Perbedaan Ampere, Watt dan Volt harus benar-benar dipahami oleh Anda yang terjun dalam dunia kelistrikan dan fisika. Ketiga istilah tersebut memegang peranan yang sangat penting dalam dunia listrik dan penerapannya benar-benar dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Perlu dipahami, ada banyak sekali perbedaan yang dimiliki oleh ketiga istilah tersebut. Sudah tentu perbedaan ini menjadi salah satu alasan kenapa penerapannya juga berbeda. Penting bagi Anda untuk memahami apa saja perbedaannya agar lebih mudah dalam mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dikutip dari berbagai sumber yang valid, perbedaan dari ketiga istilah tersebut datang dari pengertian, jenis, fungsi dan cara perhitungannya. Agar Anda bisa memahaminya dengan baik,. ikuti penjelasan di bawah ini sampai tuntas.

Perbedaan Ampere, Watt dan Volt

Ada beberapa perbedaan paling utama yang dimiliki oleh ampere, watt dan voltase ini. Agar Anda bisa memahaminya dengan lebih mudah, ikuti poin-poin penjelasannya di bawah ini sampai tuntas.

  1. Mengenal Ampere Lebih jauh

Ampere adalah nilai satuan yang bertujuan untuk memperlihatkan atau menghitung total arus listrik yang ada pada sebuah sistem listrik itu sendiri. Untuk menghitung jumlah arus yang ada pada sebuah jaringan listrik biasanya digunakan tag ampere atau multimeter.

Umumnya ampere ini bisa Anda temukan pada pompa air yang biasa dijalankan pada tegangan 220 volt. pompa air seperti ini biasanya memiliki arus 1 ampere. Untuk ampere ini biasanya bisa diakumulasikan dengan menggunakan 1 phase ampere atau 3 phase ampere.

  • Cara menghitung ampere

Untuk menghitung jumlah arus pada suatu jaringan listrik Anda bisa menggunakan rumusan di bawah ini :

I = V / R 

I : Ampere (Arus)

V : Tegangan (Volt)

R : Hambatan (Ohm)

Jadi jumlah arus listrik pada sebuah jaringan bisa dihitung dengan membagi tegangan atau voltase terhadap hambatan yang ada.

  • Contoh Soal tentang Ampere (A)

Contoh bentuk soal tentang ampere bisa Anda lihat seperti di bawah ini :

Pertanyaan :

Sebuah Televisi jadul dilengkapi dengan hambatan sebesar 110 Ohm dengan tegangan dasar sebesar 220 V. Berapa jumlah arus yang ada pada jaringan televisi tersebut?

Untuk mengerjakan soal tersebut Anda bisa mengacu pada rumus yang sudah kami berikan di atas. 

Diketahui : 

besar hambatan: 110 Ohm

besar tegangan : 220 Volt

Ditanyakan : 

Berapa jumlah arus pada jaringan tersebut?

Jawaban : 

I = V / R

I = 220 x 110

I = 2 Ampere

dengan ini diketahui kalau jumlah arus yang ada pada jaringan televisi tersebut adalah 2 Ampere. Cara perhitungan dan rumus ini tentu menjadi salah satu perbedaan ampere, watt dan volt.

  1. Mengenal Watt Lebih jauh

Selain ampere, istilah lain yang sering muncul dalam dunia kelistrikan adalah watt. Perbedaan ampere, watt dan volt ini sendiri pertama terletak pada pengertiannya. Watt adalah nama satuan yang memperlihatkan jumlah nilai daya yang ada pada sebuah jaringan listrik.

Umumnya pada sebuah lampu LED yang ada di rumah memiliki kapasitas 6 watt dengan level tegangan 220 volt. Tentu saja ini tidak bersifat mutlak karena ada juga beberapa jenis lampu dengan kapasitas yang berbeda.

  • Cara menghitung watt

Untuk menghitung kadar daya pada sebuah jaringan listrik, Anda bisa menggunakan rumus di bawah ini :

P = I² x R atau P = V x I 

Dengan keterangan :

P : Daya (Watt)

I : Ampere (Arus)

R : Hambatan (Ohm)

V : Tegangan (Volt)

Jadi jumlah daya yang ada pada sebuah jaringan listrik bisa didapat dari perkalian ampere kuadrat terhadap hambatan. Atau bisa juga menggunakan rumus voltase dikalikan arus. 

  • Contoh Soal tentang Satuan Daya (Watt)

Berikut ini contoh soal terkait watt yang bisa dengan mudah Anda temukan di internet. Sebuah kulkas rumahan memiliki spesifikasi tegangan 220 V dan jumlah arusnya 0.8 Ampere. Berapa nilai daya pada kulkas tersebut?

Diketahui :

Voltase : 220 V, Arus : 0,8 Ampere

Ditanyakan :

Berapa jumlah daya (W)? 

Jawaban :

P = V x I

P = 220 x 0,8

P = 176 W

Maka jumlah daya yang ada pada jaringan tersebut adalah 176 watt. Tentunya mengetahui cara menghitung voltase ini sama pentingnya dengan memahami perbedaan Ampere, Watt dan Volt yang sedang kita bahas ini.

  1. Mengenal Volt Lebih Jauh

Perbedaan Ampere, Watt dan Volt masih terletak pada pengertiannya. Dalam hal ini voltase adalah jumlah tegangan yang ada pada sebuah aliran listrik. Biasanya untuk mengukur jumlah voltase ini menggunakan perangkat bernama multitester.

Tegangan ini sendiri terdiri dari dua jenis. yang pertama adalah tegangan AC atau dikenal juga dengan tegangan bolak – balik. Sedangkan jenis lainnya adalah tegangan DC atau tegangan searah. Untuk mendeteksi jenis tegangan ini Anda bisa menggunakan tespen.

  • Cara Menghitung Tegangan (Volt)

Untuk menghitung tegangan ini ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan. Namun untuk yang paling mudahnya, Anda bisa menggunakan rumus di bawah ini :

V = I x R

Keterangannya sebagai berikut :

V : Tegangan (Volt)

I : Ampere (Arus)

R : Hambatan 

jadi tegangan adalah hasil perhitungan dari arus dikalikan dengan hambatan.

  • Contoh Soal tentang Tegangan (Volt)

Adapun contoh cara perhitungan tegangan adalah sebagai berikut :

Sebuah laptop memiliki hambatan 50 Ohm dan besaran arus 5A. berapa tegangan yang ada pada laptop tersebut?

Diketahui :

Hambatan : 50 Ohm

Arus : 5 Ampere

Ditanyakan :

Berapa jumlah tegangan (Volt)?

Jawaban :

V = I x R

V = 5 x 50

V = 250 V

Jadi tegangan yang ada pada laptop tersebut adalah 160 V.

Memang banyak perbedaan diantara ketiganya yang perlu diketahui lebih lanjut dalam dunia kelistrikan. Itulah perbedaan ampere, watt dan volt yang bisa kami jelaskan pada kesempatan kali ini.

Apakah Anda sedang mencari genset dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau? PT Interjaya Surya Megah merupakan jawaban untuk Anda. Kami sebagai distributor resmi Genset di Indonesia menjual berbagai macam genset seperti Genset MWM, MAN, Perkins, Cummins, Mitsubishi, dan Lombardini. Jangan ragu untuk menghubungi kami, dan mengkonsultasikan kebutuhan genset Anda bersama dengan kami.