banner intergen genset

Category: Pengetahuan Genset Page 1 of 11

RS Mata Undaan

Perencanaan Genset Industri Bisa Lebih Akurat dengan Pendekatan Digital Twin

Digital twin genset industri adalah pendekatan simulasi yang memungkinkan perencanaan sistem daya cadangan diuji secara virtual sebelum unit dipasang di lapangan. 

Dalam proyek industri, keputusan pemilihan genset sering diambil berdasarkan data beban estimasi dan pengalaman proyek sebelumnya. Secara teknis terlihat cukup, tetapi setelah instalasi, muncul kebutuhan tambahan, lonjakan beban tak terduga, atau konfigurasi sistem yang kurang optimal. Ketika revisi dilakukan setelah unit terpasang, biaya dan waktu yang terbuang tidak sedikit. 

Di sinilah pendekatan digital twin genset industri mulai relevan sebagai alat bantu perencanaan yang lebih presisi. Dengan simulasi ini, risiko kesalahan desain, kekurangan kapasitas, dan potensi gangguan operasional dapat diidentifikasi lebih awal tanpa menunggu genset beroperasi secara nyata.

Kesalahan Perencanaan Genset Sering Terjadi Sebelum Unit Dipasang

Kesalahan perencanaan genset industri sering muncul bahkan sebelum unit dikirim ke lokasi proyek. Estimasi beban yang kurang detail, asumsi pola operasional yang terlalu umum, atau kurangnya sinkronisasi dengan sistem distribusi listrik internal dapat menyebabkan spesifikasi tidak sepenuhnya tepat.

Masalah ini biasanya baru terlihat saat tahap commissioning atau setelah fasilitas mulai beroperasi. Padahal, akar permasalahannya berasal dari fase perencanaan awal yang belum diuji secara menyeluruh.

Simulasi Operasional Genset Sebelum Instalasi Membantu Mengurangi Risiko

Simulasi operasional melalui pendekatan digital twin memungkinkan skenario penggunaan genset diuji sebelum instalasi fisik dilakukan. Dengan memodelkan pola beban dan konfigurasi sistem, potensi kelemahan dapat dianalisis lebih dini.

Pendekatan ini membantu tim proyek memahami bagaimana genset akan merespons dalam berbagai kondisi. Risiko kesalahan desain dapat ditekan tanpa perlu melakukan koreksi mahal setelah unit terpasang.

Menguji Skenario Beban dan Operasi Tanpa Mengganggu Produksi

Digital twin genset industri memungkinkan pengujian berbagai skenario beban tanpa mengganggu aktivitas produksi yang sedang berjalan. Skenario seperti lonjakan daya, perubahan beban mendadak, atau switching sumber listrik dapat dianalisis secara virtual.

Manfaat ini sangat relevan bagi fasilitas manufaktur dan komersial yang tidak memiliki ruang untuk trial and error di sistem daya. Evaluasi dilakukan di tahap perencanaan, bukan saat operasional sudah berjalan.

Voza Office Tower

Mengidentifikasi Potensi Bottleneck Sistem Backup Sejak Awal

Melalui simulasi, potensi bottleneck pada sistem backup dapat diidentifikasi sejak awal. Misalnya, keterbatasan distribusi daya, respon sistem proteksi, atau koordinasi antar panel. Dengan mengetahui titik lemah sebelum implementasi, tim proyek dapat melakukan penyesuaian desain lebih cepat. Hasilnya adalah sistem cadangan yang lebih siap menghadapi kondisi nyata.

Pendekatan Digital Twin Membantu Menentukan Spesifikasi Genset yang Tepat

Pendekatan digital twin tidak hanya membantu menganalisis sistem, tetapi juga mendukung keputusan pemilihan spesifikasi genset. Kapasitas daya, tipe konfigurasi, hingga margin cadangan dapat disesuaikan berdasarkan hasil simulasi.

Dengan dasar data yang lebih realistis, keputusan tidak lagi bergantung pada asumsi semata. Hal ini mengurangi risiko overdesign yang membebani biaya maupun undercapacity yang berisiko mengganggu operasional.

Kapan Pendekatan Ini Relevan Digunakan di Proyek Industri

Pendekatan digital twin genset industri paling relevan pada proyek dengan beban kompleks atau nilai investasi besar. Fasilitas manufaktur, pusat data, rumah sakit, dan proyek infrastruktur skala besar menjadi contoh lingkungan yang membutuhkan akurasi tinggi dalam perencanaan daya cadangan.

Namun, bukan berarti semua proyek wajib menggunakan pendekatan ini. Relevansinya bergantung pada kompleksitas sistem, risiko operasional, dan kebutuhan presisi dalam pengambilan keputusan.

Kesimpulan

Perencanaan genset industri yang kurang teruji sering menjadi sumber masalah setelah instalasi dilakukan. Digital twin genset industri menawarkan pendekatan simulasi yang membantu meminimalkan kesalahan desain, menguji skenario beban secara virtual, serta mengidentifikasi potensi bottleneck sejak tahap awal. Dengan analisis yang lebih akurat, spesifikasi genset dapat ditentukan secara lebih presisi sesuai kebutuhan operasional. Pendekatan ini bukan sekadar tren teknologi, melainkan strategi perencanaan untuk menjaga keandalan sistem daya cadangan di lingkungan industri.

Rancang Sistem Genset Industri dengan Perencanaan yang Lebih Presisi

Keandalan sistem daya cadangan tidak hanya ditentukan oleh kualitas mesin, tetapi juga oleh ketepatan perencanaan sejak awal proyek. 

PT Interjaya Suryamegah mendukung perencanaan pada Genset INTERGEN yang lebih presisi melalui pendekatan sistematis sesuai kebutuhan operasional industri. Dengan pengalaman di berbagai sektor dan pemahaman mendalam terhadap karakter beban industri, kami siap membantu Anda merancang sistem genset yang lebih akurat, stabil, dan siap menghadapi tantangan operasional di lapangan.

HEAD OFFICE
Jl. Rungkut Industri III no. 45 Surabaya 60293 – Indonesia

Phone: +623199850000
Fax: +623199851477 
Email: support@interjaya.com 
Facebook: Interjaya Suryamegah
Instagram: Interjaya Suryamegah

UINSA Kampus

Simulasi Beban Nyata Sebelum Operasi: Mengapa Banyak Genset Lolos Tes Tapi Gagal di Lapangan

Kegagalan genset saat beban operasional nyata sering terjadi karena pengujian awal tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi produksi sebenarnya. Genset bisa terlihat stabil saat test run tanpa variasi beban signifikan, tetapi mengalami gangguan ketika menghadapi lonjakan dan fluktuasi daya di lapangan.

Dalam fasilitas industri, proses commissioning genset dilakukan dengan prosedur standar dan hasilnya terlihat aman. Tegangan stabil, frekuensi normal, dan mesin berjalan mulus. Namun, ketika sistem benar-benar masuk fase operasional dengan beban produksi aktif, muncul masalah seperti drop tegangan, mesin tersendat, atau proteksi trip mendadak. Celah antara simulasi dan kondisi nyata inilah yang sering menjadi penyebab utama kegagalan genset saat beban operasional nyata.

Pengujian Awal Genset Sering Tidak Mewakili Kondisi Operasional Sebenarnya

Pengujian awal genset sering dilakukan dalam kondisi beban yang relatif stabil dan terkontrol. Test run biasanya menggunakan beban dummy atau skenario sederhana yang tidak sepenuhnya mencerminkan dinamika produksi di lapangan.

Akibatnya, genset terlihat siap secara teknis, padahal belum diuji terhadap pola beban yang sebenarnya akan dihadapi. Celah ini membuat potensi gangguan baru muncul saat unit sudah masuk tahap operasional penuh.

Beban Produksi Bersifat Dinamis dan Berubah-ubah

Beban produksi di industri bersifat dinamis dan tidak konstan sepanjang waktu. Mesin-mesin produksi menyala dan mati secara bergantian, motor listrik menarik arus awal yang besar, dan sistem HVAC dapat menambah beban secara tiba-tiba.

Karakter beban yang berubah-ubah ini menuntut genset memiliki respons yang cepat dan stabil. Jika pengujian awal tidak mempertimbangkan dinamika tersebut, performa genset bisa terlihat baik di atas kertas namun tidak stabil saat digunakan.

Beban Kejut Produksi Jadi Penyebab Tegangan Tidak Stabil

Beban kejut produksi, seperti starting motor besar atau pengoperasian mesin secara simultan, menjadi penyebab umum tegangan tidak stabil. Lonjakan arus dalam waktu singkat dapat membuat frekuensi dan tegangan turun sementara.

Jika sistem tidak dikalibrasi untuk menghadapi beban kejut tersebut, hasilnya bisa berupa flicker, trip proteksi, atau bahkan shutdown otomatis. Dalam kondisi ini, genset sebenarnya tidak rusak, tetapi belum disiapkan untuk karakter beban nyata.

Kesalahan Umum Saat Menentukan Setting Awal Genset

Setting awal genset sering ditentukan berdasarkan kapasitas teoritis tanpa mempertimbangkan profil beban aktual di lapangan. Parameter seperti governor, AVR, atau proteksi disesuaikan secara umum, bukan berdasarkan simulasi beban produksi yang realistis.

Kesalahan ini membuat genset tidak memiliki margin respons yang cukup saat menghadapi fluktuasi. Tanpa penyesuaian yang tepat, unit dapat mengalami instabilitas meskipun spesifikasi daya sudah mencukupi. Untuk memudahkan Anda memahami kapasitas genset yg sesuai, ketahui Berapa Saja Kapasitas Genset Yang Wajib Memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO)?

UINSA

Tanda Awal Genset Tidak Siap Menangani Beban Produksi

Beberapa tanda awal sering diabaikan sebelum kegagalan terjadi. Misalnya, fluktuasi kecil pada tegangan saat beban bertambah, respons mesin yang sedikit lambat, atau alarm proteksi yang sesekali muncul.

Indikator ini kerap dianggap wajar selama genset masih menyala. Padahal, gejala tersebut bisa menjadi sinyal bahwa sistem belum sepenuhnya siap menangani beban produksi secara konsisten.

Pentingnya Menyesuaikan Pengujian Genset dengan Profil Beban Lapangan

Menyesuaikan pengujian genset dengan profil beban lapangan menjadi langkah krusial untuk mencegah kegagalan operasional. Simulasi harus mendekati pola produksi sebenarnya, termasuk skenario lonjakan dan perubahan beban bertahap.

Pendekatan ini membantu memastikan bahwa genset tidak hanya lolos uji teknis, tetapi juga mampu bekerja stabil dalam kondisi nyata. Dengan pengujian yang relevan, risiko gangguan saat operasional dapat ditekan secara signifikan.

Kesimpulan

Kegagalan genset saat beban operasional nyata bukan selalu disebabkan oleh kerusakan mesin, melainkan oleh ketidaksesuaian antara pengujian awal dan kondisi produksi sesungguhnya. Beban industri yang dinamis, beban kejut, serta setting awal yang kurang mempertimbangkan profil nyata sering menjadi faktor utama instabilitas. Dengan melakukan simulasi yang lebih realistis dan penyesuaian parameter berdasarkan kebutuhan lapangan, genset dapat beroperasi lebih stabil dan andal. Perencanaan yang matang sejak tahap commissioning menjadi kunci untuk menjaga kontinuitas operasional fasilitas industri.

Pastikan Genset Siap Menghadapi Beban Produksi Nyata

Keandalan sistem kelistrikan industri tidak cukup diuji di ruang commissioning saja, tetapi harus dibuktikan di kondisi operasional sebenarnya.

Pilih Genset INTERGEN dari PT Interjaya Suryamegah yang dirancang untuk diuji dan disesuaikan dengan kebutuhan beban nyata di lapangan. Dengan pengalaman teknis dan pendekatan berbasis profil operasional, kami membantu memastikan setiap unit siap menghadapi dinamika produksi secara stabil dan terkontrol.

HEAD OFFICE
Jl. Rungkut Industri III no. 45 Surabaya 60293 – Indonesia

Phone: +623199850000
Fax: +623199851477 
Email: support@interjaya.com 
Facebook: Interjaya Suryamegah
Instagram: Interjaya Suryamegah

PKS Banjarmasin

SOP Black Start Drill untuk Pabrik: Uji Nyala Tanpa Grid agar SOP Darurat Siap Pakai

Gangguan listrik mendadak bisa menjadi mimpi buruk bagi industri manufaktur dan fasilitas publik. Sekali pasokan dari PLN terputus, mesin produksi berhenti, sistem keamanan melemah, dan risiko keselamatan meningkat drastis. Dalam kondisi seperti itu, waktu respons menjadi segalanya.

Untuk itulah Black Start Drill dirancang — sebuah latihan yang memastikan tim mampu menyalakan genset secara mandiri tanpa bantuan daya eksternal dan mengalirkan listrik ke beban prioritas dengan cepat. Latihan ini bukan hanya bagian dari protokol teknis, melainkan strategi penting agar SOP darurat di pabrik benar-benar siap dijalankan saat kondisi kritis datang.

Tentukan Beban Kritis

Langkah awal dalam pelaksanaan Black Start Drill adalah mengidentifikasi beban yang paling vital. Ini termasuk lampu darurat, pompa air, sistem ventilasi, dan perangkat keselamatan lain yang harus aktif terlebih dahulu begitu listrik padam.

Dengan memahami beban prioritas sejak awal, tim dapat menentukan urutan penyalaan yang aman dan efisien, menghindari lonjakan arus, serta memastikan energi tersalurkan ke titik-titik penting terlebih dahulu.

Bagi Tugas dengan Jelas

Latihan Black Start Drill akan berjalan jauh lebih efektif bila setiap anggota tim tahu perannya dengan pasti. Operator, teknisi kelistrikan, tim keamanan, dan EHS (Environment, Health, and Safety) perlu memiliki tanggung jawab yang terdefinisi dengan baik.

Koordinasi menjadi kunci utama. Dengan pembagian tugas yang jelas dan jalur komunikasi yang tertata, risiko kesalahan dapat ditekan, dan setiap proses bisa berjalan sesuai urutan yang aman dan efisien.

Pastikan Keamanan Sistem

Sebelum menyalakan genset, periksa seluruh sistem keamanan secara menyeluruh. Pastikan interlock bekerja, koneksi grounding aman, serta komunikasi antar tim menggunakan radio atau sistem internal berjalan lancar. Tahap ini penting untuk mencegah adanya tegangan balik dari jaringan PLN dan memastikan peralatan siap digunakan tanpa risiko korsleting atau kebocoran daya.

Selain itu, pastikan bahan bakar, level oli, dan sistem pendingin dalam kondisi optimal agar genset dapat dioperasikan dengan stabil sepanjang proses pengujian.

Simulasi dengan Dummy Load

Untuk pabrik yang sedang beroperasi, gunakan dummy load agar simulasi dapat dilakukan tanpa mengganggu aktivitas produksi. Metode ini memungkinkan tim menguji sistem kelistrikan darurat secara menyeluruh tanpa risiko memengaruhi mesin produksi.

Melalui dummy load, operator dapat memantau reaksi sistem terhadap peningkatan beban bertahap dan mengenali potensi kelemahan—baik dari sisi distribusi daya, kapasitas kabel, maupun kestabilan tegangan.

Tentukan Target Waktu

Tentukan target waktu di setiap tahapan, mulai dari proses start-up, sinkronisasi daya, hingga stabilisasi tegangan. Dengan parameter waktu yang jelas, tim dapat mengevaluasi kecepatan respons sistem dan kesiapan operasionalnya saat menghadapi situasi darurat sebenarnya.

Misalnya, berapa detik genset mencapai tegangan nominal, atau seberapa cepat daya prioritas tersalurkan. Dari sini, pabrik dapat menyusun standar waktu respons ideal untuk setiap unit genset.

UINSA

Evaluasi Setelah Latihan

Setiap latihan tanpa evaluasi adalah kesempatan belajar yang terbuang. Setelah Black Start Drill selesai, lakukan evaluasi mendetail terhadap hasil latihan. Catat setiap kendala, baik teknis maupun koordinasi, lalu bahas bersama tim untuk menemukan solusi dan perbaikan yang diperlukan.

Dokumentasikan hasil evaluasi sebagai arsip dan bukti kesiapan sistem menghadapi keadaan darurat. Langkah ini juga memperkuat budaya continuous improvement, di mana setiap latihan menjadi pijakan untuk meningkatkan efektivitas SOP di masa depan.

Kesimpulan

Pelaksanaan Black Start Drill bukan hanya uji coba teknis, melainkan bentuk kesiapan nyata dalam menjaga kelangsungan operasional industri. Dengan latihan rutin, koordinasi solid, dan evaluasi menyeluruh, pabrik dapat memastikan tim dan sistem kelistrikan darurat selalu siaga menghadapi potensi kehilangan daya total.

Ketika latihan ini dijalankan dengan disiplin, SOP darurat bukan sekadar dokumen prosedural, melainkan panduan hidup yang siap dieksekusi dalam hitungan detik.

Ajak Tim Anda Siap Hadapi Kondisi Darurat Lewat Pelatihan Black Start Drill 

Kesiapsiagaan terbaik datang dari latihan yang terarah dan dukungan peralatan yang handal. PT Interjaya Surya Megah sebagai distributor resmi genset, mengadakan pelatihan Black Start Drill profesional untuk memastikan tim Anda sia menghadapi kondisi darurat dan mampu menyalurkan daya prioritas dengan cepat saat PLN benar-benar padam. Hubungi kami dan siapkan tim Anda menghadapi skenario darurat dengan sistem yang benar-benar siap pakai.

HEAD OFFICE
Jl. Rungkut Industri III no. 45 Surabaya 60293 – Indonesia

Phone: +623199850000
Fax: +623199851477 
Email: support@interjaya.com 
Facebook: Interjaya Suryamegah
Instagram: Interjaya Suryamegah

Hartono Mall Jogja Mitsubishi

Smart Monitoring Genset: Solusi Cerdas untuk Efisiensi Operasional

Bagi banyak perusahaan, genset bukan lagi sekadar sumber energi cadangan, melainkan aset penting yang memastikan operasional tetap berjalan tanpa hambatan. Namun, tanpa sistem pemantauan yang tepat, biaya operasional bisa membengkak, risiko kerusakan sulit diantisipasi, dan downtime tidak terduga dapat terjadi. Di sinilah teknologi Smart Monitoring Genset hadir sebagai solusi modern. Dengan memanfaatkan IoT dan sistem digital real-time, perusahaan kini bisa memantau performa genset 24/7 secara lebih cerdas, efisien, dan praktis.

Definisi Smart Monitoring Genset

Smart Monitoring Genset adalah sistem digital yang memantau performa genset secara keseluruhan dan real-time. Melalui dashboard berbasis aplikasi maupun web, operator dapat memantau parameter penting seperti konsumsi bahan bakar, suhu mesin, hingga kondisi komponen kritis tanpa harus selalu berada di lokasi. Dengan akses jarak jauh ini, manajemen operasional menjadi lebih ringkas dan responsif.

Pantau Konsumsi Bahan Bakar

Biaya bahan bakar sering kali menjadi beban terbesar dalam operasional genset. Smart Monitoring memungkinkan perusahaan melacak penggunaan bahan bakar secara detail, sehingga pola pemakaian yang tidak efisien bisa segera teridentifikasi. Dari data tersebut, langkah penghematan bisa diambil, mulai dari penyesuaian jadwal operasional hingga optimasi beban kerja.

Deteksi Dini Kerusakan

Salah satu keunggulan sistem ini adalah kemampuannya memberikan peringatan dini saat ada anomali. Sensor canggih akan mendeteksi potensi kerusakan lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah besar. Notifikasi otomatis yang dikirimkan membantu teknisi melakukan tindakan pencegahan tepat waktu, mengurangi risiko downtime dan biaya perbaikan mendadak.

Kontrol Jarak Jauh

Dengan dukungan IoT, operator dapat mengendalikan dan mengecek kondisi genset tanpa harus datang langsung ke lokasi. Cukup melalui aplikasi atau dashboard, mereka bisa menyalakan, mematikan, atau menyesuaikan sistem sesuai kebutuhan. Fitur ini tidak hanya memberi fleksibilitas, tetapi juga mempercepat respons terhadap situasi darurat.

PKS Banjarmasin Cummins

Efisiensi Pemeliharaan

Data historis yang terekam dari sistem monitoring sangat berguna untuk menyusun jadwal perawatan yang lebih presisi. Perusahaan bisa mengetahui kapan komponen tertentu membutuhkan servis atau penggantian, sehingga downtime dapat direncanakan tanpa mengganggu operasional utama. Selain menjaga keandalan, strategi ini juga memperpanjang umur genset.

Integrasi dengan Sistem Industri

Keunggulan lain dari Smart Monitoring Genset adalah kemampuannya terhubung dengan sistem industri seperti SCADA dan IoT. Integrasi ini memberikan visibilitas penuh terhadap jaringan energi, memudahkan analisis lintas data, dan mendukung pengambilan keputusan strategis. Hasilnya, bukan hanya genset yang lebih efisien, tetapi seluruh ekosistem energi perusahaan ikut terdampak positif.

Kesimpulan

Mengadopsi Smart Monitoring pada genset bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis untuk industri modern. Dari penghematan bahan bakar hingga pencegahan kerusakan, teknologi ini memberikan nilai tambah nyata dalam hal efisiensi, keandalan, dan keberlanjutan. Bagi perusahaan yang ingin tetap kompetitif, investasi pada sistem ini adalah langkah bijak.

Tingkatkan Efisiensi Energi Bersama Smart Monitoring

Apakah perusahaan Anda siap beralih ke sistem pemantauan genset yang lebih cerdas? PT Interjaya Surya Megah menghadirkan Intergen Genset berkualitas yang dapat diintegrasikan dengan teknologi smart monitoring, sehingga operasional Anda lebih hemat biaya, minim risiko, dan ramah lingkungan. Hubungi tim ahli kami hari ini untuk mendapatkan konsultasi dan solusi terbaik bagi bisnis Anda.

HEAD OFFICE
Jl. Rungkut Industri III no. 45 Surabaya 60293 – Indonesia

Phone: +623199850000
Fax: +623199851477 
Email: support@interjaya.com 
Facebook: Interjaya Suryamegah
Instagram:Interjaya Suryamegah

Clubhouse Jember - MWM 114 KVA

Mengenal Jenis Filter Genset dan Jadwal Penggantiannya

Ketika listrik padam, genset menjadi penopang utama agar operasional bisnis maupun aktivitas rumah tangga tetap berjalan. Namun, performa genset sangat bergantung pada perawatan komponen kecil yang sering disepelekan yaitu filter. Filter berfungsi menyaring udara, oli, bahan bakar, hingga cairan pendingin agar mesin tetap bekerja stabil. Jika diabaikan, genset bisa cepat rusak, boros bahan bakar, bahkan gagal menyala ketika paling dibutuhkan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas jenis filter genset, filter oli genset, filter solar genset, jadwal penggantian filter genset yang ideal agar mesin selalu siap bekerja.

Filter Udara: Menjaga Kualitas Udara Masuk ke Mesin

Filter udara bertugas menyaring debu dan partikel kasar sebelum masuk ke ruang pembakaran. Tanpa filter ini, kotoran bisa mempercepat keausan komponen mesin dan menurunkan efisiensi.

Jadwal Penggantian Filter Udara:

Filter udara idealnya diganti setiap 1.000 jam operasional, atau segera jika indikator filter menunjukkan penyumbatan. Mengabaikan jadwal ini dapat membuat genset kehilangan tenaga dan meningkatkan konsumsi solar. Intergen genset sendiri sudah dirancang agar bekerja optimal ketika menggunakan filter udara asli dengan standar pabrikan.

Filter Oli: Melindungi Komponen Mesin dari Kontaminan

Oli berfungsi melumasi seluruh komponen mesin. Jika oli tercampur serpihan logam atau kotoran, gesekan antar komponen akan lebih cepat merusak mesin. Di sinilah peran filter oli untuk menjaga kebersihan sirkulasi pelumasan.

Jadwal Penggantian Filter Oli:

Filter oli disarankan diganti setiap 100–200 jam operasional, tergantung jenis mesin dan oli yang dipakai. Pemeriksaan rutin penting dilakukan agar kerusakan tidak merembet lebih jauh. Dengan menggunakan filter oli asli yang direkomendasikan untuk Intergen genset, performa mesin bisa lebih terjaga. Pahami Waktu yang Tepat untuk Ganti Filter Oli pada Genset sebagai panduan selengkapnya.

Filter Solar: Menjaga Kualitas Bahan Bakar

Bahan bakar yang kotor bisa merusak injektor dan mengganggu proses pembakaran. Filter solar berfungsi menyaring air serta partikel halus agar bahan bakar tetap murni sebelum masuk ke ruang bakar.

Jadwal Penggantian Filter Solar:

Filter solar sebaiknya diganti setiap 250 jam operasional, atau lebih sering bila kualitas solar di lapangan kurang baik. Menggunakan filter berkualitas membuat genset lebih hemat bahan bakar dan tahan lama.

Double Tree Hotel - MAN 1000kVA

Water Separator: Mencegah Masuknya Air ke Sistem Bahan Bakar

Air dalam bahan bakar adalah musuh utama injektor. Water separator membantu memisahkan kandungan air dari solar sebelum mencapai mesin, sehingga mencegah karat dan kerusakan sistem bahan bakar.

Jadwal Penggantian Water Separator:

Water separator perlu dikuras setiap 100–200 jam operasional atau ketika terlihat indikasi air di tangki. Unitnya sendiri biasanya diganti setiap 500–1.000 jam, tergantung kondisi bahan bakar. Perawatan ini sangat penting agar genset selalu dalam kondisi prima.

Filter Coolant: Menjaga Sirkulasi Pendingin Tetap Optimal

Selain bahan bakar dan udara, cairan pendingin juga harus terjaga kualitasnya. Filter coolant menyaring kotoran yang bisa menyumbat radiator maupun blok mesin. Jika filter ini bermasalah, suhu mesin akan cepat naik dan berisiko overheating.

Jadwal Penggantian Filter Coolant:

Filter coolant idealnya diganti setiap 6 bulan atau mengikuti penggantian cairan pendingin secara keseluruhan, yaitu setiap 1.000–1.500 jam operasional. Dengan filter coolant yang tepat, genset dapat bekerja stabil bahkan pada beban tinggi.

Kesimpulan

Setiap jenis filter pada genset—baik udara, oli, solar, water separator, maupun coolant—memiliki peran penting untuk menjaga performa mesin pada genset. Dengan mengikuti jadwal penggantian yang tepat akan membantu memperpanjang umur genset, menghemat biaya perawatan, dan memastikan listrik cadangan selalu siap digunakan. Intergen genset adalah solusi andal bagi industri, fasilitas publik, maupun perumahan yang membutuhkan performa mesin stabil dengan dukungan sparepart asli dan berkualitas.

Siapkan Genset Anda dengan Sparepart Asli

Jangan biarkan genset gagal bekerja saat dibutuhkan. Percayakan PT Interjaya Surya Megah yang menyediakan sparepart asli untuk genset INTERGEN, termasuk filter udara, oli, solar, dan coolant yang sudah teruji kualitasnya. Dengan menggunakan komponen resmi, performa mesin akan lebih optimal, tahan lama, dan siap menghadapi blackout kapan saja.

HEAD OFFICE
Jl. Rungkut Industri III no. 45 Surabaya 60293 – Indonesia

Phone: +623199850000
Fax: +623199851477 
Email: support@interjaya.com 
Facebook: Interjaya Suryamegah
Instagram: Interjaya Suryamegah

NHJS School - Cummins 100 kva

Kenapa Genset Tidak Menyala Saat Terjadi Blackout? Ini 9 Penyebab Umumnya

Penyebab paling umum biasanya berasal dari aki genset yang lemah atau soak sehingga gagal melakukan starter otomatis. Selain itu, panel AMF/ATS yang bermasalah atau tidak terpasang juga membuat genset tidak bisa menyala otomatis. Faktor lain seperti bahan bakar kosong atau tersumbat, wiring instalasi yang tidak terhubung dengan baik, hingga kesalahan setting panel juga kerap menjadi penghambat utama.

Ketika listrik padam mendadak, keberadaan genset seharusnya menjadi solusi andal agar aktivitas tidak terhenti. Namun, bagaimana jika genset justru gagal menyala saat paling dibutuhkan? Kondisi ini bukan hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga bisa menghambat jalannya bisnis, aktivitas publik, hingga kebutuhan rumah tangga. Untuk itu, penting memahami penyebab umum mengapa genset tidak menyala saat blackout agar Anda dapat mencegahnya sejak dini. Simak artikel berikut ini untuk mengetahuinya.

1. Aki Genset Lemah atau Soak

Salah satu penyebab paling umum mengapa genset gagal menyala adalah karena aki yang lemah atau soak. Aki yang tidak mendapatkan perawatan yang tepat atau sudah berumur bisa kehilangan kemampuannya untuk menyimpan daya. Intergen genset hadir dengan sistem starter yang lebih stabil, sehingga mampu meminimalkan risiko gagal menyala akibat aki yang lemah.

2. Panel AMF/ATS Tidak Terpasang atau Bermasalah

Panel AMF (Automatic Mains Failure) dan ATS (Automatic Transfer Switch) berfungsi mendeteksi listrik padam lalu memerintahkan genset untuk hidup otomatis. Tanpa panel ini, genset hanya bisa dinyalakan secara manual, yang jelas menyulitkan jika pemadaman terjadi tiba-tiba. Jika panel terpasang namun bermasalah, sistem otomatisasi juga tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.

3. Starter Bermasalah (Motor atau Relay)

Starter adalah komponen yang memicu proses awal penyalaan genset. Jika motor starter atau relay mengalami kerusakan, genset tidak akan menyala meskipun semua sistem lain dalam kondisi baik. Inilah mengapa pengecekan berkala oleh teknisi sangat diperlukan untuk memastikan starter selalu siap digunakan.

4. Bahan Bakar Kosong atau Tersumbat

Tangki kosong atau filter solar yang tersumbat bisa menjadi penyebab lain genset tidak menyala. Pastikan selalu ada cadangan bahan bakar yang mencukupi dan bahwa filter solar bersih untuk menjamin aliran bahan bakar yang lancar. Solusi praktis dari Intergen dan Technogen genset yang dirancang hemat bahan bakar dan mudah dirawat akan lebih efisien untuk operasional jangka panjang.

5. AVR Genset Rusak atau Error

AVR (Automatic Voltage Regulator) berfungsi menstabilkan tegangan listrik yang dihasilkan genset. Jika AVR rusak, tegangan menjadi tidak stabil bahkan tidak keluar sama sekali. Dalam kondisi ini, sistem proteksi otomatis akan menghentikan proses start demi mencegah kerusakan lebih lanjut.

Pasar Ikan Lampung - Perkins

6. Genset Tidak Pernah Diuji Beban (Load Test)

Tanpa uji beban berkala, potensi masalah internal genset sering kali tidak terdeteksi. Akibatnya, saat blackout terjadi, genset bisa gagal menyala karena ada komponen yang tidak berfungsi optimal. Lakukan load test minimal beberapa bulan sekali agar kondisi genset selalu terpantau dan siap bekerja.

7. Wiring Instalasi Tidak Terhubung dengan Baik

Koneksi kabel yang longgar, berkarat, atau bahkan putus dapat membuat sistem gagal mengenali adanya pemadaman. Akibatnya, genset tidak menerima sinyal untuk menyala. Pemeriksaan wiring instalasi secara rutin akan membantu mencegah masalah ini.

8. Kesalahan Setting Timer atau Mode di Panel AMF/ATS

Panel AMF/ATS harus diatur dengan benar agar sistem bekerja sesuai kebutuhan. Jika panel disetel pada mode manual atau delay timer terlalu lama, genset bisa telat atau tidak menyala sama sekali. Pastikan setting sudah dikonfigurasi dengan tepat untuk meminimalisir risiko.

9. Kontrol Panel Mengalami Error atau Konslet

Kontrol panel yang rusak akibat lembap, korsleting, atau usia pakai bisa menjadi penghalang utama. Jika panel ini bermasalah, perintah untuk menyalakan genset tidak akan tereksekusi meski listrik padam. Menjaga area panel tetap kering dan melakukan perawatan berkala adalah solusi terbaik. 

Untuk mengetahui apa saja pengaruh blackout, baca selengkapnya pada artikel berjudul Ternyata Inilah Pengaruh Blackout pada Genset

Kesimpulan

Kegagalan genset menyala saat blackout biasanya disebabkan oleh masalah teknis sederhana yang sebenarnya bisa dicegah. Dari aki yang soak, panel AMF bermasalah, hingga isu bahan bakar, berbagai faktor bisa menyebabkan genset gagal menyala saat blackout. Dengan melakukan perawatan rutin, uji beban berkala, serta memastikan semua komponen vital bekerja dengan baik, Anda dapat memastikan genset selalu siap digunakan saat darurat.

Tak hanya itu, solusi terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan memilih genset modern seperti Intergen dan Technogen, yang sudah dilengkapi fitur proteksi otomatis dan AMF/ATS, sehingga listrik cadangan Anda tetap terjamin setiap saat. 

Solusi Genset Andal dan Berkualitas dengan Proteksi Otomatis

Agar tidak mengalami masalah serupa, pilihan terbaik adalah menggunakan genset berkualitas yang sudah dilengkapi fitur otomatis. Percayakan PT Interjaya Surya Megah yang menjual genset INTERGEN dan TECHNOGEN dengan sistem AMF/ATS dan proteksi otomatis yang memastikan genset menyala cepat dan stabil saat blackout terjadi, bahkan tanpa perlu intervensi manual. Dengan solusi ini, pasokan listrik cadangan Anda tetap terjamin kapan pun dibutuhkan.

HEAD OFFICE
Jl. Rungkut Industri III no. 45 Surabaya 60293 – Indonesia

Phone: +623199850000
Fax: +623199851477 
Email: support@interjaya.com 
Facebook: Interjaya Suryamegah
Instagram: Interjaya Suryamegah

gudang intergen genset

Mengapa Genset Harus Jadi Bagian dari Rencana Jangka Panjang Proyek Industri

Dalam sebuah proyek industri berskala besar—baik itu pabrik, gudang, maupun kawasan terpadu—ketersediaan listrik bukan sekadar pelengkap. Ia adalah fondasi utama yang menopang seluruh operasional. Maka tak heran jika kebutuhan listrik cadangan lewat genset perlu dirancang sejak awal sebagai bagian dari sistem kelistrikan yang matang.

Namun kenyataannya, di industri, kesadaran ini belum merata. Banyak pelaku usaha yang baru mempertimbangkan genset setelah mengalami gangguan listrik atau tekanan dari sisi operasional. Di sinilah perbedaan pendekatan klien Intergen Genset menjadi relevan untuk dicermati.

Bukan Sekadar Backup, Genset Adalah Komponen Strategis

Berbeda dari pandangan umum yang menganggap genset sebagai alat darurat, klien-klien Intergen justru datang dengan mindset jangka panjang. Mereka sadar bahwa operasional industri tidak bisa 100% mengandalkan suplai dari jaringan utama.

“Mayoritas klien kami datang bukan karena panik, tapi karena mereka sadar bahwa kebutuhan daya tidak bisa bergantung penuh pada sumber utama,” jelas tim Intergen.

Karena itulah, Intergen berfokus pada penyediaan genset untuk proyek-proyek skala besar, termasuk kawasan industri, rumah sakit, pabrik, hingga fasilitas logistik yang membutuhkan sistem daya yang terintegrasi, bukan temporer.

Ketika Genset Tidak Masuk Perencanaan, Dampaknya Tidak Kecil

Meski sebagian besar klien Intergen sudah memahami pentingnya perencanaan, tim tetap menemui beberapa kasus unik—terutama dari klien yang awalnya bekerja sama dengan vendor lain dan kecewa dengan hasilnya.

Beberapa di antaranya datang tanpa melihat barang terlebih dulu, hanya karena mendengar reputasi dan profesionalitas Intergen di lapangan.

“Kami pernah kedatangan klien yang langsung percaya karena kantor kami rapi, lengkap, dan cara kerja kami transparan. Mereka kapok karena sebelumnya ditipu,” cerita tim Intergen.

Situasi seperti ini menjadi pengingat bahwa kesalahan dalam perencanaan genset bukan hanya soal teknis, tapi juga soal memilih mitra yang tepat.

Di sisi lain, klien yang datang ke Intergen sejak awal dengan pendekatan yang lebih terstruktur justru mendapatkan pengalaman yang sangat berbeda. Karena semuanya sudah dirancang sejak awal, tim Intergen dapat masuk lebih dalam untuk mengoptimalkan solusi yang ditawarkan.

pemeriksaan dan pemeliharaan intergen genset

Perencanaan Membuka Peluang Solusi yang Lebih Tepat

Karena sudah datang dengan tujuan yang jelas, klien-klien Intergen cenderung lebih terbuka terhadap konsultasi teknis yang mendalam. Proses seperti:

  • Evaluasi kapasitas daya,
  • Penyesuaian lokasi instalasi,
  • Penentuan tipe genset (silent/open),
  • Hingga simulasi beban,

…dapat dilakukan secara efisien karena semuanya dimulai dari proses perencanaan, bukan darurat.

Menariknya, pola ini tidak hanya terjadi di kota besar. Tim Intergen juga mencatat bahwa pendekatan berbasis perencanaan ditemui di berbagai wilayah, bahkan di daerah yang sebelumnya dianggap kurang terjangkau infrastruktur.

Klien dari Berbagai Wilayah, Tapi Perilaku Serupa

Salah satu hal menarik adalah bahwa pola ini terjadi tidak hanya di kota besar seperti Surabaya, tapi juga di wilayah yang secara geografis menantang seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Meski berlokasi jauh, klien-klien dari daerah tersebut tetap menghubungi Intergen bukan karena kondisi darurat seperti blackout atau bencana cuaca ekstrem, tetapi karena kebutuhan proyek yang memang sudah dirancang.

Hal ini menandakan bahwa kesadaran pentingnya genset sebagai bagian dari sistem jangka panjang mulai tumbuh di berbagai sektor, terlepas dari lokasi geografis.

Apa yang Terjadi Jika Genset Tidak Dipersiapkan Sejak Awal?

Tanpa genset yang dipersiapkan dengan matang, proyek industri menghadapi risiko seperti:

  • Downtime yang mengganggu produksi,
  • Kegagalan sistem otomasi atau pendinginan,
  • Ketergantungan penuh pada PLN yang tidak selalu stabil,
  • Kerusakan alat akibat gangguan daya.

Sayangnya, risiko ini sering kali baru disadari ketika sistem sudah berjalan. Padahal dengan melibatkan genset sejak tahap desain, semua potensi gangguan bisa diantisipasi lebih awal.

Intergen Hadir Sebagai Mitra Teknis, Bukan Sekadar Penjual

Dengan pengalaman menangani berbagai proyek besar, Intergen tidak hanya hadir untuk menjual produk, tetapi juga untuk memberikan pendampingan teknis dan memastikan sistem daya di lapangan benar-benar siap digunakan.

Pendekatan ini membuat Intergen dipercaya oleh klien-klien yang membutuhkan:

  • Akurasi teknis,
  • Timeline pengadaan yang realistis,
  • Dan dukungan purna jual yang jelas.

“Kami tidak masuk di tahap awal perencanaan, tapi begitu tender siap, kami pastikan semua eksekusi bisa berjalan mulus,” terang tim mereka.

pemeriksaan intergen genset

Kesimpulan: Jangan Tunggu Darurat, Rencanakan Genset dari Sekarang

Genset bukan alat yang dibeli saat darurat. Di sektor industri, genset adalah instrumen penting untuk menjaga kelangsungan operasional. Dan semakin besar skala proyek, semakin besar pula dampaknya jika perencanaan daya dilakukan setengah hati.

Intergen Genset memahami hal ini. Karena itu, mereka hadir bukan untuk menjual cepat—tapi untuk membangun sistem daya yang andal, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan proyek jangka panjang Anda.

Konsultasikan Perencanaan Genset Anda Sekarang

Tim Intergen Genset siap membantu menghitung kapasitas yang tepat, memilih tipe genset sesuai lingkungan proyek, dan mendampingi Anda sampai sistem daya benar-benar berjalan optimal.

Hubungi kami hari ini dan bicarakan kebutuhan proyek Anda bersama tim teknis Intergen Genset.

HEAD OFFICE
Jl. Rungkut Industri III no. 45 Surabaya 60293 – Indonesia
Phone: +623199850000
Fax: +623199851477 
Email: support@interjaya.com 
Facebook: Interjaya Suryamegah
Instagram: Interjaya Suryamegah

Kawasan industri modern

Tren Terbaru Kebutuhan Genset dalam Proyek Infrastruktur Modern

Dalam satu dekade terakhir, pembangunan infrastruktur Indonesia berkembang pesat. Kawasan industri baru, pelabuhan, dan pabrik skala besar tumbuh sebagai bagian dari visi pemerintah memperkuat ekonomi nasional. Namun sejak akhir 2024, geliat pembangunan ini mulai melambat.

Apakah ini berarti kebutuhan akan genset skala besar ikut meredup? Jawabannya: tidak. Yang berubah bukan kebutuhannya, melainkan karakter dan preferensi pasar dalam memilih genset untuk proyek infrastruktur.

Intergen, sebagai penyedia genset yang telah melayani berbagai proyek industri besar di Indonesia, membagikan pengamatan lapangan yang menunjukkan perubahan pola ini secara jelas.

Penurunan Proyek Infrastruktur Tidak Sama dengan Lesunya Permintaan Genset

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sejak pandemi mereda dan transisi pemerintahan terjadi, memang ada penurunan aktivitas pembangunan infrastruktur. Namun, hal ini tidak berarti permintaan genset hilang begitu saja.

“Sekarang tidak sebanyak 2021-2023, tapi kebutuhan tetap ada—terutama dari sektor industri dan manufaktur yang tak boleh berhenti hanya karena listrik padam,” jelas tim Intergen.

Permintaan kini lebih selektif. Klien tidak langsung membeli, tetapi terlebih dahulu bertanya tentang spesifikasi teknis secara detail. Ini menunjukkan bahwa pasar masih aktif—namun lebih hati-hati dan rasional dalam menentukan pilihan.

Harga Lebih Menarik dari Merek. Tapi Fungsionalitas Tetap Jadi Kunci

Salah satu perubahan besar dalam tren permintaan genset adalah bergesernya fokus dari kualitas premium ke efisiensi harga. Banyak pembeli kini memilih merek yang populer dan sudah terbukti banyak digunakan, meski bukan yang paling unggul secara teknis.

“Yang penting harganya masuk dan familiar. Bahkan jika kualitasnya bukan nomor satu, asal banyak yang pakai, tetap laku,” ungkap Intergen.

Hal ini bukan tanpa alasan. Tekanan biaya proyek dan daya beli pasar yang belum sepenuhnya pulih mendorong pelaku industri untuk memilih solusi yang terjangkau namun andal.

intergen genset

Silent Type Genset Jadi Primadona di Proyek-Proyek Modern

Jika dilihat dari tipe produk, genset dengan desain silent (kedap suara) kini menjadi pilihan utama. Ini bukan sekadar soal kenyamanan, tapi juga soal efisiensi ruang, estetika, dan kesesuaian dengan regulasi kebisingan di kawasan industri dan komersial.

“Banyak proyek sekarang butuh solusi yang ringkas, clean, dan tidak mengganggu lingkungan sekitar. Silent type itu jadi jawaban,” kata tim Intergen.

Unit dengan daya di bawah 500 kVA memang paling banyak dipesan, namun untuk proyek berskala besar seperti mal, bandara, atau pabrik manufaktur berat, genset berkapasitas tinggi tetap menjadi kebutuhan inti.

Ketahanan Operasional Tetap Jadi Tolak Ukur Utama

Meski pertimbangan harga kini lebih dominan, proyek-proyek berskala besar tetap menjadikan ketahanan operasional sebagai kunci utama. Dalam industri seperti logistik dan manufaktur, downtime sekian detik saja bisa berarti kerugian besar.

“Standar kami untuk waktu nyala otomatis sekitar 10–15 detik. Permintaan untuk nyala di bawah itu kadang muncul, tapi memerlukan upgrade sistem dan investasi tambahan,” jelas tim Intergen.

Artinya, meskipun tren pasar berubah, tuntutan terhadap performa tetap tinggi. Genset bukan lagi dianggap sebagai pelengkap—melainkan sebagai komponen vital yang menjamin kelangsungan operasional.

genset intergen

Fitur Tambahan yang Muncul Seiring Berjalannya Proyek: Fleksibilitas Jadi Kunci

Meski bukan menjadi permintaan utama sejak awal, beberapa proyek yang ditangani Intergen menunjukkan bahwa kebutuhan teknis sering berkembang di tengah jalan.

Ketika proyek sudah berjalan dan sistem mulai kompleks, barulah muncul kebutuhan akan:

  • Sinkronisasi antar unit genset,
  • Integrasi ke sistem SCADA,
  • Pengaturan beban otomatis,
  • Hingga distribusi daya paralel.

“Biasanya permintaan seperti ini datang belakangan, bukan dari awal. Tapi ketika muncul, kami siap bantu untuk eksekusinya,” jelas tim Intergen.

Proyek sinkronisasi 9 unit genset di sebuah pabrik kopi menjadi contoh nyata. Tantangan teknisnya besar, tetapi solusi yang diberikan justru meningkatkan efisiensi dan stabilitas operasional klien secara signifikan.

Hal ini menegaskan bahwa, di luar pasokan unit, kemampuan Intergen dalam merespons kebutuhan lanjutan adalah keunggulan yang tak banyak dimiliki vendor lain.

Intergen Hadir di Fase Paling Kritis: Ketika Desain Jadi, Eksekusi Harus Tepat

Satu hal yang membedakan Intergen adalah pemahamannya terhadap tahapan proyek. Meski tidak masuk di awal perencanaan, Intergen selalu hadir saat desain sudah matang dan tender dibuka—fase kritis yang menentukan apakah sistem akan berjalan baik atau tidak.

“Biasanya kami masuk saat semua sudah dirancang, lalu kami review dan sempurnakan. Di sinilah pengalaman kami jadi pembeda,” tambah tim Intergen.

Kesimpulan: Proyek Berubah, Tapi Solusi Daya Masih Harus Tangguh dan Adaptif

Pasar genset untuk proyek besar memang berubah. Harga kini lebih menentukan, silent type lebih disukai, dan fitur cerdas semakin diminati. Namun satu hal tetap sama: tanpa solusi daya yang andal, proyek besar tidak akan bisa berjalan stabil.

Intergen Genset memahami perubahan ini. Mereka hadir tidak hanya untuk menjual genset, tapi juga untuk menghadirkan solusi lengkap—mulai dari tipe yang sesuai, sistem integrasi, hingga kesiapan eksekusi di lapangan.

Konsultasikan Solusi Genset Anda Bersama Intergen

Butuh genset silent type yang efisien? Atau proyek Anda butuh sistem sinkronisasi multi-unit yang kompleks?

Hubungi tim Intergen Genset sekarang, dan temukan solusi paling tepat untuk kebutuhan daya proyek Anda.

HEAD OFFICE
Jl. Rungkut Industri III no. 45 Surabaya 60293 – Indonesia
Phone: +623199850000
Fax: +623199851477 
Email: support@interjaya.com 
Facebook: Interjaya Suryamegah
Instagram:Interjaya Suryamegah

intergen genset

Apa Itu Genset Load Sharing dan Kapan Harus Digunakan di Industri?

Di tengah tuntutan daya yang semakin tinggi dalam berbagai sektor industri, sistem genset load sharing muncul sebagai solusi yang efisien dan dapat diandalkan. Artikel ini tidak hanya menjelaskan konsep dasar dari genset load sharing tetapi juga membahas kapan sebaiknya sistem ini digunakan, manfaat yang ditawarkan, dan persyaratan teknis yang harus dipenuhi. Kami juga akan memberikan tips inovatif untuk meningkatkan efisiensi energi dalam penggunaan genset.

Pengertian Sistem Load Sharing pada Genset

Sistem load sharing pada genset merupakan sistem memungkinkan dua atau lebih genset untuk bekerja bersama-sama dalam membagi beban secara otomatis. Ini berarti bahwa jika satu genset tidak mampu menangani beban yang diberikan, genset lain dapat menanggung sisa beban tanpa adanya penundaan atau gangguan pada pasokan daya. Sistem ini dirancang agar segala perubahan beban dapat dikontrol secara efisien dengan distribusi daya yang stabil.

Kapan Load Sharing Dibutuhkan dalam Operasi Industri

Load sharing sangat dibutuhkan dalam operasi industri yang memerlukan pasokan daya yang besar dan tak terputus, seperti yang ditemukan di pabrik besar, rumah sakit, dan pusat data. Sebagai contoh, dalam lingkungan tersebut, pemadaman listrik kecil pun bisa menimbulkan kerugian yang signifikan. Menggunakan sistem load sharing menawarkan fleksibilitas dalam memastikan bahwa daya selalu tersedia saat dibutuhkan. Untuk memahami lebih dalam, simak artikel kami berjudul Bagaimana Genset Mengatur Load yang Berbeda?

Jenis Beban yang Cocok untuk Genset Load Sharing

Sistem load sharing paling efektif ketika digunakan untuk mengontrol beban besar yang tidak boleh terputus. Beberapa contoh dari beban ini termasuk:

  1. Sistem HVAC yang menjaga stabilitas suhu di pabrik dan fasilitas perumahan.
  2. Proses produksi yang terus menerus di fasilitas manufaktur.
  3. Sistem IT di data center yang memerlukan daya konstan.
  4. Sistem pompa yang digunakan dalam penyediaan air dan pemrosesan limbah.
intergen genset

Keuntungan Menggunakan Load Sharing dibandingkan Satu Genset Berkapasitas Besar

Penggunaan load sharing menawarkan beberapa keuntungan mencolok dibandingkan dengan mengandalkan satu genset berkapasitas besar. Manfaat ini meliputi:

  1. Fleksibilitas dalam operasi, memungkinkan penyesuaian dengan perubahan beban yang tiba-tiba.
  2. Efisiensi bahan bakar yang lebih baik karena beberapa genset dapat dinonaktifkan saat beban rendah.
  3. Pengurangan biaya perawatan karena distribusi beban yang lebih baik mengurangi keausan pada mesin individual.

Persyaratan Teknis: Sinkronisasi, Panel Load Share, dan Kompatibilitas Genset

Untuk menjalankan sistem load sharing, perlu dipenuhi beberapa persyaratan teknis seperti:

  1. Kontrol sinkronisasi otomatis yang memastikan bahwa semua genset bekerja pada frekuensi dan tegangan yang sama.
  2. Panel load share yang mampu membagi beban antara genset secara optimal.
  3. Kompatibilitas antar genset, baik dari segi output daya maupun respons terhadap beban yang bervariasi.

Kesimpulan

Sistem load sharing genset adalah solusi yang efisien dan efektif untuk memenuhi kebutuhan daya besar dalam industri. Tidak hanya menjamin ketahanan dan ketersediaan pasokan daya, teknologi ini juga menawarkan fleksibilitas dan efisiensi yang lebih besar. Dengan menerapkan tips inovatif seperti monitoring berbasis IoT dan algoritma AI, industri dapat lebih meningkatkan kinerja dan efisiensi energi mereka.

Rekomendasi Distributor Genset Berkualitas 

Apakah Anda sedang mencari solusi daya yang tidak hanya tangguh tetapi juga efisien untuk kebutuhan industri Anda? PT Interjaya Surya Megah siap menyediakan berbagai jenis genset yang mendukung sistem load sharing. Hubungi kami sekarang untuk menemukan solusi yang tepat bagi bisnis Anda dan nikmati manfaat dari teknologi mutakhir kami!

HEAD OFFICE
Jl. Rungkut Industri III no. 45 Surabaya 60293 – Indonesia
Phone: +623199850000
Fax: +623199851477 
Email: support@interjaya.com 
Facebook: Interjaya Suryamegah
Instagram: Interjaya Suryamegah

20240405 104828 scaled

Berapa Saja Kapasitas Genset Yang Wajib Memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO)?

Sertifikat Laik Operasi (SLO) adalah dokumen yang menyatakan bahwa suatu peralatan listrik, termasuk genset, telah memenuhi standar keselamatan dan layak digunakan. Menurut Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 12 Tahun 2019, genset dengan kapasitas lebih dari 500 kVA wajib memiliki SLO.

Genset merupakan sumber daya listrik cadangan yang banyak digunakan dalam berbagai sektor, mulai dari industri hingga rumah tangga. Namun, tidak semua genset dapat dioperasikan tanpa persyaratan tertentu. Berikut ini adalah penjelasan beberapa jenis genset dengan kapasitas tertentu yang wajib memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO) sebagai jaminan keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi, dan memastikan bahwa penggunaan genset tidak menimbulkan risiko bahaya bagi lingkungan dan penggunanya.

Pemakaian genset di pabrik

Genset dengan Kapasitas di Atas 500 kVA

Genset dengan kapasitas lebih dari 500 kVA termasuk dalam kategori daya besar yang biasa digunakan untuk pabrik, hotel, gedung perkantoran, dan fasilitas industri lainnya. Karena kapasitasnya yang besar, genset jenis ini memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap keselamatan dan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, regulasi mewajibkan pemilik genset di atas 500 kVA untuk mendapatkan SLO sebelum digunakan. Pemeriksaan ketat dilakukan untuk memastikan bahwa genset telah memenuhi standar teknis yang berlaku.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang SLO, baca artikel Apa Yang Dimaksud Sertifikasi Laik Operasi SLO Genset?

Genset yang Terkoneksi ke Jaringan Listrik PLN

SLO juga diwajibkan bagi genset yang terhubung langsung ke jaringan listrik PLN. Hal ini berlaku baik untuk genset yang digunakan sebagai daya cadangan maupun sebagai pendukung kebutuhan listrik tambahan. Pemeriksaan SLO memastikan bahwa tidak terjadi gangguan atau interferensi pada sistem distribusi listrik utama, yang dapat berakibat pada ketidakseimbangan daya atau bahkan gangguan kelistrikan skala besar.

Genset untuk Fasilitas Publik

Fasilitas publik seperti rumah sakit, bandara, pusat perbelanjaan, dan instansi pemerintahan sangat bergantung pada genset sebagai sumber daya cadangan. Karena operasional di fasilitas-fasilitas ini bersifat krusial dan menyangkut kepentingan banyak orang, genset yang digunakan di fasilitas publik diwajibkan memiliki SLO. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa genset dapat berfungsi dengan optimal dalam situasi darurat tanpa menimbulkan risiko bagi pengguna fasilitas.

Genset dengan Kapasitas di Bawah 500 kVA (Opsional)

Untuk genset dengan kapasitas di bawah 500 kVA, seperti yang digunakan untuk rumah tangga atau usaha kecil, kepemilikan SLO tidak diwajibkan. Namun, dalam beberapa kasus, pemilik genset tetap dapat mengajukan surat keterangan pengganti SLO sebagai bukti bahwa genset telah diuji dan memenuhi standar keselamatan. Meskipun opsional, memiliki dokumen ini dapat memberikan jaminan tambahan terkait keandalan dan keamanan genset yang digunakan.

Kesimpulan

Tidak semua genset diwajibkan memiliki SLO, namun untuk genset dengan kapasitas di atas 500 kVA, yang terkoneksi dengan jaringan PLN, atau yang digunakan dalam fasilitas publik, kepemilikan SLO adalah suatu keharusan. Regulasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa genset yang digunakan telah memenuhi standar keselamatan dan dapat beroperasi tanpa membahayakan lingkungan sekitar. Sementara itu, untuk genset berkapasitas kecil, kepemilikan SLO bersifat opsional tetapi tetap dianjurkan guna menjamin keamanan penggunaannya.

Rekomendasi Distributor Genset 500kVA Terpercaya

Penggunaan genset membutuhkan regulasi penting yang harus dipenuhi, salah satunya adalah kepemilikan Sertifikat Laik Operasi (SLO). Untuk Anda yang sedang mencari genset berkapasitas lebih dari 500 kVA, percayakan kebutuhan genset Anda pada PT Interjaya Suryamegah dan dapatkan produk berkualitas dengan jaminan legalitas serta layanan terbaik. Segera hubungi kami untuk mendapatkan penawaran terbaik!

HEAD OFFICE
Jl. Rungkut Industri III no. 45 Surabaya 60293 – Indonesia
Phone:+623199850000
Fax:+623199851477 
Email: support@interjaya.com 
Facebook: Interjaya Suryamegah
Instagram:Interjaya Suryamegah
Instagram:Intergen Genset

Page 1 of 11