INTERGEN GENSET - Solusi untuk kebutuhan genset anda.

Month: May 2021

Cara Kerja Genset Diesel

Tidak sedikit orang bertanya-tanya mengenai gimana cara kerja genset diesel sebab jenis atau tipe genset yang satu ini merupakan alat pembangkit listrik dengan bahan bakar termurah jika dibandingkan dengan jenis atau tipe lainnya. Jika anda juga sedang mencari tahu hal tersebut, maka anda telah berkunjung ke situs yang tepat.

Meski bahan bakar diesel adalah yang termurah yaitu solar dibandingkan dengan tipe atau jenis genset lainnya dengan bahan bakar gas LPG, bensin, turbin, namun generator set ini juga tidak kalah bersaing dalam daya pengeluarannya. Generator set tersebut dapat mengeluarkan daya yang cukup besar meski bahan bakarnya termurah.

Dalam artikel ini akan terdapat lengkap mengenai jenis generator set diesel dimulai dari penjelasan mengenai apa itu generator set jenis diesel, bagaimana cara kerja genset diesel, dan juga kelebihan serta kekurangan dari jenis atau tipe genset ini. Dengan begitu anda dapat menggunakannya sesuai dengan kebutuhan.

Oleh karena itu, anda harus memperhatikan artikel ini dengan seksama agar tidak ada bagian terlewat yang dapat membuat anda menjadi kurang paham atau mengerti dengan penjelasannya.

Pengertian dari Generator Set Diesel

Sebelum anda mengetahui tentang penjelasan cara kerja genset diesel, sebaiknya anda tahu tentang pengertian Generator Set diesel. Generator set diesel adalah mesin generator atau alat pembangkit listrik yang menjadikan solar sebagai bahan bakar utamanya. Genset ini mengkonversikan solar jadi energi prosedur untuk diproses sistem pembakaran.

Jenis ini memanfaatkan udara dengan cara mengkonversikannya untuk mulai melakukan pembakaran bahan bakar solar itu. Pada jenis ini tidak terdapat campuran di luar silinder antara udara serta bahan bakar.

Pada umumnya genset jenis ini mempunyai silinder mulai dari dua sampai dengan enam belas silinder. Banyaknya silinder itu tergantung pada merek atau brand dan juga tipe generator setnya. Generator set diesel ini memang sudah jadi satu dari banyak pilihan terbaik untuk menunjang kebutuhan bisnis.

Genset ini memiliki torsi yang cukup besar, namun meski demikian genset ini juga mempunyai mekanisme kompresi tinggi sehingga bisa mengeluarkan suara yang amat kencang atau bising. Kapasitas dari genset ini mempunyai kapasitas penuh hanya sampai 10 Kw atau 10.000 Watt. Namun hal tersebut kembali lagi tergantung dari merk atau brandnya. Generator set diesel lainnya juga ada yang memiliki kapasitas maksimal 5 Kw atau 5rb Watt, sampai dengan 2 MW atau 2 juta Watt.

Berikut Cara Kerja Genset Diesel

Sebab generator setnya ini memakai mesin diesel atau dengan kata lain memakai kompresi pengapian untuk menghidupkan bahan bakar. Cara kerja genset diesel yang utama adalah meningkatkan kompresi menjadi lebih tinggi sehingga memanas dan juga membuat suhu dalam mesin ikut meningkat jadi lebih tinggi.

Di dalam mesin diesel ini bahan bakarnya yaitu solar dan udara dimasukkan ke dalam mesin dengan tahapan yang beda. Untuk lebih mengetahui cara kerja dari mesin ini anda tentu harus mengetahui komponen utama di mana komponen tersebut merupakan komponen penghasil energi listrik. Terdapat 9 komponen utama dalam suatu mesin genset ini.

Sembilan komponen tersebut yaitu engine atau mesin, alternator, sistem bahan bakar, regulator tegangan, sistem pendingin dan pembuangan, sistem pelumasan, pengisi baterai, panel kendali, dan main assembly atau mainframe. Komponen tersebut merupakan komponen yang saling berhubungan dan saling membutuhkan agar dapat menciptakan listrik.

Selain itu, cara kerja suatu genset juga dapat dilihat dari komponen utamanya seperti sembilan komponen di atas. Dengan mengetahui komponen apa saja yang dipakai untuk menciptakan tenaga listrik tentu anda juga dapat mengetahui juga gimana cara kerja hal itu.

Secara dasar prinsip atau cara kerja genset diesel yaitu mengubah tenaga mekanisme menjadi tenaga listrik. Proses perubahan tersebut dilakukan melalui proses induksi elektromagnetik. Sehingga pada akhirnya generator set ini dapat digunakan ketika terjadi pemadaman listrik atau dengan kata lain mesin ini dapat disebut sebagai stok listrik cadangan.

Kelebihan dan Kekurangan yang Dimilikinya

Segala hal di dunia ini tentu mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri, begitu juga dengan generator set jenis diesel. Genset diesel tersebut mempunyai kelebihan seperti torsinya lumayan besar, kemampuan bahan bakarnya tinggi, perawatannya mudah dilakukan, mesinnya kuat dan tahan banting, bisa dipakai dalam kapasitas tinggi, dan harga bahan bakarnya murah.

Sedangkan untuk kekurangannya generator set ini mengeluarkan suara mesin yang sangat kencang atau bising. Lalu harganya untuk generator tersebut dikenal lebih mahal. Terlebih lagi mesin diesel itu dianggap kurang efisien karena mempunyai ukurannya besar dan juga mempunyai bobot sangat berat. Dan paling mengganggu yaitu gas pembuangannya yang sangat banyak.

Sekarang anda tentu sudah paham dan mengerti mengenai generator jenis diesel tersebut bukan? Maka, jika anda sudah memilikinya harus merawat mesin tersebut dengan baik. Namun jika baru berencana ingin membeli, maka ketahui lebih dulu mengenai cara kerja genset diesel, kelebihan, kekurangannya, dan bagaimana harganya.

Cara Setting RPM Genset

Banyak orang mencari tahu cara setting RPM genset karena memang RPM sering bermasalah seperti tidak stabil, tidak pas, dan lain sebagainya. Hal tersebut tentu sangat mengganggu kita untuk mengetahui seberapa besar frekuensi tenaga listrik yang telah dihasilkan oleh generator set tersebut.

Sebab dengan adanya RPM ini kita dapat dengan mudah mengetahui apakah tegangan arus listrik yang diciptakan generator setnya stabil atau tidak. Dengan RPMnya itu seseorang juga dapat memutuskan untuk melakukan perawatan atau perbaikan pada generator set yang mereka miliki.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui cara setting RPM genset sehingga RPM tersebut akan selalu berfungsi sebagaimana mestinya dan dapat anda gunakan dengan baik. Anda tentu tidak boleh mengabaikan hal ini karena anda akan sangat rugi jika mengabaikan hal penting ini.

Namun sebelum membahas bagaimana cara penyetingannya, lebih baik jika mengetahui apa itu frekuensi pada genset dan apa itu RPM terlebih dahulu. Dengan mengetahui fungsi hz pada genset anda akan lebih mudah untuk memahami mengapa hal ini sangat penting dan juga lebih memahami tentang pembahasan yang akan dibahas selanjutnya yaitu mengenai bagaimana cara menyettingnya.

Mengenal Frekuensi pada Genset

Genset adalah sebuah pembangkit listrik yang digerakkan oleh mesin diesel untuk memutar generator. Instrumen yang terdapat pada panel generator diantaranya Volt, Ampere, dan Hz (frekuensi).

Voltase / Volt adalah tegangan listrik, semakin besar beda potensinya, maka semakin besar pula tegangannya. Jika tidak ada perbedaan potensi, listrik tidak akan mengalir. Ampere adalah satuan arus listrik dimana arus listrik adalah jumlah elektron yang lewat pada suatu titik pada rangkaian listrik dalam suatu periode waktu tertentu.

Frekuensi atau hz adalah jumlah kejadian pada suatu periode waktu tertentu. Satuan ini menunjukkan seberapa besar arus listrik berbolak-baik dalam periode waktu tertentu.

Pada genset, frekuensi listrik terkait langsung dengan jumlah putaran mesin. Sebenarnya juga terkait dengan jumlah kutub di dalam generator, namun jumlah kutub itu biasanya sudah standard, sehingga akhirnya kita hanya memperhatikan putaran mesinnya saja.

Jika frekuensi listrik terlalu besar, Anda bisa coba untuk menstabilkannya dengan cara menurunkan hz pada generator.

Apa Itu RPM Pada Genset?

Sebelum mengetahui cara setting RPM genset, anda perlu mengetahui hal ini terlebih dahulu. RPM sendiri merupakan kependekan atau singkatan dari Revolution Per Minute. Satuan ini pada umumnya dipakai untuk mengetahui frekuensi tegangan. Pada mesin generator set sendiri, RPM ini memiliki pengaruh yang sangat besar.

Pengaruhnya tersebut yaitu pada frekuensi tegangan listrik yang diciptakan oleh alat pembangkit listrik itu sendiri. Mesin generator yang sering dipakai tentu akan membuat tegangan frekuensinya berubah jadi tidak stabil. Hal tersebut terjadi karena kinerja mesin yang jarang dilakukan perawatan. Dampaknya yaitu RPM yang menggerakkan genset menurun.

Penurunan tersebut terjadi tanpa disadari oleh siapa saja. Hal tersebut juga biasanya ditunjukkan dengan penurunan Hz (Hertz) pada generator. Karena kedua komponen tersebut memang saling terhubung di dalam setelan frekuensi. Maka dari itu, penting untuk melakukan penyetingan dengan tepat agar generator tersebut tetap stabil.

Terkadang nilai RPM yang tidak berada di posisi standar adalah penyebab kerusakan pada genset. Perubahan nilai RPM dapat mempengaruhi stabilitas output dari genset itu sendiri.

Kadang turunnya nilai RPM disebabkan karena pemakaian dalam jangka waktu lama dan tidak disadari. Maka dari itu, penting untuk tahu cara mengecek dan juga mempelajari cara settingnya agar lebih mudah menjaga genset atau alat elektronik dari kerusakan yang tidak diinginkan.

Begini Cara Setting RPM Genset

Melakukan penyetingan RPM dalam mesin generator set memang sangat penting, hal ini penting dilakukan supaya perputaran mesin penggerak generator juga listrik yang diciptakan oleh generator itu bisa stabil pada tegangan 220 voltage. Melihat hal tersebut, penting untuk memulai penyetingan pada beberapa komponennya supaya Hz serta Frekuensi tegangan listrik stabil.

Cara mensetting Hz pada generator set adalah dengan cara menyetting baut stasioner yang ada di karburator. Lalu pakai Hz parameter untuk mengetahui hasilnya. Besaran Hz standar untuk generator set yaitu sebesar 50/60 Hertz. Apabila kurang dari 50 Hertz atau lebih dari 60 Hertz maka perlu untuk disetting ulang.

Apabila besarannya dibawah 50 Hertz maka putar baut stasionernya ke arah kanan, tetapi jika di atas 60 Hertz maka putar baut stasionernya ke arah kiri. Tetapi untuk memulai penyetingan di frekuensi tegangan listriknya, anda bisa memulai pengaturan ulang pada settingan baut governor.

Baut tersebut pada dasarnya tersimpan berdekatan dengan tempat penyimpanan bensin lalu ada pir dengan fungsi sebagai stabilizer setelan baut itu. Lalu anda dapat menggunakan multitester yang telah di setel ke ACV 250 volt untuk mengetahui hasilnya. Jika tegangannya kurang atau lebih dari 220 volt maka genset perlu disetting ulang.

Cara setting RPM genset di bagian tegangan listrik adalah dengan memutarkan baut governor pada generatornya itu sendiri. Apabila tegangan listriknya di bawah 220 volt, maka putar baut governor ke arah kanan. Tapi apabila tegangan listriknya di atas 220 volt, maka putar baut governor ke arah kiri sampai tegangannya itu sebesar 220 voltage.

Tetapi jika genset anda memakai AVR, maka penyetingan tegangan listrik itu dapat anda lakukan di AVRnya. Cara untuk menyettingnya adalah dengan memutarkan ke arah kanan dan kiri baut mungil yang ada di AVR generator itu sampai frekuensi tegangannya berada pada angka pas di tegangan 220 voltage.

Hal Penting dalam Setting Genset

Setelah mengetahui betapa pentingnya untuk melakukan penyetingan pada RPM generator set anda, maka anda tentu ingin segera menyettingnya jika memang terdapat suatu masalah atau kerusakan pada tegangan listrik atau juga besaran Hz yang tidak stabil. Namun sebelum melakukan penyetingan, anda perlu memperhatikan beberapa hal penting.

Hal tersebut perlu untuk dilakukan agar penyetingan berhasil dan dapat memberikan dampak yang baik. Sebelum dimulai penyetingan RPM pada generator set anda, akan lebih baik jika generator set tersebut di service lebih dulu terutama pada bagian mesin penggerak. Hal ini penting supaya tenaga dan perputaran mesinnya jadi stabil.

Jika generator set tersebut sudah dilakukan service, maka setelah itu merupakan kesempatan anda untuk mengatur Hz serta frekuensi tegangan listrik. Dengan begitu anda akan mudah untuk melakukan cara setting RPM genset seperti yang kami jelaskan di atas.

Jenis-jenis Layanan Purna Jual untuk Genset

Saat ini anda pasti mengetahui bahwa terdapat banyak jenis layanan purna jual untuk genset. Hal tersebut terjadi karena meningkatnya peminat generator set ini secara signifikan. Sehingga bermunculan banyak sekali jenis yang menyediakan pelayanan tersebut dalam bidang perdagangan generator set atau alat pembangkit listrik.

Meski demikian anda tentu harus tetap berhati-hati dan juga lebih teliti jika akan membeli genset melalui pelayanan purna jual tersebut. Memang pada umumnya pelayanan purna jual ini kebanyakan dilakukan oleh pabrikan atau perusahaan besar, namun sedikitnya juga pasti terdapat pengusaha perorangan atau perusahaan kecil yang melakukannya.

Pelayanan ini tentu tidak hanya tersedia untuk genset saja. Selain jenis layanan purna jual untuk genset, masih terdapat jenis layanan produk lainnya. Saat ini masyarakat lebih suka menggunakan layanan tersebut karena memang memberikan banyak manfaat atau keuntungan. Anda mungkin masih bingung dan bertanya-tanya mengenai hal ini.

Namun anda tidak perlu khawatir, di sini akan kami bahas tuntas mengenai apa itu layanan purna jualnya, bagaimana jenisnya, apa keuntungannya, dan informasi lainnya. Maka dari itu, jika anda sedang mencari tahu mengenai pelayanan ini, maka anda telah berkunjung ke situs tepat.

Apa Itu Pelayanan Purna Jual?

Sebelum mengetahui jenis layanan purna jual untuk genset, lebih baik jika anda mengetahui terlebih dahulu mengenai layanan ini. Dengan begitu anda tidak akan bingung dan akan lebih mudah mengerti ketika membaca pembahasan selanjutnya.

Pelayanan purna jual adalah pelayanan yang diberikan oleh suatu perusahaan terhadap konsumen setelah selesai melakukan transaksi jual beli. Pelayanan ini dilakukan oleh perusahaan dengan tujuan untuk memuaskan para pelanggannya, menjaga relasi baik, membangun kerja sama bersama konsumen, menciptakan loyalitas pelanggan itu sendiri, dan lain sebagainya.

Menurut aturan dari Menteri Perdagangan Republik Indonesia No 20/M-DAG/Per/5/2009 mengenai ketentuan serta tata cara mengawasi barang serta jasa. Pelayanan ini merupakan pelayanan yang diberikan oleh pengusaha terhadap konsumennya. Dengan memakai layanan ini maka barang yang anda beli akan terjamin kualitas dan ketahanannya selama satu tahun.

Dengan kata lain, jika anda memakai layanan ini maka secara tidak langsung barang yang dibeli memiliki garansi minimal selama satu tahun. Jika dalam satu tahun tersebut terdapat kerusakan atau cacat maka anda dapat memperbaikinya secara gratis tanpa biaya apapun. Dengan syarat kerusakan tersebut pure berasal dari pabrik.

Jenis Layanan Purna Jual untuk Genset

Jenis layanan untuk genset juga sebenarnya sama dengan jenis pelayanan lainnya. Di Indonesia sendiri terdapat dua jenis pelayanan utama yang dikeluarkan secara resmi dan termasuk ke dalam SNI Tahun 2007. Kedua jenis pelayanan tersebut tentu sangat membantu banyak orang. Lalu apa saja kedua jenis tersebut?

  1. Pelayanan Purna Jual selama Masa Garansi

Pelayanan ini merupakan jaminan pemeriksaan, perbaikan, penggantian, pada mesin genset secara gratis. Dengan kata lain dalam jenis layanan purna jual untuk genset ini biaya untuk pemeriksaan mesin, perbaikan jika terdapat kesalahan, pergantian sparepart yang tidak berfungsi dan itu semua dibiayai oleh perusahaan brand tersebut.

  1. Pelayanan Purna Jual pasca Garansi

Pada umumnya layanan ini tidak berbeda jauh dengan jenis sebelumnya. Anda akan diberi jaminan perawatan atau service berkala, perbaikan, penggantian sparepart dari barang tersebut. Namun perbedaannya hanya terletak pada biaya. Dalam pelayanan jenis ini biaya tersebut dibayar oleh anda yang merupakan konsumennya sendiri.

Oleh karena itu anda memang direkomendasikan untuk membeli genset di perusahaan yang menyediakan layanan purna jual, karena memberikan banyak sekali manfaat dan juga keuntungan. Selain itu, produk yang anda beli terjamin kualitasnya sehingga anda tidak perlu khawatir akan produk tersebut.

Jika memang terjadi kecelakaan sehingga mesinnya mati, anda juga tidak perlu khawatir. Dengan adanya garansi yang meliputi service atau perbaikan, pemeriksaan, penggantian, dan lain sebagainya. Dengan begitu anda akan tetap tenang juga lebih hemat karena tidak perlu mengeluarkan biaya.

Keuntungan dari Pelayanan Purna Jual

Pelayanan ini memiliki banyak sekali keuntungan baik itu untuk konsumen atau juga untuk perusahaannya. Jika untuk konsumen maka keuntungannya dapat berupa, konsumen lebih tenang dan aman karena memiliki garansi, lalu konsumen tetap hemat karena tidak perlu membayar biaya jasa ketika genset harus diperbaiki.

Sedangkan keuntungan bagi perusahaannya yaitu dapat kepercayaan dari konsumen, dapat menjangkau lebih banyak orang untuk mengetahui perusahaan tersebut, penjualan akan meningkat. Jadi memang pelayanan ini saling menguntungkan bagi kedua belah pihak yang telah melakukan transaksi baik dari pihak pembeli atau juga penjual.

Melihat hal tersebut banyak orang membeli genset pada perusahaan yang menyediakan pelayanan ini. Jadi jika anda sedang berbisnis genset, sebaiknya anda juga menyediakan layanan ini untuk meningkatkan penjualan dan juga menambah pendapatan. Jenis layanan purna jual untuk genset sendiri memang sangat cukup populer pada saat ini.

Apa itu AVR dan fungsinya di Genset?

Saat ini kebanyakan genset pasti memiliki AVR, namun tidak sedikit para pemilik mesin ini yang belum mengetahui pengertian dari AVR serta fungsi AVR di genset. Apabila anda merupakan salah satunya, kami akan membahas mengenai pengertian dari AVR juga beserta fungsinya.

AVR ini adalah bagian yang paling penting di suatu generator set karena memiliki pengaruh besar pada kinerja alat pembangkit listrik tersebut. Maka dari itu, anda harus mengetahui  bagian paling penting ini agar dapat menggunakan generator tersebut dengan baik dan benar sehingga mengurangi kerusakan atau kesalahan pada generatornya.

Ketika mengetahui apa itu AVR beserta fungsinya maka anda akan lebih mudah untuk memperbaiki alat pembangkit listrik atau generator set tersebut ketika terjadi suatu masalah atau kerusakan secara mendadak. Karena memang dengan memahami bagian ini maka bagian lainnya juga tentu akan dipahami secara tidak sadar.

Dikarenakan bagian ini merupakan bagian paling penting dibandingkan bagian lainnya, maka sebelum membahas fungsi AVR akan menjadi lebih baik jika anda mengetahui pengertiannya terlebih dahulu. Dengan begitu anda juga akan lebih mudah dan lebih mengerti ketika mencoba untuk memahami fungsinya karena memahami dasarnya lebih dulu.

Pengertian Atau Dasar AVR

AVR sendiri sebenarnya kependekan dari Automatic Voltage Regulator. Bagian atau komponen ini adalah bagian terpenting yang mengatur kinerja juga usia dari generator set itu sendiri. Jika diibaratkan pada makhluk hidup, bagian ini dapat dikatakan sebagai jantungnya atau bagian yang paling penting dalam suatu kehidupan.

Jika bagian tersebut mati atau tidak lagi dapat berfungsi, maka bagian lainnya juga tentu ikut mati atau tidak dapat berfungsi juga. Maka dari itu sangat penting sekali untuk menjaga, melindungi, dan juga kunci keberlangsungan hidup ini jika memang masih membutuhkannya.

Namun jika dilihat dari kebutuhan masyarakat pada listrik, tentu generator set ini akan selalu dibutuhkan sampai kapan saja. Karena listrik merupakan suatu hal yang memiliki peranan sangat besar dalam kehidupan manusia di zaman saat ini. Saat ini merupakan zaman modern di mana hampir seluruh kehidupannya memakai energi listrik.

Jika dalam satu hari saja tidak terdapat energi listrik di seluruh dunia, maka kehidupan saat ini akan hancur atau berakhir. Maka dari itu, penting untuk memiliki alat pembangkit listrik ini. Lalu apa fungsi AVR (Automatic Voltage Regulator) ini sehingga harus diperhatikan dengan sangat serius?

Berikut Fungsi dari AVR di Genset

Fungsi AVR utama yaitu menyeimbangkan voltage tegangan listrik dalam suatu generator set atau alat pembangkit listrik itu sendiri ketika dihadapkan pada beban listrik yang selalu berubah atau tidak stabil. Anda tentu sudah mengerti bahwa arus listrik yang tidak stabil akan memberikan dampak negatif.

Dampak negatif tersebut tidak hanya terjadi pada generator setnya saja namun juga pada seluruh perangkat elektronik yang terhubung dengan alat pembangkit listrik, seperti tv, komputer, radio, kulkas, dan lain sebagainya. Misal secara dasar komputer hanya butuh tegangan sebesar 230 Volt maka daya listrik yang harus diberikan juga sebesar 230 volt.

Tetapi karena output dari genset tidak stabil sehingga mengeluarkan tegangan listrik kurang dari 230 voltage. Maka beberapa komponen pada komputer terutama power supplynya akan terdapat beberapa kerusakan karena kurangnya tegangan listrik yang dibutuhkan. Tentu perangkat lain yang terhubung dengan genset juga akan terdapat kerusakan.

Tetapi jika alat pembangkit listrik atau genset itu memiliki Automatic Voltage Regulator, maka kejadian itu bisa diminimalisir hingga perangkat yang terhubung dengannya menjadi lebih aman dari kerusakan. Oleh karena itu, fungsi AVR ini sangat berguna ketika genset digunakan di saat PLN melakukan pemadaman listrik.

Cara Kerja Automatic Voltage Regulator

Setelah mengetahui apa itu AVR juga beserta fungsi AVR di genset atau generator set, maka selanjutnya yaitu mengetahui cara kerja dari bagian paling penting ini. Pada umumnya terdapat tiga langkah utama supaya bagian ini dapat berfungsi dengan maksimal. Langkah tersebut juga dapat digunakan untuk memeriksa apakah AVRnya berfungsi atau tidak.

Langkah pertama yaitu ketika mesin dinyalakan. Lalu langkah kedua gulungan utama genset akan memulai bekerja dan tegangan mulai diperoleh. Gulungan tersebut merupakan komponen yang memiliki sensor sehingga berperan sebagai pembaca seberapa besar tegangan yang dihasilkan. Dan langkah terakhir yaitu AVR akan mengirimkan sinyal pada exciter.

Pada saat output atau tegangan yang dihasilkan  itu tinggi, maka sinyalnya akan menunjukkan penurunan pada tegangan atau output tersebut. Begitu juga jika terjadi sebaliknya sampai arus atau tegangan listrik yang dikeluarkan oleh generator set benar-benar stabil sehingga seluruh perangkat aman.

Itu merupakan pengertian juga fungsi dari automatic voltage regulator yang perlu anda ketahui. Dengan demikian anda pasti menyadari bahwa fungsi AVR ini memiliki peranan atau dampak sangat besar bagi genset dan juga perangkat lainnya.