Memilih genset apartemen bukan sekadar soal membeli mesin cadangan. Anda perlu memastikan bahwa genset mampu mencakup kebutuhan beban darurat, sesuai dengan peraturan, ramah lingkungan, dan efisien secara biaya. Dalam proyek pembangunan atau renovasi apartemen, genset menjadi salah satu komponen vital untuk menjamin keberlangsungan operasional, terutama pada sistem penting seperti lift, pompa air, dan penerangan darurat.
Jika Anda adalah pengelola, developer, atau kontraktor yang bertanggung jawab menyediakan sistem genset untuk apartemen, berikut panduan lengkap yang akan membantu Anda menentukan pilihan terbaik.
Page Contents
Apartemen merupakan hunian vertikal yang sangat bergantung pada kelistrikan. Ketika listrik PLN padam, hal-hal berikut bisa terganggu:
Oleh karena itu, genset apartemen harus dirancang untuk menyalakan beban penting, bukan seluruh gedung secara penuh.
Langkah pertama adalah memahami untuk apa genset akan digunakan. Dalam apartemen, genset umumnya tidak dirancang untuk menggantikan listrik PLN secara keseluruhan, melainkan sebagai backup power untuk beban-beban kritis, seperti:
Dengan memahami ruang lingkup penggunaan ini, Anda bisa menentukan kapasitas dan jenis genset yang sesuai tanpa overbudget.
Langkah pertama adalah mengidentifikasi beban kritis—komponen yang wajib tetap hidup saat listrik padam. Biasanya meliputi:
Contoh perhitungan sederhana:
Jika total beban kritis Anda 80 kW, maka genset ideal berada pada kisaran 100–110 kVA. Anda juga harus mempertimbangkan starting current dari motor (pompa, lift) yang biasanya membutuhkan lonjakan daya awal tinggi.
Terdapat dua tipe utama:
a. Genset Open Type
b. Genset Silent Type (Canopy atau Container)
Untuk mengetahui keduanya lebih dalam, simak artikel berjudul Genset Open vs Genset Silent: Apa Perbedaannya dan Mana yang Lebih Baik?
Lokasi penempatan genset apartemen turut mempengaruhi biaya instalasi dan sistem pendukungnya.
Setiap pilihan punya implikasi pada biaya logistik, sistem knalpot, pembuangan panas, dan keamanan.
Pastikan sistem genset apartemen dilengkapi dengan Automatic Transfer Switch (ATS). ATS memungkinkan perpindahan daya dari PLN ke genset secara otomatis saat terjadi pemadaman.
Manfaatnya:
ATS biasanya terintegrasi dalam panel kontrol dan harus dikonfigurasi oleh teknisi listrik yang berpengalaman. Untuk mengetahui lebih dalam seputar ATS, simak artikel berjudul Mengenal Panel ATS: Definisi, Fungsi dan Cara Kerjanya.
Genset untuk apartemen umumnya menggunakan solar (diesel) karena efisiensi bahan bakar, umur mesin yang panjang, dan daya torsi yang lebih besar.
Hal-hal yang perlu Anda perhatikan:
Biaya instalasi genset untuk apartemen bisa sangat bervariasi tergantung kapasitas, lokasi, hingga sistem kontrol. Meskipun setiap proyek punya kebutuhan unik, berikut komponen umum yang mempengaruhi total biaya:
Agar estimasi lebih akurat, konsultasi dengan penyedia genset terpercaya yang bisa melakukan survei lokasi adalah langkah terbaik.
PT Interjaya Surya Megah menjual genset untuk kebutuhan apartemen dengan berbagai engine dengan kualitas terbaik seperti Genset powered by engine MWM, MAN, Perkins, Mitsubishi, dan Lombardini. Segera hubungi dan konsultasikan kebutuhan genset Anda bersama kami.
HEAD OFFICE
Jl. Rungkut Industri III no. 45 Surabaya 60293 – Indonesia
Phone: +623199850000
Fax: +623199851477
Email: support@interjaya.com
Facebook: Interjaya Suryamegah
Instagram: Interjaya Suryamegah
Genset terlihat sehat tapi gagal saat dibutuhkan biasanya disebabkan oleh metode pengujian yang tidak tepat,…
Genset solar tidak mau hidup saat start umumnya bukan karena kerusakan mesin, melainkan akibat kesalahan…
Genset berkapasitas besar tidak stabil biasanya bukan karena kekurangan daya, tetapi karena desain sistem backup…
Genset drop saat beban puncak pabrik umumnya bukan karena kapasitas yang kurang, melainkan akibat distribusi…
Genset gagal saat blackout meski terawat biasanya bukan disebabkan oleh kondisi mesin, melainkan karena sistem…
Sistem backup listrik proyek konstruksi tidak sinkron biasanya disebabkan oleh perencanaan genset yang terlambat, koordinasi…
This website uses cookies.