Genset untuk data center perlu ditentukan berdasarkan beban kritis, profil dan urutan masuknya beban, kebutuhan UPS, durasi backup, rating operasi, serta redundansi. 

Tahap penentuannya meliputi:

  1. Menentukan beban data center yang harus tetap menyala.
  2. Memahami hubungan genset, UPS, dan sistem transfer.
  3. Menentukan kebutuhan kapasitas berdasarkan profil beban.
  4. Menentukan durasi backup dan rating operasi genset.
  5. Menentukan jumlah unit berdasarkan kebutuhan redundansi.
  6. Memeriksa kesesuaian genset dengan kondisi instalasi.
  7. Memverifikasi kemampuan seluruh sistem daya cadangan.

Kesalahan menentukan genset data center tidak selalu terjadi karena kapasitas terlalu kecil. Kapasitas yang terlihat mencukupi pun dapat bermasalah apabila starting beban pendinginan, kebutuhan input UPS, pertumbuhan fasilitas, atau skenario satu genset tidak tersedia belum diperhitungkan.

Catatan: Perancangan sistem daya cadangan data center melibatkan instalasi listrik dan peralatan kritis. Kapasitas, proteksi, koordinasi UPS-genset, konfigurasi redundansi, serta sistem transfer perlu diverifikasi berdasarkan data teknis peralatan, desain kelistrikan, rekomendasi produsen, dan tenaga profesional yang kompeten.

Tentukan Beban Data Center yang Harus Tetap Menyala

Kebutuhan genset ditentukan dari beban yang memang harus tetap mendapat daya ketika sumber utama terganggu, bukan hanya dari luas fasilitas atau total daya seluruh peralatan yang terpasang.

Kelompok bebanContohPrioritas saat listrik padam
Beban ITServer, storage, dan jaringanHarus tetap menyala
Pendinginan kritisCRAC, CRAH, chiller, atau pompaMengikuti kebutuhan termal
Sistem keselamatanProteksi kebakaran dan aksesMengikuti desain sistem
Beban pendukungPenerangan dan area operasionalDipilih berdasarkan prioritas
Beban nonkritisFasilitas yang dapat ditundaDilepas jika tidak diperlukan

Pemetaan tersebut juga menunjukkan beban mana yang dapat dilepas apabila kapasitas daya cadangan terbatas. Dengan demikian, genset tidak harus dibebani oleh fasilitas yang sebenarnya tidak diperlukan selama kondisi gangguan.

Pahami Hubungan Genset, UPS, dan Sistem Transfer

UPS dan genset memiliki fungsi berbeda tetapi harus bekerja sebagai satu sistem. UPS menopang beban kritis selama perpindahan sumber daya, sementara genset mengambil alih untuk menyediakan daya dalam durasi lebih panjang.

KomponenFungsi utama
UPSMenopang beban kritis sebelum genset siap
GensetMenyediakan daya cadangan dalam durasi lebih panjang
Sistem transferMengelola perpindahan antarsumber daya
Panel distribusiMenyalurkan daya ke kelompok beban
Sistem proteksiMelindungi unit, instalasi, dan beban

Pada sisi perpindahan sumber, Anda dapat memahami lebih lanjut fungsi ATS pada sistem genset melalui artikel Intergen mengenai panel ATS. ATS digunakan untuk mengalihkan suplai antara sumber listrik utama dan genset secara otomatis.

Tentukan Kebutuhan Kapasitas dari Profil Beban Data Center

Kapasitas genset data center perlu ditentukan dari profil beban yang benar-benar akan dilayani pada kondisi gangguan. Data yang dihimpun harus mencakup beban IT, UPS, pendinginan, sistem keselamatan, fasilitas pendukung, starting motor, dan rencana pertumbuhan.

1. Gunakan Data Beban dari Titik Pengukuran yang Tepat

Tentukan apakah pengukuran berasal dari keluaran UPS, input UPS, atau panel distribusi. Jika kebutuhan sudah dihitung pada sisi input UPS, beban IT yang dilayani UPS jangan ditambahkan kembali karena dapat menyebabkan penghitungan ganda.

Jika data berasal dari sisi keluaran UPS, kebutuhan pada sisi input dan karakteristik UPS masih perlu diperiksa.

2. Periksa Kebutuhan Input dan Pengisian Baterai UPS

Daya yang diterima UPS tidak selalu sama dengan daya yang diterima beban IT. Gunakan data teknis UPS untuk memeriksa:

  • efisiensi pada tingkat beban yang relevan;
  • kebutuhan daya pada sisi input;
  • kapasitas dan pengaturan pengisian baterai;
  • waktu dimulainya pengisian kembali setelah gangguan; dan
  • kemungkinan pembatasan pengisian ketika genset beroperasi.

3. Petakan Starting dan Urutan Masuknya Beban

Pompa, kipas, kompresor, chiller, dan peralatan bermotor dapat membutuhkan daya lebih besar saat mulai bekerja. Periksa:

  • peralatan yang sudah beroperasi sebelum beban baru masuk;
  • kebutuhan starting setiap peralatan;
  • metode starting yang digunakan;
  • jeda waktu antarbeban;
  • beban yang dapat masuk bersamaan; dan
  • kemampuan genset menerima perubahan beban tersebut.

4. Periksa Dampak Rencana Pertumbuhan Data Center

Rencana penambahan rack dan beban IT perlu diperhitungkan bersama dampaknya terhadap UPS, pendinginan, distribusi daya, dan fasilitas pendukung.

Karena itu, pertumbuhan sebaiknya dipetakan per kelompok beban, bukan hanya ditambahkan sebagai satu persentase margin pada hasil akhir. Penambahan beban IT dapat turut meningkatkan kebutuhan UPS dan pendinginan.

5. Bandingkan Beberapa Skenario Operasi

Sebelum menentukan kapasitas genset untuk pusat data, bandingkan beberapa kondisi berikut:

  1. seluruh beban prioritas beroperasi;
  2. sistem pendinginan mulai bekerja;
  3. beban masuk secara bertahap setelah genset aktif;
  4. baterai UPS menjalani pengisian kembali;
  5. beban bertambah sesuai rencana ekspansi; dan
  6. satu unit genset tidak tersedia.

Skenario dengan kebutuhan tertinggi menjadi dasar awal pemilihan kapasitas, tetapi belum otomatis menjadi rating genset final.

6. Verifikasi Kebutuhan dengan Kemampuan Aktual Genset

Hasil pemetaan kemudian perlu dibandingkan dengan:

  • kemampuan genset menerima step load;
  • karakteristik mesin dan alternator;
  • batas perubahan tegangan dan frekuensi;
  • rating operasi;
  • konfigurasi redundansi;
  • kondisi lingkungan instalasi; dan
  • rekomendasi produsen.

Dua genset dengan angka kVA yang sama belum tentu mempunyai respons yang sama terhadap karakter beban data center.

Tabel berikut dapat digunakan untuk memeriksa data yang dibutuhkan sebelum menentukan kapasitas.

Kelompok bebanData yang diperiksaRisiko jika tidak diperhitungkan
Beban IT dan UPSTitik pengukuran, input UPS, efisiensi, dan pengisian bateraiPenghitungan ganda atau kebutuhan terlalu rendah
Sistem pendinginanDaya operasi, starting, dan urutan masukLonjakan beban saat pendinginan mulai bekerja
Sistem keselamatanDaya dan prioritas operasiSistem kritis tidak mendapat pasokan
Beban pendukungPeralatan yang tetap aktifKapasitas digunakan oleh beban yang tidak diprioritaskan
Rencana pertumbuhanPenambahan rack, UPS, dan pendinginanKapasitas tidak mencukupi ketika fasilitas berkembang
Voza Office Tower

Tentukan Durasi Backup dan Rating Genset

Setelah kapasitas awal diketahui, tentukan berapa lama genset perlu beroperasi dan rating yang sesuai dengan pola penggunaannya. Keduanya memengaruhi pemilihan unit maupun kebutuhan bahan bakar.

1. Periksa Rating Sesuai Pola Penggunaan

Standby, prime, dan continuous memiliki pola penggunaan dan ketentuan operasi berbeda. Karena itu, rating tidak boleh dipilih hanya berdasarkan angka daya terbesar.

Pembahasan lebih rinci mengenai perbedaan rating genset dapat digunakan untuk memahami fungsi masing-masing rating.

2. Hitung Kebutuhan Bahan Bakar Berdasarkan Durasi Backup

Estimasi bahan bakar perlu menggunakan konsumsi pada beban aktual dan target durasi backup.

Kebutuhan bahan bakar = konsumsi per jam pada beban aktual × durasi backup

Hasilnya kemudian disesuaikan dengan kapasitas tangki, sistem penyimpanan, serta prosedur pengisian bahan bakar di fasilitas.

Tentukan Jumlah Genset Berdasarkan Kebutuhan Redundansi

Jumlah genset perlu ditentukan dari kapasitas yang masih tersedia ketika satu unit gagal atau menjalani perawatan, bukan hanya dari banyaknya unit yang terpasang.

1. Hitung Kapasitas yang Tersedia Saat Satu Unit Tidak Beroperasi

Pada konfigurasi N+1, tersedia satu kapasitas tambahan di atas kebutuhan minimum N. Pada konfigurasi 2N, secara sederhana tersedia dua kapasitas penuh yang dirancang untuk melayani kebutuhan N.

2. Periksa Titik Kegagalan pada Komponen Pendukung

Redundansi genset tidak cukup apabila sistem transfer, distribusi, kontrol, atau komponen pendukung lainnya tetap menjadi satu titik kegagalan.

Uptime Institute juga menjelaskan bahwa istilah seperti N+1 atau 2N pada komponen saja tidak otomatis menentukan tingkat Tier suatu data center. Jalur distribusi dan konfigurasi sistem secara keseluruhan juga menjadi bagian dari penilaian.

The Rosebay

Pastikan Genset Sesuai dengan Kondisi Instalasi Data Center

Genset harus sesuai dengan ruang yang tersedia, kebutuhan ventilasi, jalur gas buang, sistem bahan bakar, batas kebisingan, dan akses perawatan. Faktor tersebut perlu diperiksa bersamaan dengan kapasitas dan konfigurasi genset.

Setelah tipe, ukuran, dan konfigurasi ditentukan, hasil pemilihan perlu diverifikasi bersama UPS dan sistem transfer agar seluruh komponen dapat bekerja sebagai satu sistem daya cadangan.

FAQ Seputar Genset untuk Data Center

Beberapa pertanyaan berikut dapat membantu memperjelas pertimbangan sebelum menentukan genset dan sistem daya cadangan data center.

1. Berapa kapasitas genset yang dibutuhkan data center?

Kapasitasnya bergantung pada beban kritis, kebutuhan input UPS, pendinginan, starting load, rencana ekspansi, dan redundansi. Karena itu, kapasitas genset data center tidak dapat ditentukan hanya dari jumlah rack atau total kVA peralatan yang terpasang.

2. Apakah data center tetap membutuhkan UPS jika sudah memiliki genset?

Ya, apabila desain sistem membutuhkan beban kritis tetap tersuplai selama genset mulai bekerja dan perpindahan sumber berlangsung. UPS dan genset menjalankan fungsi berbeda dalam sistem daya cadangan.

3. Apakah genset berkapasitas lebih besar selalu lebih baik?

Tidak. Kapasitas yang lebih besar belum tentu lebih sesuai. Pemilihan tetap perlu mempertimbangkan profil beban, rating operasi, respons terhadap perubahan beban, rencana pertumbuhan, dan konfigurasi sistem.

4. Apa perbedaan redundansi N+1 dan 2N pada sistem genset?

N+1 menyediakan satu kapasitas tambahan di atas kebutuhan minimum N, sedangkan 2N menyediakan dua set kapasitas untuk kebutuhan N. Penerapannya tetap bergantung pada arsitektur daya dan jalur distribusi data center.

5. Apakah UPS, ATS, dan genset menjamin zero downtime?

Tidak otomatis. Keandalan sistem tetap bergantung pada desain, koordinasi antarkomponen, redundansi, proteksi, pemeliharaan, serta pengujian seluruh sistem dalam skenario gangguan.

Verifikasi Sistem Sebelum Genset Digunakan

Verifikasi tidak cukup dilakukan dengan memastikan genset dapat menyala tanpa beban. Genset perlu diuji sebagai bagian dari sistem yang bekerja bersama UPS, sistem transfer, panel distribusi, proteksi, dan beban data center.

Verifikasi mencakup:

  • perpindahan daya ketika sumber utama terputus;
  • waktu yang diperlukan sampai genset siap menyuplai daya;
  • kemampuan UPS menopang beban selama transisi;
  • urutan masuknya beban;
  • respons genset terhadap perubahan beban;
  • kestabilan tegangan dan frekuensi;
  • fungsi alarm serta sistem proteksi;
  • operasi ketika satu unit tidak tersedia; dan
  • perpindahan kembali ke sumber listrik utama.

Hasil verifikasi digunakan untuk memastikan seluruh komponen dapat bekerja sesuai skenario gangguan yang direncanakan, bukan sekadar memastikan setiap perangkat dapat beroperasi secara terpisah.

Kesimpulan

Genset untuk data center tidak sebaiknya dipilih hanya berdasarkan kapasitas kVA. Jika beban kritis telah dipetakan, gunakan profil beban dan skenario operasi untuk menentukan kapasitas. Jika beban harus tetap terlayani ketika satu unit tidak tersedia, periksa konfigurasi redundansinya. Setelah kapasitas, rating, durasi backup, dan konfigurasi ditentukan, verifikasi seluruh sistem bersama UPS dan sistem transfer sebelum digunakan.

Rancang Genset Data Center Berdasarkan Kebutuhan Sistem

PT Interjaya Suryamegah menyediakan Intergen Genset dengan pilihan tipe genset open maupun genset silent untuk kebutuhan daya cadangan. Konsultasikan profil beban, durasi backup, pola perpindahan daya, rencana pertumbuhan, dan kebutuhan redundansi agar kapasitas serta konfigurasi genset dapat disesuaikan dengan kondisi data center Anda.

HEAD OFFICE
Jl. Rungkut Industri III no. 45 Surabaya 60293 – Indonesia

Phone: +623199850000
Fax: +623199851477 
Email: support@interjaya.com 
Facebook: Interjaya Suryamegah
Instagram: Interjaya Suryamegah

Referensi

Uptime Institute. (2017). Myths and misconceptions regarding the Uptime Institute’s Tier System. Uptime Institute Journal. https://journal.uptimeinstitute.com/myths-and-misconceptions-regarding-the-uptime-institutes-tier-certification-system