INTERGEN GENSET - Solusi untuk kebutuhan genset anda.

Month: September 2021

Tips Memilih Genset untuk Rumah Sakit dengan Tepat

Kebutuhan rumah sakit yang cukup tinggi, menyebabkan kebutuhan listrik cadangan diperlukan. Maka dari itu kami akan memberikan tips memilih genset untuk rumah sakit, yang pastinya akan membantu Anda dalam menentukan jenis genset yang tepat.

Penggunaan generator set memang memiliki beragam manfaat, selain sebagai cadangan energi, genset juga memiliki peran penting bagi rumah sakit. Tentunya rumah sakit membutuhkan energi cukup besar, agar bisa mengoperasikan berbagai peralatan.

Tips memilih genset untuk rumah sakit tidak sulit, sebab kita bisa menentukan sendiri jenis generator set seperti apa yang dibutuhkan, serta seberapa kuat kebutuhan daya listrik. Selain kapasitas, merek mesin genset juga harus Anda pertimbangkan karena berkaitan dengan kualitas. Beberapa merek mesin genset berkualitas yang bisa Anda pilih adalah Genset Perkins, Genset Cummins, Genset MWM, dan masih banyak lagi.

Apalagi rumah sakit selalu berkaitan dengan penyelamatan nyawa seseorang, sehingga jika terjadi pemadaman listrik secara tiba-tiba, hal tersebut tidak bisa dibiarkan. Sehingga fungsi generator set, memang memiliki peranan yang cukup penting.

Tips Memilih Genset untuk Rumah Sakit

Banyak sekali faktor penentu, bagi pembeli untuk menentukan jenis generator set yang tepat. Sebab selain menyesuaikan dengan kebutuhan, Anda juga harus bisa mempertimbangkan hal lainnya seperti bahan bakar, juga jaminan serta garansi dari pabrik. 

  1. Perhatikan Tipe dan Karakteristik Genset

Generator set terbagi menjadi dua jenis, yaitu Silent dan Open. Untuk tipe Silent, memiliki kelebihan yaitu saat mesin menyala tidak menimbulkan kebisingan, karena memiliki tingkat desibel cukup rendah untuk meredam suara.

Tipe generator set Open, menimbulkan suara bising saat mesin menyala, sehingga lebih banyak digunakan pada pabrik-pabrik yang berlokasi di luar ruangan. Sehingga tips memilih genset untuk rumah sakit, yang lebih cocok untuk digunakan adalah tipe Silent.

  1. Memilih Generator Set sesuai dengan Kebutuhan

Faktor ini sangat penting, sebab kebutuhan Anda akan genset akan mempengaruhi pilihan generator set nantinya. Jangan lupa juga untuk menyesuaikan daya kekuatan listrik, yang nantinya akan Anda tanggung.

Pastikan bahwa kapasitas listrik pada rumah sakit atau bangunan lainnya mencukupi, sehingga genset tersebut dapat menyediakan cadangan energi yang cukup bagi rumah sakit.

  1. Pastikan Tersedia Jaminan Garansi dan Sparepart

Jangan lupa sebelum membeli genset, perhatikan terlebih dulu apakah mesin tersebut memiliki garansi atau tidak dari pabrik. Dengan memiliki mesin bergaransi resmi, maka Anda akan lebih merasa aman saat menggunakannya.

Tips memilih genset untuk rumah sakit adalah memastikan bahwa pilihan generator set, menyediakan sparepart yang mudah ditemukan. Sebab jika tidak, nantinya Anda akan kesulitan sendiri dalam menemukan sparepart yang sesuai, dengan generator set milik Anda. 

  1. Pilihlah Genset yang Irit Penggunaannya

Pemakaian generator set dalam waktu yang lama, pasti akan menimbulkan pengeluaran lain, seperti servis secara rutin, penggantian oli, serta biaya bahan bakar. Jika digunakan dalam waktu cukup lama, pastinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Manfaat Penggunaan Genset untuk Rumah Sakit 

Bagi rumah sakit, energi listrik cadangan sangat dibutuhkan. Sebab hampir lebih dari 24 jam, listrik akan selalu digunakan. Apalagi sering terjadi kondisi tidak terduga, sehingga penggunaan peralatan kesehatan harus selalu siap untuk digunakan.

  1. Melindungi Nyawa Banyak Orang

Disaat kondisi darurat datang, pihak rumah sakit harus siap siaga untuk menangani pasien tersebut. Tentunya saat dokter atau perawat sedang menangani pasien, akan dibutuhkan peralatan medis bertekanan tinggi.

  1. Menjaga agar Peralatan Kesehatan Tetap Berfungsi

Pemadaman listrik atau kerusakan yang terjadi pada energi listrik, sulit untuk diprediksi. Sehingga peranan generator set pada rumah sakit sangat penting, agar bisa menyediakan energi listrik yang dibutuhkan setiap saat.

Peralatan medis rata-rata memiliki tekanan listrik yang cukup tinggi, dengan hadirnya genset sebagai cadangan energi, maka listrik dapat sepenuhnya digunakan untuk proses penanganan pada setiap pasien.

  1. Pelayanan Bisa Tetap Berjalan

Tips memilih genset untuk rumah sakit yang dapat bermanfaat selanjutnya adalah, menjaga agar pelayanan bisa tetap berjalan bagi setiap pasien. 

Dengan hadirnya generator set pada rumah sakit, maka pelayanan terhadap pasien tidak akan terhalang. Pihak rumah sakit dapat siap sedia setiap saat, tanpa terhalang oleh kebutuhan energi listrik.

  1. Meminimalisir Pengeluaran Anggaran 

Dengan memiliki genset memang membuat pengeluaran cukup besar, untuk perawatan serta penggantian sparepart dan kebutuhan lainnya. Namun dengan memiliki genset, Anda dapat meminimalkan pengeluaran akan kerusakan atau masalah yang terjadi pada listrik.

Selain itu dengan memilih genset berkualitas, Anda tetap bisa menghemat biaya dengan membeli generator set yang irit akan biaya penggunaan. Sehingga biaya servis atau pembelian sparepart, akan mengeluarkan biaya yang lebih kecil.

Kebutuhan Generator Set di Rumah Sakit

Kebutuhan listrik di rumah sakit, tidak bisa hanya mengandalkan suplai listrik dari PLN. Sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat, tentunya pihak pelayanan kesehatan harus selalu siap siaga dalam menangani pasien yang sedang dalam kondisi tidak baik. 

Apalagi suplai listrik dari PLN tidak selalu dalam keadaan stabil, terkadang terjadi pemadaman listrik yang tidak bisa diprediksi atau kerusakan pada sistemnya. Sehingga jika tidak memiliki cadangan listrik dari genset, pelayanan terhadap pasien akan terganggu.

Generator set bisa menjadi solusi, bagi asupan listrik untuk rumah sakit. Penggunaan genset juga tidak terlepas dari perawatan serta pengecekan kondisi mesin secara berkala, untuk mencegah terjadinya kerusakan-kerusakan tidak terduga.

Rumah sakit sebagai pusat pelayanan kesehatan, pasti akan selalu membutuhkan suplai listrik setiap saat. Sehingga tips memilih genset untuk rumah sakit, sangat penting untuk Anda ketahui.

Jika Anda sedang mencari genset dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau PT Interjaya Surya Megah adalah jawaban untuk Anda. Sebagai distributor resmi Genset di Indonesia, kami menjual berbagai macam genset seperti Genset MWM, MAN, Perkins, Cummins, Mitsubishi, dan Lombardini. Jangan ragu untuk menghubungi kami, dan mengkonsultasikan kebutuhan genset Anda bersama dengan kami.

Tips Mengganti dan Merawat Oli Genset dengan Benar

Bagi Anda yang memiliki genset di rumah dan bingung bagaimana merawatnya, kami akan memberikan tips mengganti dan merawat oli genset dengan baik dan benar. Dengan begitu, generator set Anda akan lebih awet dan tidak mudah rusak.

Seperti mesin pada umumnya, perawatan serta pengecekan secara berkala perlu dilakukan. Apalagi jika mesin tersebut sering digunakan, maka perawatan secara rutin harus dilakukan oleh sang pemilik.

Tips mengganti dan merawat oli genset tentunya tidak sulit, dan dapat dilakukan oleh Anda sendiri. Genset atau generator set, pada umumnya digunakan pada bangunan-bangunan dengan daya listrik cukup besar, seperti sekolah, supermarket atau gedung perkantoran.

Fungsinya adalah sebagai cadangan listrik jika terjadi keadaan darurat, seperti tiba-tiba listrik padam. Maka peran genset adalah sebagai energi alternatif, yang bekerja dengan mengubah energi kimia dari bahan bakar menjadi energi mekanik.

Tips Mengganti dan Merawat Oli Genset 

Tentunya oil pada generator set perlu diganti secara berkala, agar mesin tersebut dapat beroperasi dengan baik dan tenaga menjadi lebih stabil. Ada baiknya bagi Anda untuk mengganti oli, setiap 20 atau 500 jam setelah beroperasi.

  1. Matikan Mesin

Sebelum mengganti oli, atau melakukan pengecekan pada mesin genset, sebaiknya pastikan terlebih dahulu bahwa genset dalam keadaan mati. Dengan begitu proses penggantian oli, atau pengecekan pada bagian genset yang lain akan lebih aman dilakukan. 

  1. Pastikan Bahwa Mesin dalam Keadaan Bersih

Kebersihan pada bagian dalam maupun luar mesin, juga perlu pemilik jaga. Biasanya di setiap penggantian oli, akan ada oli yang tercecer atau ada bagian pada mesin yang mengalami karat atau korosif.

Hal ini mudah terjadi, karena material dasar dari genset adalah besi, sehingga wajar terjadi jika bagian tertentu pada mesin mengalami korosi. Maka dari itu perawatan secara rutin, penting untuk dilakukan untuk mencegah timbulnya debu, sisa minyak atau oli pada mesin.

  1. Menyiapkan Beberapa Peralatan

Sebelum melakukan pengecekan terhadap mesin ataupun saat hendak mengganti oli, kami sarankan untuk menyiapkan beberapa peralatan, seperti wadah untuk menyimpan cairan bekas, corong pengisi, filter atau saringan, lap kain, serta kunci-kunci.

Tips mengganti dan merawat oli genset tersebut, akan berguna dan sebaiknya Anda persiapkan terlebih dulu sebelum melakukan penggantian oli. Agar saat penggantian, Anda tidak repot untuk mencari peralatan tersebut. 

Cara Mengganti Oli Genset dengan Benar

Mengganti oli pada generator set tidak sulit, dan jika Anda mengikuti tahapannya dengan baik dan benar, maka proses penggantian tidak akan memakan banyak waktu. Peralatan yang diperlukan juga tidak banyak, berikut tahapan mengganti oli pada genset.

  1. Membuka Seal Oli bagian Bawah

Untuk mengganti oli, pemilik juga harus mengeluarkan cairan lama yang tidak terpakai. Caranya dengan membuka seal bagian bawah, jangan lupa untuk menyiapkan wadah untuk menampung cairan bekas tersebut.

Tips mengganti dan merawat oli genset ini kira-kira membutuhkan waktu 5 menit, untuk menunggu hingga sisa oli dapat keluar sepenuhnya. Pastikan bahwa cairan tersebut sudah keluar, dan tidak ada sisa-sisa yang menetes.

  1. Isi Oli dengan Corong Pengisi

Setelah menyiapkan peralatan serta oli yang direkomendasikan oleh pabrik, Anda bisa ke tahap selanjutnya yaitu mengisi oli dengan corong pengisi. Saat mengisi, pastikan bahwa cairan yang akan masuk sudah disaring terlebih dahulu menggunakan filter.

Kemudian masukkan oli ke dalam mesin menggunakan corong, dan hati-hati agar cairan tersebut tidak berceceran ke mesin atau ke lantai. Anda bisa menggunakan lap kain, untuk mengelap ceceran cairan pada bagian-bagian generator set.

  1. Memasang Mur pada Mesin

Tahap selanjutnya adalah memastikan bahwa mur pada seal bagian bawah, dan atas sudah terpasang dengan baik. Dan jangan lupa untuk memastikan bahwa cairan yang sudah terisi, tidak melebihi batas seal penuh dan sesuai dengan standar kebutuhan oli.

Merawat Oli Genset sesuai dengan Prosedur

Setelah mengganti oli, jangan lupa juga bagi pemilik untuk melakukan perawatan secara rutin. Tentunya tips mengganti dan merawat oli genset ini akan berguna, untuk membuat usia mesin bisa tahan lama dan tidak mudah rusak.

  1. Mengganti Spare Part yang Usang

Seiring dengan masa pemakaian, pasti spare part pada mesin akan mengalami penurunan kualitas. Dengan begitu pengecekan secara berkala perlu dilakukan, untuk mencegah kerusakan lebih parah yang dapat terjadi pada mesin saat sedang digunakan.

  1. Memastikan Bahan Bakar tidak Kosong

Hal ini sering terjadi, dan biasanya sang pemilik baru menyadarinya saat mesin sedang digunakan. Pastikan bahwa bahan bakar memang terisi cukup, sebelum menggunakannya, sebab jika menyalakan genset saat bahan bakar habis bisa membuat genset mudah rusak.

  1. Memeriksa Kabel-Kabel Instrumen secara Berkala

Kabel-kabel instrumen pada generator set juga tidak kalah penting, sebab peralatan ini memiliki peranan penting saat mesin sedang bekerja. Jika salah satu kabel yang rusak atau putus, bisa berakibat fatal bagi mesin nantinya.

Jangan lupa bagi pemilik genset, untuk memperhatikan dan merawat mesin secara teratur. Karena mesin membutuhkan perawatan optimal, agar memiliki tenaga stabil untuk bekerja. Anda bisa mengaplikasikan tips mengganti dan merawat oli genset, untuk mesin Anda.

Dapatkan genset impian Anda dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau di PT Interjaya Surya Megah. Kami adalah distributor resmi Genset di Indonesia yang menjual berbagai macam genset seperti Genset MWM, MAN, Perkins, Cummins, Mitsubishi, dan Lombardini . Segera hubungi kami untuk pemesanan dan mengkonsultasikan kebutuhan genset Anda bersama dengan kami.

Cara Memilih Genset dan Stabilizer untuk Pemula

Cara memilih genset dan stabilizer harus dipahami dengan baik oleh para teknisi. Terlebih untuk Anda para pemula. Genset dan stabilizer merupakan dua perangkat yang sangat penting dalam berbagai bidang. 

Tujuannya tentu saja agar proses produksi bisa berjalan dengan baik sesuai ekspektasi masing-masing. Seperti kita ketahui, mengandalkan listrik dari PLN saja tidak cukup untuk membuat produksi terus berjalan. 

Seringkali terjadi pemadaman sementara yang bisa membuat produksi tersendat. Parahnya, hal ini bisa memberikan kerugian besar untuk usaha Anda.

Karenanya diperlukan energi sekunder yang bisa menunjang kelancaran proses produksi itu sendiri. Dalam hal ini, solusi terbaik adalah memiliki genset. Genset adalah sebuah perangkat kelistrikan yang bisa menyimpan dan menyalurkan energi cadangan dengan baik.

Cara Memilih Genset dan Stabilizer yang Tepat

Untuk memilih genset dan stabilizer yang tepat, tentu saja ada beberapa langkah penting yang harus Anda lakukan. Jangan sampai Anda menyepelekan hal ini karena salah memilih bisa menyebabkan terjadinya risiko besar. 

Mulai dari kerusakan perangkat sampai ledakan bisa terjadi kapan saja. Anda bisa melakukan riset sendiri dan membuat keputusan, atau bisa juga dengan berkonsultasi kepada mereka yang benar-benar memiliki kapasitas di bidang tersebut. ikuti penjelasan selengkapnya.

  1. Hitung kebutuhan daya.

Hal pertama yang harus Anda lakukan saat hendak memilih genset dan stabilizer adalah menghitung kebutuhan daya yang diperlukan oleh rumah itu sendiri. 

Umumnya PLN menggunakan satuan Kilo Watt saat melakukan penghitungan jumlah daya. Namun saat hendak memilih genset, umumnya perangkat satu ini menggunakan satuan ukuran kVa. 1 kVa ini sendiri sebanding dengan 800 Watt atau 0,8 kW. 

Jadi kalau ada sebuah bangunan yang memiliki daya sekitar 2000 Watt, secara otomatis Anda membutuhkan genset dengan daya minimal 2,5 kVa. Angka ini diambil dari 20000 / 0.8 = 2,5 kVa.

  1. Pilih yang dayanya melampaui kebutuhan

Cara memilih genset dan stabilizer selanjutnya adalah menyesuaikannya dengan kebutuhan. Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dari hal ini. Diantaranya adalah mengurangi resiko kerusakan dan menjaga mesin genset Anda tetap awet meski digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Selain itu Anda juga harus mempertimbangkan kemungkinan penambahan perangkat elektronik lainnya yang bisa menambah beban. Jangan sampai daya genset tidak memenuhi akibat penambahan barang tersebut. Ini bisa membuat genset dan barang baru jadi mudah rusak.

  1. Perhatikan kualitas dan harga

Selain beberapa poin di atas, cara memilih genset dan stabilizer yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah kualitas dan harga. Pastikan Anda membeli produk yang sudah terjamin kualitasnya. Jangan membeli produk sembarangan.

Dalam hal ini Anda bisa memperhatikan bagaimana spesifikasi, review, reputasi dan faktor kredibilitas lainnya dari seorang penjual. Pastikan juga untuk memilih perangkat yang sesuai dengan anggaran yang dimiliki. Jangan memaksakan diri.

  1. Tanyakan ke ahlinya

Jika Anda masih ragu dengan beberapa penjelasan yang sudah kami jelaskan di atas, cara memilih genset dan stabilizer lain yang harus Anda lakukan adalah bertanya kepada ahlinya. Tentu saja Anda bisa berkonsultasi kepada rekan yang sudah berpengalaman di dalam.

Atau bisa juga dengan berkonsultasi terlebih dahulu kepada penyedia produk genset yang terpercaya. Biasanya penyedia yang berkualitas selalu menyediakan fitur layanan konsultasi gratis untuk memenuhi rasa penasaran dari para konsumennya.

  1. Pahami jenis perangkat

Bagi Anda yang hendak membeli stabilizer, sangat patut untuk memahami kalau perangkat stabilizer ini terdiri dari dua jenis dari mulai sistem servo dan sistem relay. Sejauh ini sistem servo memiliki peminat yang jauh lebih tinggi karena kinerjanya jauh lebih sederhana.

Sedangkan jenis lainnya adalah sistem relay yang memiliki indikator khusus untuk memperlihatkan kalau perpindahan voltase dalam stabilizer berjalan dengan lancar. Dengan indikator ini, tentu saja proses pengecekan jadi jauh lebih mudah.

  1. Kenali rentang input voltage 

Selain memahami jenis sistem stabilizer yang digunakan, penting juga bagi Anda untuk memahami rentang input voltage yang dimiliki oleh perangkat stabilizer tersebut. Adapun rentang ini adalah kemampuan stabilizer untuk menyesuaikan tegangan pada batas tertentu.

Pastikan untuk memilih rentang yang jauh lebih lebar. Adapun perangkat stabilizer yang banyak digunakan oleh orang-orang masa kini adalah stabilizer dengan rentang 130 V hingga 260 V. Mungkin Anda juga bisa memilih perangkat dengan kapasitas yang sama disini.

  1. Tingkat akurasi pada output voltage

Cara memilih genset dan stabilizer lainnya melihat tingkat akurasi yang ada pada output voltage. Terutama untuk perangkat stabilizer. Tingkat akurasi ini adalah kemampuan stabilizer untuk menghasilkan output voltage yang sesuai dengan kapasitas.

Misalnya tertulis akurasi Output Voltage: +/- 2 persen. Artinya akurasi dari hasil stabilisasi perangkat adalah 220V – (220 x 2%) = 215 V atau 220 + (220 x 2%) = 225 V. Penting untuk memahami tingkat akurasi ini agar hasil kinerja dari stabilizer sesuai dengan ekspektasi Anda.Lakukan beberapa langkah yang sudah kami jelaskan di atas agar Anda bisa mendapatkan produk terbaik. Cara memilih genset dan stabilizer di atas bisa Anda terapkan sejak awal agar tidak terjadi kesalahan.

Jika Anda sedang mencari genset yang sesuai dengan kebutuhan Anda, PT Interjaya Surya Megah jawabannya. Kami adalah distributor resmi Genset di Indonesia yang menjual berbagai macam genset seperti Genset MWM, MAN, Perkins, Cummins, Mitsubishi, dan Lombardini. Jangan ragu untuk menghubungi kami, dan dapatkan genset impian Anda.

Perbedaan Ampere, Watt dan Volt dan Cara Menghitungnya

Perbedaan Ampere, Watt dan Volt harus benar-benar dipahami oleh Anda yang terjun dalam dunia kelistrikan dan fisika. Ketiga istilah tersebut memegang peranan yang sangat penting dalam dunia listrik dan penerapannya benar-benar dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Perlu dipahami, ada banyak sekali perbedaan yang dimiliki oleh ketiga istilah tersebut. Sudah tentu perbedaan ini menjadi salah satu alasan kenapa penerapannya juga berbeda. Penting bagi Anda untuk memahami apa saja perbedaannya agar lebih mudah dalam mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dikutip dari berbagai sumber yang valid, perbedaan dari ketiga istilah tersebut datang dari pengertian, jenis, fungsi dan cara perhitungannya. Agar Anda bisa memahaminya dengan baik,. ikuti penjelasan di bawah ini sampai tuntas.

Perbedaan Ampere, Watt dan Volt

Ada beberapa perbedaan paling utama yang dimiliki oleh ampere, watt dan voltase ini. Agar Anda bisa memahaminya dengan lebih mudah, ikuti poin-poin penjelasannya di bawah ini sampai tuntas.

  1. Mengenal Ampere Lebih jauh

Ampere adalah nilai satuan yang bertujuan untuk memperlihatkan atau menghitung total arus listrik yang ada pada sebuah sistem listrik itu sendiri. Untuk menghitung jumlah arus yang ada pada sebuah jaringan listrik biasanya digunakan tag ampere atau multimeter.

Umumnya ampere ini bisa Anda temukan pada pompa air yang biasa dijalankan pada tegangan 220 volt. pompa air seperti ini biasanya memiliki arus 1 ampere. Untuk ampere ini biasanya bisa diakumulasikan dengan menggunakan 1 phase ampere atau 3 phase ampere.

  • Cara menghitung ampere

Untuk menghitung jumlah arus pada suatu jaringan listrik Anda bisa menggunakan rumusan di bawah ini :

I = V / R 

I : Ampere (Arus)

V : Tegangan (Volt)

R : Hambatan (Ohm)

Jadi jumlah arus listrik pada sebuah jaringan bisa dihitung dengan membagi tegangan atau voltase terhadap hambatan yang ada.

  • Contoh Soal tentang Ampere (A)

Contoh bentuk soal tentang ampere bisa Anda lihat seperti di bawah ini :

Pertanyaan :

Sebuah Televisi jadul dilengkapi dengan hambatan sebesar 110 Ohm dengan tegangan dasar sebesar 220 V. Berapa jumlah arus yang ada pada jaringan televisi tersebut?

Untuk mengerjakan soal tersebut Anda bisa mengacu pada rumus yang sudah kami berikan di atas. 

Diketahui : 

besar hambatan: 110 Ohm

besar tegangan : 220 Volt

Ditanyakan : 

Berapa jumlah arus pada jaringan tersebut?

Jawaban : 

I = V / R

I = 220 x 110

I = 2 Ampere

dengan ini diketahui kalau jumlah arus yang ada pada jaringan televisi tersebut adalah 2 Ampere. Cara perhitungan dan rumus ini tentu menjadi salah satu perbedaan ampere, watt dan volt.

  1. Mengenal Watt Lebih jauh

Selain ampere, istilah lain yang sering muncul dalam dunia kelistrikan adalah watt. Perbedaan ampere, watt dan volt ini sendiri pertama terletak pada pengertiannya. Watt adalah nama satuan yang memperlihatkan jumlah nilai daya yang ada pada sebuah jaringan listrik.

Umumnya pada sebuah lampu LED yang ada di rumah memiliki kapasitas 6 watt dengan level tegangan 220 volt. Tentu saja ini tidak bersifat mutlak karena ada juga beberapa jenis lampu dengan kapasitas yang berbeda.

  • Cara menghitung watt

Untuk menghitung kadar daya pada sebuah jaringan listrik, Anda bisa menggunakan rumus di bawah ini :

P = I² x R atau P = V x I 

Dengan keterangan :

P : Daya (Watt)

I : Ampere (Arus)

R : Hambatan (Ohm)

V : Tegangan (Volt)

Jadi jumlah daya yang ada pada sebuah jaringan listrik bisa didapat dari perkalian ampere kuadrat terhadap hambatan. Atau bisa juga menggunakan rumus voltase dikalikan arus. 

  • Contoh Soal tentang Satuan Daya (Watt)

Berikut ini contoh soal terkait watt yang bisa dengan mudah Anda temukan di internet. Sebuah kulkas rumahan memiliki spesifikasi tegangan 220 V dan jumlah arusnya 0.8 Ampere. Berapa nilai daya pada kulkas tersebut?

Diketahui :

Voltase : 220 V, Arus : 0,8 Ampere

Ditanyakan :

Berapa jumlah daya (W)? 

Jawaban :

P = V x I

P = 220 x 0,8

P = 176 W

Maka jumlah daya yang ada pada jaringan tersebut adalah 176 watt. Tentunya mengetahui cara menghitung voltase ini sama pentingnya dengan memahami perbedaan Ampere, Watt dan Volt yang sedang kita bahas ini.

  1. Mengenal Volt Lebih Jauh

Perbedaan Ampere, Watt dan Volt masih terletak pada pengertiannya. Dalam hal ini voltase adalah jumlah tegangan yang ada pada sebuah aliran listrik. Biasanya untuk mengukur jumlah voltase ini menggunakan perangkat bernama multitester.

Tegangan ini sendiri terdiri dari dua jenis. yang pertama adalah tegangan AC atau dikenal juga dengan tegangan bolak – balik. Sedangkan jenis lainnya adalah tegangan DC atau tegangan searah. Untuk mendeteksi jenis tegangan ini Anda bisa menggunakan tespen.

  • Cara Menghitung Tegangan (Volt)

Untuk menghitung tegangan ini ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan. Namun untuk yang paling mudahnya, Anda bisa menggunakan rumus di bawah ini :

V = I x R

Keterangannya sebagai berikut :

V : Tegangan (Volt)

I : Ampere (Arus)

R : Hambatan 

jadi tegangan adalah hasil perhitungan dari arus dikalikan dengan hambatan.

  • Contoh Soal tentang Tegangan (Volt)

Adapun contoh cara perhitungan tegangan adalah sebagai berikut :

Sebuah laptop memiliki hambatan 50 Ohm dan besaran arus 5A. berapa tegangan yang ada pada laptop tersebut?

Diketahui :

Hambatan : 50 Ohm

Arus : 5 Ampere

Ditanyakan :

Berapa jumlah tegangan (Volt)?

Jawaban :

V = I x R

V = 5 x 50

V = 250 V

Jadi tegangan yang ada pada laptop tersebut adalah 160 V.

Memang banyak perbedaan diantara ketiganya yang perlu diketahui lebih lanjut dalam dunia kelistrikan. Itulah perbedaan ampere, watt dan volt yang bisa kami jelaskan pada kesempatan kali ini.

Apakah Anda sedang mencari genset dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau? PT Interjaya Surya Megah merupakan jawaban untuk Anda. Kami sebagai distributor resmi Genset di Indonesia menjual berbagai macam genset seperti Genset MWM, MAN, Perkins, Cummins, Mitsubishi, dan Lombardini. Jangan ragu untuk menghubungi kami, dan mengkonsultasikan kebutuhan genset Anda bersama dengan kami.