jangan sampai salah menemukan penyebabnya jika ingin memperbaiki dengan benar.

Unsur utama yang kerap membuat voltase genset gas naik turun ialah karena mesinnya atau pada generator pembangkitnya. Jadi anda harus benar-benar memperhatikannya untuk mengetahui permasalahan dari generator tersebut.

Permasalahan yang Terjadi di Mesin Genset

Dalam mesin generator, perlu diperhatikan bahan bakar yang dipakai untuk membuat kinerja RPM (revolusi per menit) tetap stabil. Anda harus tahu bagaimana cara meningkatkan RPM di generator diesel agar stabil.

Dengan demikian, maka genset yang digunakan juga bisa lebih bertahan lama karena dilakukan perbaikan secara tepat. Setiap mesin dimana dipakai manusia sendiri umumnya bekerja dengan batasan putaran.

Sama halnya saat anda menggunakan generator untuk keperluan rumahan maupun bisnis, normalnya genset sendiri kecepatannya ialah menengah atau medium speed. Putaran normalnya sendiri 1500 hingga 1800 rpm.

Umumnya rpm berkurang atau berlebihan ini dikarenakan bahan bakar tersumbat atau kurang, anda harus memeriksa tangki selalu bersih. Selain itu rutin bersihkan filter dan memastikan bahan bakar tidak kekurangan.

Putaran Mesin Genset Tidak Stabil

Dalam keadaan tertentu, sering kali mesin genset mengalami kelebihan kecepatan atau bahkan berkurang. Hal ini menimbulkan masalah baru di mesin yakni membuat voltase yang ada di generator jadi tidak stabil.

Jika ingin mengatasi gangguan putaran mesin menurun serta tidak stabil, maka dapat dilakukan pengecekan pada suara genset saat dijalankan. Perhatikan dengan baik bunyi yang dihasilkan wajar atau mengalami naik turun.

Apabila bunyi mesinnya tidak normal seperti biasanya, maka bisa jadi kecepatan mesinnya tidak stabil. Umumnya memang dalam situasi normal, mesin berputar sekitar 1500 rpm, jangan sampai kurang atau bahkan lebih.

Governor yang Bermasalah

Governor adalah bagian yang mengatur aliran bahan bakar ke mesin genset. Komponen ini bekerja dengan merespon putaran mesin, jika putaran mesin melambat maka Governor akan membuka secara otomatis untuk melepaskan lebih banyak bahan bakar. Terkadang, ketika putaran mesin mulai tidak stabil, Governor juga mulai bermasalah.  Hal ini akan berimbas juga ke tegangan genset yang naik turun.

Masalah Pada Generator

Apabila bagian mesin normal, maka lanjutkan dengan mengecek generator. Generator bertanggung jawab mengubah energi mekanik dari mesin menjadi energi listrik. Karena itu ketika bagian ini rusak akan sangat berpengaruh pada output tegangan listrik yang dihasilkan.

Kabel Keluaran Genset Rusak

Pastikan kabel keluaran genset dalam keadaan baik, tidak terkelupas atau bocor. Karena saat kabel mengalami kerusakan maka kemungkinan akan terjadi gangguan tegangan dan aliran listrik. Genset gas naik turun dapat ditimbulkan karena kabel yang sudah rusak atau bocor.

Sambungan Kabel Bermasalah

Periksa setiap terminal kabel atau sambungan-sambungan kabel, baik sambungan atau terminal kabel yg ada pada mesin genset, kabel-kabel Governor, kabel-keluaran genset, terminal kabel dalam AVR, sambungan gulungan pada pada generator dan lainnya.

Pastikan seluruh sambungan atau terminal kabel, baik dalam mesin juga dalam Generator telah terpasang menggunakan baik. Sambungan atau terminal kabel yang longgar juga bisa menyebabkan tegangan listrik menurun.

Masalah Pada AVR Genset

Jika semua hal tadi diatas sudah dipastikan dalam keadaan baik, maka penyebab genset tidak stabil atau naik-turun adalah AVR genset tersebut. AVR dalam genset berfungsi untuk mengatur tegangan genset agar selalu stabil. Penyebab tegangan genset tidak stabil dapat disebabkan lantaran AVR sudah rusak, atau mungkin perlu dilakukan pengaturan tegangan supaya stabil.

Jika pengaturan pada AVR sudah dilakukan, namun tegangan masih tidak stabil, maka perlu dilakukan penggantian AVR.

Hal tersebutlah yang mengakibatkan voltase genset jadi tidak stabil. Setelah tahu penyebabnya, maka anda bisa melakukan cara meningkatkan RPM di generator diesel serta perbaikannya dengan tepat.

Cara Mengatasi Tegangan Genset Tidak Stabil

Setelah mengetahui beberapa penyebab tegangan genset naik turun, Anda bisa mengatasi masalah tidak stabilnya tegangan genset dengan beberapa cara berikut ini:

Pastikan bahan bakar genset sudah sesuai

Mesin membutuhkan bahan bakar untuk bekerja dengan baik, karena salah satu penyebab tegangan tidak stabil adalah putaran mesin yang kurang baik. Maka cara pertama yang bisa Anda lakukan adalah memeriksa supply bahan bakar ke mesin.

Periksa apakah bahan bakar yang mengalir pada mesin dalam keadaan bersih atau kotor. Selanjutnya, coba bersihkan saringan bahan bakar. Jika ada penyumbatan, maka segera betulkan saluran bahan bakar yang tersumbat tersebut.

Jika bahan bakar mesin genset normal namun putaran mesin genset masih tidak normal, selanjutnya pastikan pengatur bahan bakar yaitu Governor berfungsi dengan baik.

Pastikan juga kualitas bahan bakar (solar) yang digunakan sesuai spesifikasi mesin genset, sebab bahan bakar berkualitas rendah turut membuat putaran mesin dan tegangan genset naik turun.

Baca juga: Perhatikan Hal Ini Sebelum Mengisi Ulang Bahan Bakar Genset!

Periksa bagian Governor genset

Jika governor bermasalah, mesin genset pun tidak akan bekerja dengan normal karena governor berperan sebagai pengatur supply bahan bakar ke mesin. Tak hanya governor, rangkaian sistem penyalur bahan bakar lainnya yaitu MPU dan actuator valve pun harus dipastikan dalam keadaan baik.

Jika governor sudah diperiksa namun rpm dan tegangan genset masih naik turun, sebaiknya serahkan penyetelan governor kepada teknisi genset berpengalaman agar hasil setelan lebih presisi.

Pastikan kabel masih dalam keadaan baik

Cek setiap kabel dan sambungan yang ada pada genset. Silakan perbaiki jika Anda menemukan kerusakan pada kabel.

Perhatikan juga bagian sambungan atau terminal kabel, karena sambungan yang longgar saja sudah bisa membuat tegangan genset naik turun meski kondisi kabelnya sendiri masih baik. 

Periksa dan ganti AVR genset

Terakhir adalah bagian AVR alias Automatic Voltage Regulator. Coba cek komponen ini, dengan cara melakukan pengaturan tegangan pada AVR, jika pengaturan sudah benar namun tegangan masih tidak stabil maka kemungkinan besar AVR di genset rusak dan harus diganti.

Gunakan multimeter atau voltmeter untuk mengukur tegangan output genset, lalu bandingkan dengan tegangan normal genset yaitu sekitar 220–230 volt (1 phase) atau 380–400 volt (3 phase). Nyalakan genset tanpa beban selama 5–10 menit terlebih dahulu agar suhu dan putaran mesin stabil sebelum dilakukan pengukuran. Jika tegangan kurang dari angka normal, putar potensiometer AVR searah jarum jam sedikit demi sedikit sambil memantau hasil pengukuran; jika tegangan lebih dari normal, putar berlawanan arah jarum jam. 

Sesuaikan Beban dengan Kapasitas Genset

Selain keempat hal di atas, tegangan genset juga bisa naik turun jika beban listrik yang ditarik tidak sesuai dengan kapasitas genset. Genset yang bekerja melebihi kapasitasnya (overload) akan membuat putaran mesin menurun sehingga tegangan ikut naik turun. Pastikan total beban listrik yang tersambung tidak melebihi kapasitas genset (kVA) yang Anda gunakan, dan hindari menyalakan banyak peralatan berdaya besar secara bersamaan.

Setting RPM agar bisa Stabil

Source: unsplash.com

Generator set sendiri cara kerjanya juga didukung oleh adanya automatic voltage regulator (AVR) ketika mesin menyuplai tenaga listrik. Besarnya arus yang melewatinya, AVR nanti juga bisa memberikan arus listrik.

Dimana untuk arusnya sendiri diberikan dengan tujuan agar bisa membuat medan magnet rotor dapat lebih kuat. Sehingga jika bebannya besar, maka arus listrik yang nantinya dihasilkan juga harus lebih besar.

Namun jika hanya menggunakan avr saja tidak cukup jika ingin menjaga rpm tetap stabil. Sehingga jika ingin rpm tetap stabil, maka generator set sendiri sudah dibekali adanya sistem governor.

Rpm sendiri ialah revolusi per menit dimana satuan tersebut juga umumnya dipakai pada frekuensi. Dalam mesin generator sendiri rpm ini erat pengaruhnya pada tegangan dimana ditimbulkan nantinya.

Sehingga anda harus melakukan setting agar voltase genset tetap dan stabil serta mengetahui cara meningkatkan RPM di generator diesel atau menurunkannya. Umumnya masalah ini dikarenakan mesin jarang diperbaiki.

Hal tersebut mengakibatkan rpm mesin jadi menurun, bahkan anda sendiri tidak menyadarinya. Umumnya masalah ini juga dibarengi dengan adanya penurunan hertz (Hz) pada genset karena keduanya saling berhubungan.

Jika ingin melakukan setting rpm, maka sebaiknya lakukan perbaikan dulu di mesin penggeraknya. Hal itu bisa membantu putaran mesin jadi lebih stabil, setelah itu barulah atur frekuensi voltase dan Hertz-nya.

Baca juga: Permasalahan Pada Genset dan Cara Mengatasinya

Cara Meningkatkan RPM Di Generator Diesel

Tujuan dilakukan setting rpm mesin genset sendiri ditujukan supaya putaran mesin serta voltase-nya bisa stabil di 220 volt. Sehingga harus setting di beberapa alat supaya frekuensi voltase serta Hz stabil.

Caranya sendiri bisa dilakukan dengan mengatur Hz yakni atur baut di stasioner di karburator. Anda bisa mengecek Hz meter agar lebih memastikan hasil penyetelan tadi, umumnya ialah 50/60 Hz.

Sementara itu jika ingin mengatur frekuensi voltase generator, anda bisa atur baut governor. Dimana lokasinya umumnya tidak jauh dengan tangki bahan bakar dimana ada pir guna membuat baut tetap stabil.

Menyetel frekuensi voltase ialah dengan cara memutar baut governor tersebut, apabila tegangannya kurang dari 220 volt, maka putar ke kanan. Begitu pula sebaliknya jika tegangan lebih dari 220 volt.

Apabila genset memakai avr, maka penyetelan juga dilakukan di avr menggunakan cara yang sama seperti pada baut governor. Anda harus tahu cara meningkatkan RPM di generator diesel agar tegangan stabil.

FAQ Seputar Tegangan Genset Gas Naik Turun

1. Apa saja penyebab mesin genset gas naik turun?

Penyebab mesin genset gas naik turun antara lain putaran mesin yang tidak stabil, governor yang bermasalah, kerusakan pada generator, kabel keluaran atau sambungan kabel yang rusak, dan masalah pada AVR genset.

2. Berapa volt tegangan normal genset?

Tegangan normal genset umumnya berkisar 220–230 volt untuk genset 1 phase dan 380–400 volt untuk genset 3 phase.

3. Apakah rpm genset mempengaruhi tegangan?

Ya, rpm genset sangat mempengaruhi tegangan. Rpm normal genset berada di kisaran 1500–1800 rpm; jika rpm turun atau naik dari angka tersebut, tegangan dan frekuensi (Hz) genset ikut naik turun.

4. Bagaimana cara mengatasi tegangan genset yang tidak stabil?

Cara mengatasi tegangan genset yang tidak stabil dilakukan lewat beberapa langkah. Pastikan bahan bakar dalam kondisi baik. Periksa bagian governor. Cek kabel dan sambungan. Setel atau ganti AVR genset apabila diperlukan.

Pilih Genset yang Tetap Stabil dan Minim Gangguan RPM

Tegangan genset yang naik turun tidak hanya mengganggu operasional. Kondisi ini juga bisa mempercepat kerusakan pada mesin dan perangkat yang terhubung.

Apakah genset Anda masih sering mengalami gangguan RPM? Bahkan setelah governor, AVR, dan kabel dirawat secara rutin? Jika ya, mungkin saatnya mempertimbangkan genset dengan kondisi mesin yang lebih andal.

PT Interjaya Suryamegah menyediakan Intergen Genset dengan pilihan genset open maupun genset silent bertenaga mesin MWM, MAN, Perkins, Mitsubishi, dan Lombardini yang dirancang untuk menjaga putaran mesin dan tegangan tetap stabil. Hubungi tim kami untuk konsultasi kebutuhan genset sesuai kapasitas dan penggunaan Anda.

HEAD OFFICE
Jl. Rungkut Industri III no. 45 Surabaya 60293 – Indonesia

Phone: +623199850000
Fax: +623199851477
Email: support@interjaya.com
Facebook: Interjaya Suryamegah
Instagram: Interjaya Suryamegah

intergen-genset

Recent Posts

Cara Memilih Genset untuk Hotel agar Operasional Tetap Berjalan Saat Listrik Padam

Cara memilih genset untuk hotel perlu mempertimbangkan beban listrik prioritas, kapasitas daya, lokasi pemasangan, serta…

1 month ago

Cara Memilih Genset untuk Supermarket agar Produk Tetap Aman Saat Listrik Padam

Cara memilih genset untuk supermarket adalah dengan menghitung total beban listrik perangkat yang harus tetap…

1 month ago

Genset untuk Restoran agar Operasional Tetap Jalan Saat Listrik Padam

Restoran membutuhkan genset untuk restoran agar operasional tetap berjalan ketika listrik padam. Dengan listrik cadangan…

2 months ago

Cara Menjaga Cold Storage Tetap Stabil Saat Listrik Padam dengan Genset yang Tepat

Genset untuk cold storage berfungsi menjaga pasokan listrik cadangan agar sistem pendingin tetap bekerja saat…

2 months ago

Cara Menentukan Jadwal Pengujian Genset untuk Gedung dan Pabrik

Genset merupakan bagian penting dari sistem cadangan listrik pada gedung dan pabrik. Namun, keberadaan genset…

2 months ago

Cara Menyimpan Bahan Bakar Genset agar Kualitasnya Tetap Terjaga

Bahan bakar genset perlu disimpan dengan cara yang tepat agar tidak tercampur air, debu, maupun…

2 months ago

This website uses cookies.