Kapasitas genset untuk pompa atau kompresor perlu ditentukan dengan memperhitungkan kebutuhan saat motor mulai bekerja, bukan hanya daya operasionalnya. Untuk menentukan kapasitas yang sesuai, lakukan langkah berikut:
Pompa dan kompresor umumnya menggunakan motor listrik yang membutuhkan arus lebih besar ketika pertama kali dinyalakan. Akibatnya, genset yang terlihat cukup berdasarkan total daya operasional masih dapat mengalami voltage drop, frekuensi turun, atau gagal menjalankan motor saat proses starting.
Karena itu, penentuan kapasitas genset perlu mengikuti kondisi operasi aktual, mulai dari data motor hingga simulasi beban terberat saat pompa atau kompresor dinyalakan.
Mulailah dengan mengumpulkan data setiap pompa atau kompresor beserta motor penggeraknya. Informasi ini diperlukan agar kapasitas genset tidak dihitung hanya dari angka kW atau HP.
Data yang perlu dicatat meliputi:
Lembar pendataan dapat dibuat dengan kolom nama peralatan, fungsi, daya motor, arus nominal, arus awal, metode starting, jumlah unit, dan waktu pengoperasian.
Daya operasional adalah kebutuhan setelah motor mencapai kondisi kerja normal, sedangkan daya awal muncul ketika motor mulai berakselerasi. Selisih keduanya menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kapasitas genset untuk pompa.
Rehlko dalam Sizing Generators for Motor Starting menjelaskan bahwa proses starting motor dapat menimbulkan voltage dip pada generator. Besarnya dip dan kemampuan motor berakselerasi dipengaruhi antara lain oleh karakter motor, beban mekanis, alternator, dan kemampuan genset merespons beban.
Artinya, genset dapat mencukupi ketika pompa sudah berjalan tetapi tetap drop saat pompa mulai dinyalakan apabila kemampuan menerima beban awal tidak memadai.
Metode starting memengaruhi arus dan torsi ketika motor mulai bekerja. Karena itu, dua motor dengan daya nominal sama belum tentu memberikan tuntutan starting yang sama kepada genset.
Direct-on-Line (DOL) menghubungkan motor langsung ke tegangan penuh. Metode ini sederhana, tetapi menghasilkan arus dan torsi awal yang tinggi sehingga kemampuan genset menghadapi starting perlu diperiksa.
Star-delta menurunkan arus dan torsi pada tahap awal, kemudian berpindah ke hubungan delta. Peralihan tersebut tetap perlu diperhitungkan karena dapat menimbulkan perubahan arus.
Soft starter menaikkan tegangan dan torsi secara bertahap sehingga proses starting lebih terkendali. Hasil aktual tetap dipengaruhi pengaturan starter dan kebutuhan torsi peralatan.
Variable Frequency Drive (VFD) mengendalikan frekuensi dan kecepatan motor saat mulai beroperasi. Pada sistem genset, karakter beban elektronik dan kesesuaian drive dengan sumber daya juga perlu diperiksa.
ABB menjelaskan perbedaan karakter DOL, star-delta, dan soft starter, termasuk tingginya arus pada DOL, pengurangan arus pada star-delta, serta starting yang lebih terkontrol dengan soft starter.
Tabel berikut membantu melihat implikasinya terhadap pemilihan genset.
| Metode | Karakter Starting | Hal yang Perlu Diperiksa |
| DOL | Motor langsung menerima tegangan penuh | Arus awal dan voltage dip |
| Star-Delta | Arus awal dikurangi melalui tahap star | Transisi star ke delta dan kebutuhan torsi |
| Soft Starter | Starting dilakukan bertahap | Setting arus, ramp, dan kebutuhan torsi |
| VFD | Kecepatan dan frekuensi dikontrol | Setting drive, harmonik, dan kompatibilitas genset |
Kebutuhan starting pompa atau kompresor harus dihitung bersama beban yang sudah ditanggung genset. Beban tersebut dapat berupa mesin produksi, sistem pendingin, penerangan, panel kontrol, conveyor, pompa lain, peralatan kantor, maupun sistem keamanan.
Secara konseptual, perhitungannya adalah:
Total kebutuhan saat peralatan dinyalakan = beban yang sudah aktif + kebutuhan daya awal pompa atau kompresor
Rumus tersebut bersifat konseptual. Gunakan data teknis motor dan genset untuk perhitungan akhir, bukan satu faktor pengali umum untuk semua motor.
Jika terdapat beberapa motor, periksa apakah semuanya benar-benar harus mulai bersamaan. Starting bertahap dapat mengurangi lonjakan beban yang diterima genset.
Urutannya perlu mempertimbangkan:
Buat beberapa skenario operasi dan cari kondisi dengan kebutuhan sesaat paling tinggi. Motor terbesar belum tentu menjadi kondisi terberat jika motor tersebut dinyalakan ketika beban lain masih rendah.
Gunakan tabel simulasi berikut untuk memetakan kondisinya:
| Tahap | Beban Aktif | Motor yang Mulai | Metode Starting | Total Kebutuhan Sesaat |
| 1 | Beban dasar | Pompa 1 | Sesuai sistem | Hitung dari data aktual |
| 2 | Beban dasar + Pompa 1 | Kompresor | Sesuai sistem | Hitung dari data aktual |
| 3 | Beban produksi | Pompa/kompresor berikutnya | Sesuai sistem | Hitung dari data aktual |
Simulasikan pula kondisi ketika beberapa peralatan hidup kembali otomatis setelah pemadaman karena situasi tersebut dapat menyebabkan beberapa motor mencoba start dalam waktu berdekatan.
Kapasitas kW saja belum cukup. Periksa kemampuan engine menerima tambahan beban serta kemampuan alternator menghadapi arus awal tanpa membuat tegangan dan frekuensi turun melampaui batas yang dapat diterima sistem.
Beberapa aspek yang perlu diperiksa meliputi:
Pilih kapasitas genset yang mampu menopang beban normal sekaligus melewati kondisi starting paling berat yang ditemukan dari simulasi.
Gunakan matriks berikut untuk membantu menentukan tindakan:
| Hasil Evaluasi | Tindakan |
| Beban operasi dan starting dapat ditanggung | Kapasitas dapat dipertimbangkan setelah spesifikasi lain diverifikasi |
| Beban operasi cukup, tetapi starting terlalu berat | Evaluasi kapasitas, metode starting, atau urutan pengoperasian |
| Starting dapat ditanggung, tetapi total beban operasi terlalu tinggi | Pilih kapasitas lebih besar atau kurangi beban terhubung |
| Data starting belum tersedia | Lengkapi data motor sebelum menentukan unit |
Membeli genset yang jauh lebih besar bukan satu-satunya solusi. Pengaturan metode starting dan urutan masuknya motor juga dapat memengaruhi kebutuhan sistem.
Untuk memahami perbedaan cara genset menerima tambahan beban, baca artikel pengaruh penambahan beban bertahap dan sekaligus pada genset
Beberapa kesalahan berikut dapat membuat genset terlihat cukup dalam perhitungan, tetapi bermasalah ketika pompa atau kompresor mulai bekerja:
Agar evaluasi kapasitas genset industri lebih akurat, siapkan data sebelum meminta rekomendasi genset untuk pompa dan kompresor. Checklist ini dapat digunakan sebelum berkonsultasi agar data motor, pola operasi, dan beban lain yang memengaruhi penentuan kapasitas tidak terlewat.
Setelah data tersebut tersedia, Anda dapat melihat pilihan kapasitas genset industri dari Intergen Genset.
Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul ketika menentukan genset untuk pompa industri maupun kompresor.
Motor dapat memberikan tuntutan daya dan arus yang lebih besar saat starting dibandingkan ketika sudah beroperasi stabil. Jika genset tidak mampu merespons kondisi tersebut, tegangan atau frekuensi dapat turun.
Tidak. Kebutuhan starting dipengaruhi spesifikasi motor, metode starting, karakter beban, dan kondisi sistem. Gunakan data aktual motor dan genset.
Soft starter dapat mengurangi tuntutan starting dibandingkan DOL pada aplikasi yang sesuai, tetapi hasilnya bergantung pada pengaturan dan kebutuhan torsi. Kapasitas genset tetap harus diverifikasi berdasarkan kondisi sistem.
Boleh jika genset dan sistem listrik mampu menerima kebutuhan sesaat gabungan keduanya tanpa melewati batas operasi peralatan.
Tidak selalu. Metode starting, urutan pengoperasian, sistem kontrol, beban aktif, dan distribusi daya juga perlu diperiksa sebelum memutuskan menaikkan kapasitas.
Kapasitas genset untuk pompa dan kompresor sebaiknya ditentukan dari kondisi beban terberat saat motor mulai bekerja, bukan hanya total daya setelah seluruh peralatan stabil. Jika hasil evaluasi menunjukkan genset tidak mampu melewati kondisi starting, periksa kembali kapasitas unit, metode starting, dan urutan menjalankan peralatan sebelum menentukan pilihan.
Jika genset akan digunakan untuk pompa atau kompresor, siapkan data nameplate motor, metode starting, urutan pengoperasian, serta beban lain yang tetap aktif. Konsultasikan data tersebut bersama PT Interjaya Suryamegah yang menyediakan Intergen Genset dengan berbagai pilihan tipe genset open maupun genset silent dan kapasitas genset agar dapat dipilih berdasarkan kebutuhan operasi dan kondisi starting peralatan Anda.
HEAD OFFICE
Jl. Rungkut Industri III no. 45 Surabaya 60293 – Indonesia
Phone: +623199850000
Fax: +623199851477
Email: support@interjaya.com
Facebook: Interjaya Suryamegah
Instagram: Interjaya Suryamegah
Referensi
ABB. (2024). PSTX enclosed softstarters: Motor starting. ABB.
https://library.e.abb.com/public/88c8f38576ba478f80079e8f85788c9f/1SQC913001C0201_PSTX%20Enclosed%20softstarters%20catalog_DGT.pdf
Beban genset 3 phase yang tidak seimbang dapat membuat satu phase mencapai batas lebih dahulu…
Genset yang terlalu sering beroperasi dengan beban rendah dapat mengalami pembakaran kurang optimal, penumpukan residu,…
Kapasitas genset dapat berkurang ketika digunakan pada suhu tinggi atau dataran tinggi. Untuk menentukan kapasitas…
Genset untuk area tambang harus dipilih berdasarkan kondisi operasional di lokasi. Periksa fungsi genset, profil…
Tidak semua lift harus tetap berjalan ketika listrik padam. Lift yang menerima daya dari genset…
Genset untuk data center perlu ditentukan berdasarkan beban kritis, profil dan urutan masuknya beban, kebutuhan…
This website uses cookies.