Kapasitas genset untuk pompa atau kompresor perlu ditentukan dengan memperhitungkan kebutuhan saat motor mulai bekerja, bukan hanya daya operasionalnya. Untuk menentukan kapasitas yang sesuai, lakukan langkah berikut:

  1. Kumpulkan spesifikasi pompa atau kompresor beserta motor penggeraknya.
  2. Bedakan kebutuhan daya saat motor berjalan normal dan saat pertama kali dinyalakan.
  3. Identifikasi metode starting yang digunakan pada setiap motor.
  4. Hitung beban lain yang tetap bekerja ketika motor mulai dinyalakan.
  5. Susun urutan starting jika terdapat beberapa pompa atau kompresor.
  6. Cari skenario operasi dengan kebutuhan daya sesaat paling tinggi.
  7. Pastikan engine dan alternator genset mampu menghadapi lonjakan beban tersebut.
  8. Tentukan rating genset berdasarkan kondisi beban terberat yang telah dihitung.

Pompa dan kompresor umumnya menggunakan motor listrik yang membutuhkan arus lebih besar ketika pertama kali dinyalakan. Akibatnya, genset yang terlihat cukup berdasarkan total daya operasional masih dapat mengalami voltage drop, frekuensi turun, atau gagal menjalankan motor saat proses starting.

Karena itu, penentuan kapasitas genset perlu mengikuti kondisi operasi aktual, mulai dari data motor hingga simulasi beban terberat saat pompa atau kompresor dinyalakan.

Catat Data Pompa atau Kompresor yang Akan Dinyalakan

Mulailah dengan mengumpulkan data setiap pompa atau kompresor beserta motor penggeraknya. Informasi ini diperlukan agar kapasitas genset tidak dihitung hanya dari angka kW atau HP.

Data yang perlu dicatat meliputi:

  • Jenis dan jumlah peralatan
  • Daya motor dalam kW atau HP
  • Tegangan dan jumlah phase
  • Arus nominal
  • Arus awal atau starting current
  • Faktor daya dan efisiensi motor
  • Metode starting motor
  • Pola dan durasi operasi
  • Peralatan yang harus bekerja bersamaan

Lembar pendataan dapat dibuat dengan kolom nama peralatan, fungsi, daya motor, arus nominal, arus awal, metode starting, jumlah unit, dan waktu pengoperasian.

Bedakan Daya Operasional dan Daya Awal Motor Penggerak

Daya operasional adalah kebutuhan setelah motor mencapai kondisi kerja normal, sedangkan daya awal muncul ketika motor mulai berakselerasi. Selisih keduanya menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kapasitas genset untuk pompa.

Rehlko dalam Sizing Generators for Motor Starting menjelaskan bahwa proses starting motor dapat menimbulkan voltage dip pada generator. Besarnya dip dan kemampuan motor berakselerasi dipengaruhi antara lain oleh karakter motor, beban mekanis, alternator, dan kemampuan genset merespons beban.

Artinya, genset dapat mencukupi ketika pompa sudah berjalan tetapi tetap drop saat pompa mulai dinyalakan apabila kemampuan menerima beban awal tidak memadai.

Periksa Metode yang Digunakan untuk Menyalakan Motor

Metode starting memengaruhi arus dan torsi ketika motor mulai bekerja. Karena itu, dua motor dengan daya nominal sama belum tentu memberikan tuntutan starting yang sama kepada genset.

1. Direct-on-Line

Direct-on-Line (DOL) menghubungkan motor langsung ke tegangan penuh. Metode ini sederhana, tetapi menghasilkan arus dan torsi awal yang tinggi sehingga kemampuan genset menghadapi starting perlu diperiksa.

2. Star-Delta

Star-delta menurunkan arus dan torsi pada tahap awal, kemudian berpindah ke hubungan delta. Peralihan tersebut tetap perlu diperhitungkan karena dapat menimbulkan perubahan arus.

3. Soft Starter

Soft starter menaikkan tegangan dan torsi secara bertahap sehingga proses starting lebih terkendali. Hasil aktual tetap dipengaruhi pengaturan starter dan kebutuhan torsi peralatan.

4. Variable Frequency Drive

Variable Frequency Drive (VFD) mengendalikan frekuensi dan kecepatan motor saat mulai beroperasi. Pada sistem genset, karakter beban elektronik dan kesesuaian drive dengan sumber daya juga perlu diperiksa.

ABB menjelaskan perbedaan karakter DOL, star-delta, dan soft starter, termasuk tingginya arus pada DOL, pengurangan arus pada star-delta, serta starting yang lebih terkontrol dengan soft starter.

Tabel berikut membantu melihat implikasinya terhadap pemilihan genset.

MetodeKarakter StartingHal yang Perlu Diperiksa
DOLMotor langsung menerima tegangan penuhArus awal dan voltage dip
Star-DeltaArus awal dikurangi melalui tahap starTransisi star ke delta dan kebutuhan torsi
Soft StarterStarting dilakukan bertahapSetting arus, ramp, dan kebutuhan torsi
VFDKecepatan dan frekuensi dikontrolSetting drive, harmonik, dan kompatibilitas genset

Hitung Beban Lain yang Sudah Aktif

Kebutuhan starting pompa atau kompresor harus dihitung bersama beban yang sudah ditanggung genset. Beban tersebut dapat berupa mesin produksi, sistem pendingin, penerangan, panel kontrol, conveyor, pompa lain, peralatan kantor, maupun sistem keamanan.

Secara konseptual, perhitungannya adalah:

Total kebutuhan saat peralatan dinyalakan = beban yang sudah aktif + kebutuhan daya awal pompa atau kompresor

Rumus tersebut bersifat konseptual. Gunakan data teknis motor dan genset untuk perhitungan akhir, bukan satu faktor pengali umum untuk semua motor.

Genset untuk hotel

Atur Urutan Menyalakan Pompa dan Kompresor

Jika terdapat beberapa motor, periksa apakah semuanya benar-benar harus mulai bersamaan. Starting bertahap dapat mengurangi lonjakan beban yang diterima genset.

Urutannya perlu mempertimbangkan:

  • Peralatan yang paling kritis
  • Motor dengan kebutuhan awal terbesar
  • Jeda antar-start
  • Beban yang sudah berjalan
  • Kebutuhan proses produksi
  • Sistem kontrol otomatis
  • Kemungkinan dua motor menerima perintah start bersamaan

Identifikasi Kondisi Beban Terberat Saat Peralatan Dinyalakan

Buat beberapa skenario operasi dan cari kondisi dengan kebutuhan sesaat paling tinggi. Motor terbesar belum tentu menjadi kondisi terberat jika motor tersebut dinyalakan ketika beban lain masih rendah.

Gunakan tabel simulasi berikut untuk memetakan kondisinya:

TahapBeban AktifMotor yang MulaiMetode StartingTotal Kebutuhan Sesaat
1Beban dasarPompa 1Sesuai sistemHitung dari data aktual
2Beban dasar + Pompa 1KompresorSesuai sistemHitung dari data aktual
3Beban produksiPompa/kompresor berikutnyaSesuai sistemHitung dari data aktual

Simulasikan pula kondisi ketika beberapa peralatan hidup kembali otomatis setelah pemadaman karena situasi tersebut dapat menyebabkan beberapa motor mencoba start dalam waktu berdekatan.

Periksa Kemampuan Genset Menghadapi Lonjakan Beban

Kapasitas kW saja belum cukup. Periksa kemampuan engine menerima tambahan beban serta kemampuan alternator menghadapi arus awal tanpa membuat tegangan dan frekuensi turun melampaui batas yang dapat diterima sistem.

Beberapa aspek yang perlu diperiksa meliputi:

  • Kemampuan engine menerima tambahan beban
  • Respons alternator terhadap arus awal
  • Batas penurunan tegangan
  • Batas penurunan frekuensi
  • Waktu hingga tegangan dan frekuensi kembali stabil
  • Sensitivitas mesin atau panel kontrol yang sudah aktif
  • Kemampuan genset menghadapi motor yang berulang kali dinyalakan

Tentukan Kapasitas Genset dari Kondisi Beban Terberat

Pilih kapasitas genset yang mampu menopang beban normal sekaligus melewati kondisi starting paling berat yang ditemukan dari simulasi.

Gunakan matriks berikut untuk membantu menentukan tindakan:

Hasil EvaluasiTindakan
Beban operasi dan starting dapat ditanggungKapasitas dapat dipertimbangkan setelah spesifikasi lain diverifikasi
Beban operasi cukup, tetapi starting terlalu beratEvaluasi kapasitas, metode starting, atau urutan pengoperasian
Starting dapat ditanggung, tetapi total beban operasi terlalu tinggiPilih kapasitas lebih besar atau kurangi beban terhubung
Data starting belum tersediaLengkapi data motor sebelum menentukan unit

Membeli genset yang jauh lebih besar bukan satu-satunya solusi. Pengaturan metode starting dan urutan masuknya motor juga dapat memengaruhi kebutuhan sistem.

Untuk memahami perbedaan cara genset menerima tambahan beban, baca artikel pengaruh penambahan beban bertahap dan sekaligus pada genset

Uji beban genset

Kesalahan yang Membuat Genset Tetap Drop

Beberapa kesalahan berikut dapat membuat genset terlihat cukup dalam perhitungan, tetapi bermasalah ketika pompa atau kompresor mulai bekerja:

  • Hanya menjumlahkan daya operasional
  • Menggunakan daya motor sebagai satu-satunya acuan
  • Mengabaikan arus awal
  • Menganggap semua metode starting memberikan tuntutan yang sama
  • Tidak menghitung beban yang sudah aktif
  • Mengabaikan automatic restart setelah pemadaman
  • Tidak memeriksa toleransi tegangan peralatan
  • Menambahkan margin kapasitas tanpa simulasi kondisi beban

Checklist Sebelum Meminta Rekomendasi Genset

Agar evaluasi kapasitas genset industri lebih akurat, siapkan data sebelum meminta rekomendasi genset untuk pompa dan kompresor. Checklist ini dapat digunakan sebelum berkonsultasi agar data motor, pola operasi, dan beban lain yang memengaruhi penentuan kapasitas tidak terlewat.

Setelah data tersebut tersedia, Anda dapat melihat pilihan kapasitas genset industri dari Intergen Genset.

FAQ tentang Cara Menentukan Kapasitas Genset untuk Pompa dan Kompresor

Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul ketika menentukan genset untuk pompa industri maupun kompresor.

1. Mengapa genset drop hanya saat pompa mulai dinyalakan?

Motor dapat memberikan tuntutan daya dan arus yang lebih besar saat starting dibandingkan ketika sudah beroperasi stabil. Jika genset tidak mampu merespons kondisi tersebut, tegangan atau frekuensi dapat turun.

2. Apakah daya pompa cukup dikalikan dengan angka tertentu?

Tidak. Kebutuhan starting dipengaruhi spesifikasi motor, metode starting, karakter beban, dan kondisi sistem. Gunakan data aktual motor dan genset.

3. Apakah soft starter dapat mengurangi kapasitas genset yang dibutuhkan?

Soft starter dapat mengurangi tuntutan starting dibandingkan DOL pada aplikasi yang sesuai, tetapi hasilnya bergantung pada pengaturan dan kebutuhan torsi. Kapasitas genset tetap harus diverifikasi berdasarkan kondisi sistem.

4. Apakah pompa dan kompresor boleh dinyalakan bersamaan?

Boleh jika genset dan sistem listrik mampu menerima kebutuhan sesaat gabungan keduanya tanpa melewati batas operasi peralatan.

5. Apakah membeli genset lebih besar selalu menyelesaikan masalah?

Tidak selalu. Metode starting, urutan pengoperasian, sistem kontrol, beban aktif, dan distribusi daya juga perlu diperiksa sebelum memutuskan menaikkan kapasitas.

Kesimpulan

Kapasitas genset untuk pompa dan kompresor sebaiknya ditentukan dari kondisi beban terberat saat motor mulai bekerja, bukan hanya total daya setelah seluruh peralatan stabil. Jika hasil evaluasi menunjukkan genset tidak mampu melewati kondisi starting, periksa kembali kapasitas unit, metode starting, dan urutan menjalankan peralatan sebelum menentukan pilihan.

Tentukan Kapasitas Genset Sesuai Beban Pompa dan Kompresor

Jika genset akan digunakan untuk pompa atau kompresor, siapkan data nameplate motor, metode starting, urutan pengoperasian, serta beban lain yang tetap aktif. Konsultasikan data tersebut bersama PT Interjaya Suryamegah yang menyediakan Intergen Genset dengan berbagai pilihan tipe genset open maupun genset silent dan kapasitas genset agar dapat dipilih berdasarkan kebutuhan operasi dan kondisi starting peralatan Anda.

HEAD OFFICE
Jl. Rungkut Industri III no. 45 Surabaya 60293 – Indonesia

Phone: +623199850000
Fax: +623199851477 
Email: support@interjaya.com 
Facebook: Interjaya Suryamegah
Instagram: Interjaya Suryamegah

Referensi

ABB. (2024). PSTX enclosed softstarters: Motor starting. ABB.
https://library.e.abb.com/public/88c8f38576ba478f80079e8f85788c9f/1SQC913001C0201_PSTX%20Enclosed%20softstarters%20catalog_DGT.pdf