INTERGEN GENSET - Solusi untuk kebutuhan genset anda.

Month: June 2021

Bagaimana Cara Meningkatkan RPM di Generator Diesel

Ada beberapa cara meningkatkan RPM di generator diesel yang bisa anda lakukan. Genset atau generator set sendiri merupakan sebuah mesin dimana dapat memberikan voltase atau tegangan tetap/stabil.

Umumnya sebuah generator set sendiri menghasilkan tegangan normalnya adalah 220 volt serta 380 volt. Banyak hal yang menjadi penyebab mengapa tegangan pada genset sering naik turun dan tidak stabil.

Satu diantaranya ialah karena gangguan putaran mesin atau rpm di genset itu sendiri. Tentu saja jika voltase pada generator mengalami ketidakstabilan, maka akan menimbulkan kerusakan di mesin itu sendiri.

Sehingga apabila mesin generator naik turun tegangannya, maka segeralah mengatasi gangguannya secepat mungkin. Pengguna bisa mencari permasalahan yang menjadi penyebabnya agar bisa mengatasi gangguannya secara tepat.

Namun pastikan dulu apa saja penyebab masalah voltase genset tidak stabil, pasalnya ada banyak faktor yang menyebabkannya. Untuk itu jangan sampai salah menemukan penyebabnya jika ingin memperbaiki dengan benar.

Unsur utama yang kerap membuat voltase genset naik turun ialah karena mesinnya atau pada generator pembangkitnya. Jadi anda harus benar-benar memperhatikannya untuk mengetahui permasalahan dari generator tersebut.

Permasalahan yang Terjadi di Mesin Genset

Dalam mesin generator, perlu diperhatikan bahan bakar yang dipakai untuk membuat kinerja RPM (revolusi per menit) tetap stabil. Anda harus tahu bagaimana cara meningkatkan RPM di generator diesel agar stabil.

Dengan demikian, maka genset yang digunakan juga bisa lebih bertahan lama karena dilakukan perbaikan secara tepat. Setiap mesin dimana dipakai manusia sendiri umumnya bekerja dengan batasan putaran.

Sama halnya saat anda menggunakan generator untuk keperluan rumahan maupun bisnis, normalnya genset sendiri kecepatannya ialah menengah atau medium speed. Putaran normalnya sendiri 1500 hingga 1800 rpm.

Namun dalam keadaan tertentu sering kali mengalami kelebihan kecepatan atau bahkan berkurang. Hal ini menimbulkan masalah baru di mesin yakni membuat voltase yang ada di generator jadi tidak stabil.

Jika ingin mengatasi gangguan putaran mesin menurun serta tidak stabil, maka dapat dilakukan pengecekan pada suara genset saat dijalankan. Perhatikan dengan baik bunyi yang dihasilkan wajar atau mengalami naik turun.

Apabila bunyi mesinnya tidak normal seperti biasanya, maka bisa jadi kecepatan mesinnya tidak stabil. Umumnya memang dalam situasi normal, mesin berputar sekitar 1500 rpm, jangan sampai kurang atau bahkan lebih.

Hal tersebutlah yang mengakibatkan voltase jadi tidak stabil, setelah tahu penyebabnya, maka anda bisa melakukan cara meningkatkan RPM di generator diesel serta perbaikannya dengan tepat.

Umumnya rpm berkurang atau berlebihan ini dikarenakan bahan bakar tersumbat atau kurang, anda harus memeriksa tangki selalu bersih. Selain itu rutin bersihkan filter dan memastikan bahan bakar tidak kekurangan.

Setting RPM agar bisa Stabil

Generator set sendiri cara kerjanya juga didukung oleh adanya automatic voltage regulator (AVR) ketika mesin menyuplai tenaga listrik. Besarnya arus yang melewatinya, AVR nanti juga bisa memberikan arus listrik.

Dimana untuk arusnya sendiri diberikan dengan tujuan agar bisa membuat medan magnet rotor dapat lebih kuat. Sehingga jika bebannya besar, maka arus listrik yang nantinya dihasilkan juga harus lebih besar.

Namun jika hanya menggunakan avr saja tidak cukup jika ingin menjaga rpm tetap stabil. Sehingga jika ingin rpm tetap stabil, maka generator set sendiri sudah dibekali adanya sistem governor.

Rpm sendiri ialah revolusi per menit dimana satuan tersebut juga umumnya dipakai pada frekuensi. Dalam mesin generator sendiri rpm ini erat pengaruhnya pada tegangan dimana ditimbulkan nantinya.

Sehingga anda harus melakukan setting agar voltase genset tetap dan stabil serta mengetahui cara meningkatkan RPM di generator diesel atau menurunkannya. Umumnya masalah ini dikarenakan mesin jarang diperbaiki.

Hal tersebut mengakibatkan rpm mesin jadi menurun, bahkan anda sendiri tidak menyadarinya. Umumnya masalah ini juga dibarengi dengan adanya penurunan hertz (Hz) pada genset karena keduanya saling berhubungan.

Jika ingin melakukan setting rpm, maka sebaiknya lakukan perbaikan dulu di mesin penggeraknya. Hal itu bisa membantu putaran mesin jadi lebih stabil, setelah itu barulah atur frekuensi voltase dan Hertz-nya.

Cara Meningkatkan RPM Di Generator Diesel

Tujuan dilakukan setting rpm mesin genset sendiri ditujukan supaya putaran mesin serta voltase-nya bisa stabil di 220 volt. Sehingga harus setting di beberapa alat supaya frekuensi voltase serta Hz stabil.

Caranya sendiri bisa dilakukan dengan mengatur Hz yakni atur baut di stasioner di karburator. Anda bisa mengecek Hz meter agar lebih memastikan hasil penyetelan tadi, umumnya ialah 50/60 Hz.

Sementara itu jika ingin mengatur frekuensi voltase generator, anda bisa atur baut governor. Dimana lokasinya umumnya tidak jauh dengan tangki bahan bakar dimana ada pir guna membuat baut tetap stabil.

Menyetel frekuensi voltase ialah dengan cara memutar baut governor tersebut, apabila tegangannya kurang dari 220 volt, maka putar ke kanan. Begitu pula sebaliknya jika tegangan lebih dari 220 volt.

Apabila genset memakai avr, maka penyetelan juga dilakukan di avr menggunakan cara yang sama seperti pada baut governor. Anda harus tahu cara meningkatkan RPM di generator diesel agar tegangan stabil.

Ketahui Tips Cara Perawatan Genset Standby dengan Benar

Mengetahui tips perawatan genset standby sendiri dasarnya memang penting untuk diperhatikan tiap orang. Daya pakai tentu saja akan jauh lebih lama jika Anda memperhatikan bagaimana perawatannya.

Bahkan jika Anda melakukan perawatan dengan benar pada generator yang digunakan, maka performanya juga bisa lebih baik lagi. Seperti yang Anda tahu, jika tidak semua lokasi mendapatkan listrik terus.

Sering kali beberapa lokasi juga mengalami pemadaman bergilir, dikarenakan pasokan untuk listrik sendiri masih terbatas. Bahkan daerah dimana lokasinya jauh dari pusat kota juga kerap mengalami pemadaman.

Oleh karena itu, tidak jarang Anda temui rumah yang padam di malam hari, terutama pada bulan tertentu saat musim hujan tiba. Karena masalah biaya dan keselamatan, banyak daerah yang mengalami pemadaman.

Tidak heran apabila generator diesel atau genset sendiri diperlukan dalam masalah ini. Akan tetapi, tidak semua orang yang punya genset bisa melakukan perawatan dengan baik dan membuat generatornya tahan lama.

Pasalnya generator juga perlu listrik cadangan dengan jumlah tertentu, sehingga jika sedikit saja mengalami kerusakan, tentu dampak yang dialami akan cukup besar. Oleh karena itu diperlukan cara merawatnya dengan benar.

Cara Perawatan Genset Standby Secara Umum

Umumnya ketika generator yang dipakai dinyalakan, maka ada beberapa hal yang sering kali membuat pengguna jadi waspada. Pasalnya ada cukup banyak hal yang menimbulkan bahaya bagi pengguna apabila genset dinyalakan.

Seperti misalnya pada sistem bahan bakar, mesin, pembuangan, serta sistem kontrol dimana cukup sering menimbulkan ancaman. Apalagi jika Anda sebagai pengguna kurang memperhatikan dan tidak merawat dengan benar.

Untuk tips perawatan genset standby sendiri satu diantaranya ialah dengan rutin memeriksa pada sistem bahan bakar. Saat generatornya nyala, maka jangan sampai jalur lain dan bahan bakar saling bergesekan.

Apabila mengalami gesekan, maka generator juga bisa gagal fungsi dan hal ini harus dicegah sesegera mungkin. Untuk sistem pembuangannya sendiri, pengguna wajib mengecek pada knalpot terjadi kebocoran atau tidak.

Udara jadi mengalami gangguan apabila di sistem pembuangannya sendiri bocor. Hal tersebut juga mengakibatkan udara di sekitar jadi tercemar karena asap dari bocornya pembuangan, segera atasi masalahnya apabila mengalami kebocoran.

Sementara itu, pada sistem mesin, pastikan rutin memantau cairan, suhu radiator, dan tekanan pelumas. Umumnya, apabila mengalami masalah, maka mesin akan memberitahu pengguna seperti adanya suara yang beda atau getaran.

Lakukan Perawatan Preventif dengan Benar

Untuk tips perawatan genset standby selanjutnya bisa dengan melakukan pencegahan, dimana Anda juga harus melakukannya secara rutin. Mulai dari harian, mingguan, bahkan bulanan agar bisa tetap menjaga mesin generator.

Untuk melakukan perawatan dengan cara preventif sendiri, Anda bisa menjalankannya dengan berbagai macam langkah. Utamanya adalah merawatnya dengan yang paling ringan dimana sering kali diabaikan oleh hampir semua orang.

Seperti jika melakukan perawatan harian, maka Anda bisa mulai melakukan kontrol dari rutin bersihkan debu atau cek level coolant pelumas. Kelihatannya memang sepele, namun untuk genset standby sendiri sangat penting.

Kerap kali kerusakan dialami karena Anda lalai dalam hal kecil tersebut dan tidak rutin cek. Untuk merawat mingguan, bisa membersihkan filter udara, membuang sisa pelumas filter, atau cek charger baterai.

Jika Anda cukup sering memakai genset standby, maka pengecekannya juga lebih rutin lagi dilakukan. Apalagi jika menggunakannya tiap hari dalam kurun waktu beberapa jam serta tidak ada jeda.

Mengenai cara perawatan genset standby bulanan, bisa dengan mengganti filter beserta oli, cek tekanan belt-nya, bahkan selang radiator juga. Setiap 6 atau satu bulan sekali bisa dilakukan pengecekan, sesuai kondisi.

Cek Penggunaan Bahan Bakar

Merawat generator diesel stanby agar bisa tahan lama penggunaannya yang selanjutnya ialah Anda bisa melakukan cek pada bahan bakarnya. Seiring kapasitas penggunaannya, maka kualitas dari bahan bakar juga bisa turun.

Umumnya pihak produsen mesin generator akan dengan senang hati memberikan saran pada pengguna untuk cara melakukan perawatannya. Apalagi dalam hal tangki bahan bakar yang sering dipermasalahnya dalam penggunaannya.

Dalam jangka waktu tertentu memang untuk mengeringkan tangki bahan bakar sendiri merupakan sebuah cara yang bisa dipakai agar membuat mesin tetap bekerja baik. Hal ini bisa dicoba jika merawat dengan benar.

Pelumas yang sudah cukup lama penggunaannya, umumnya akan mengalami pengendapan dan pengentalan menyerupai plak. Dimana plak tersebut juga mengandung bakteri dimana dapat membuat tangki rusak jika didiamkan begitu saja.

Bukan hanya itu, saat ada sisa bahan bakar yang sudah tidak dipakai dalam waktu berbulan-bulan, lebih baik sebelum dipakai, diganti dulu. Bahan bakar tersebut nantinya bisa membuat kinerja mesin turun.

Genset sendiri merupakan item penting dibeberapa hal, seperti perusahaan, bisnis, dan lainnya. Untuk itu jika Anda ingin mempunyai generator dengan kinerja prima, maka lakukan cara perawatan genset standby dengan benar.

Apa Beda Generator dan Alternator Secara Mendasar?

Membahas tentang apa saja perbedaan generator dan alternator sangatlah menarik karena keduanya kerap kali dianggap sama. Sebenarnya dari segi bentuk sudah ada perbedaannya dan lebih banyak jika diperhatikan secara detail.

Baik generator maupun alternator sendiri sudah sering digunakan sebagai mesin yang mampu mengubah sumber energi menjadi listrik. Penggunaannya sendiri tidak boleh sembarangan karena daya yang dihasilkan juga sangat mempengaruhi.

Jika Anda bingung memahami apa sebenarnya perbedaan antara kedua mesin ini maka mulai pelajari dari pengertiannya. Kemudian simak penjelasan tentang perbedaan secara umum yang dijelaskan di bawah ini.

Perbedaan Antara Generator dengan Alternator dari Segi Pengertian

Banyak orang belum mengetahui sebenarnya perbedaan generator dan alternator secara detail. Hal ini kerap kali membuat pengertian antara keduanya dianggap sama padahal secara dasar sangat berbeda.

Generator adalah mesin yang memang pada dasarnya mampu mengubah energi mekanik atau gerak menjadi energi listrik. Sebenarnya pengertiannya hampir sama dengan alternator namun ada beberapa perbedaan mendasar.

Sebuah generator dapat bergerak karena adanya energi yang berasal dari beragam sumber berbeda. Maka jenis-jenis generator dibedakan berdasarkan sumber energinya yang cukup beragam untuk dibahas.

Mungkin sebagian besar dari Anda jarang mendengar istilah alternator yang merupakan perangkat elektromagnetik. Perangkat ini memiliki kemampuan mengubah energi mekanik menjadi energi listrik atau biasa disebut generator listrik bolak balik.

Alternator sendiri dapat bekerja ketika mesin dihidupkan dan ketika mesin mati maka tidak bisa berfungsi lagi. Secara umum disebut juga sebagai sumber daya listrik yang memang bisa digunakan pada mesin.

Pertama kali alternator diperkenalkan yaitu sekitar tahun 1967 namun masih tidak sepopuler generator. Jika digunakan pada pembangkit listrik maka akan digerakkan oleh turbin uap atau turbo alternator.

Dari penjelasan sekilas tersebut, Anda sudah pasti dapat memahami tentang apa saja perbedaan generator dan alternator. Tidak heran jika ada banyak orang menganggap jika keduanya adalah sama-sama pembangkit listrik.

Untuk mengetahui lebih mendalam tentang hal ini tidak ada salahnya mempelajari perbedaan secara umum. Agar Anda tidak lagi kesulitan membedakan apa fungsi sebenarnya dari alternator maupun generator.

Beberapa Perbedaan Umum Generator dengan Alternator

Setelah mengetahui pengertian keduanya, kali ini pembahasan tentang perbedaan generator dan alternator secara umum. Seperti dijelaskan alternator merupakan perangkat elektromagnetik mengubah energi mekanik menjadi listrik biasanya dipakai di kendaraan bermotor.

Sementara generator sendiri dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik yang sering digunakan pada pembangkit listrik. Dapat disimpulkan hampir tidak ada perbedaan jika diperhatikan dari pengertian secara umum.

Dilihat dari daya yang dihasilkan jelas ada perbedaannya yaitu daya generator jauh lebih besar dari alternator. Tidak heran jika generator sering digunakan pada mesin yang lebih besar dan sering digunakan.

Perbedaan dari segi ukuran sebenarnya keduanya sangat berbeda jika Anda pernah melihat secara langsung. Secara umum ukuran generator selalu lebih besar mengingat daya yang dihasilkan juga selalu diatas alternator.

Perbedaan dari kumparan pada pembangkit di alternator secara umum diam sedangkan generator selalu berputar. Sedangkan pada kumparan medan biasanya terbalik yaitu alternator berputar dan generator diam.

Dari segi produksi arus generator sangat membutuhkan diregulasi, sedangkan alternator tidak membutuhkan sama sekali. Hal inilah yang membuat penggunaan keduanya selalu berbeda sesuai dengan perbedaan generator dan alternator.

Terdapat keuntungan yang harus diketahui jika menggunakan alternator maka pada putaran rendah saja sudah ada tegangan cukup. Sedangkan generator jika putaran rendah maka tegangan yang dihasilkan masih cukup kecil.

Ada juga perbedaan dari segi kekurangan dimana generator tentu saja memiliki tempat yang lebih luas saat ingin digunakan. Alternator dengan ukuran lebih kecil sudah pasti tempat untuk menggunakannya juga kecil.

Penggunaan Generator Maupun Alternator dalam Kehidupan Sehari-Hari

Agar lebih mudah memahami tentang perbedaan generator dan alternator maka lebih baik langsung pada contohnya. Misalnya contoh pada penggunaan sehari-hari sehingga ada gambaran detail tentang apa saja perbedaannya.

Generator listrik yang bergerak contohnya berasal dari kincir angin yang berputar sehingga menjadi pembangkit listrik tenaga angin. Sedangkan pembangkit listrik tenaga air biasanya memanfaatkan generator karena adanya energi air.

Sementara itu ada juga pemanfaatan bahan bakar dari diesel karena adanya proses pembakaran bahan bakar. Jika Anda melihat adanya diesel yang mampu menghasilkan energi listrik itulah contoh penggunaan generator.

Pada intinya fungsi generator yaitu mampu membuat energi listrik yang ada tidak mudah habis. Dengan cara memanfaatkan berbagai sumber energi dari air, angin, bahan bakar diesel dan masih banyak lainnya.

Sedangkan penggunaan alternator biasanya lebih sederhana yaitu pada mesin kendaraan bermotor maupun mobil. Biasanya melakukan pengecasan pada baterai dan mengalirkan arus listrik ke aksesoris kendaraan seperti contohnya lampu.

Pemanfaatan alternator mobil berfungsi untuk menghasilkan arus listrik bagi semua komponen yang memang membutuhkan listrik. Seperti contoh penggunaan pada lampu mobil, audio, AC dan bahkan bekerja mengisi aki mobil. Sudah sangat jelas jika perbedaan antara kedua mesin ini dari segi penggunaan untuk skala besar dan kecil. Kesimpulan perbedaan generator dan alternator sebenarnya alternator adalah generator yang lebih kecil.

Pengertian kVA untuk Generator dan Perbedaannya dengan kW

Apakah Anda mengetahui pengertian kVA untuk generator? Bagi yang tidak familiar dengan dunia kelistrikan mungkin tidak memahami arti dari kVA sebenarnya meskipun mungkin sudah sering menjumpainya di generator atau genset.

Genset sendiri merupakan sebuah alat yang dapat menghasilkan aliran listrik dengan daya tertentu. Saat ini genset semakin dibutuhkan mengingat kebutuhan akan listrik seolah telah menjadi hal wajib dan bersifat primer.

Jika dulu generator ini hanya umum dimiliki pada instansi besar seperti rumah sakit, perkantoran, sekolah, universitas, dan jenis bangunan publik lainnya. Saat ini genset telah menjelma jadi kebutuhan rumah tangga juga.

Ada kalanya sambungan dari PLN terputus karena berbagai sebab seperti cuaca ataupun maintenance. Sedangkan kebutuhan akan pasokan listrik tidak dapat ditunda. Maka, mau tidak mau memiliki perangkat generator adalah solusinya.

Pengertian kVA untuk Generator yang Perlu Diketahui

Nah, sekarang kami akan kembali ke pembahasan awal dan memberikan informasi tentang apa itu kVA. kVA adalah sebuah satuan daya yang merupakan singkatan dari kilo Volt Ampere atau bentuk ribuan dari VA.

Satuan tersebut menunjukkan berapa besar daya semu yang dapat dihasilkan oleh sebuah generator listrik. Mengapa disebut daya semu? Hal tersebut karena angka yang tercantum dalam satuan tersebut tidak benar-benar bisa dipakai secara keseluruhan.

Artinya, tidak semua daya yang tertulis dalam satuan tersebut tidak sepenuhnya dapat dipakai untuk menyalakan perangkat elektronik. Akan tetapi ada sebagian power yang terbuang. Power terbuang tersebut dinamakan reactive power dengan satuan kVAR.

Sementara sisa dari power buangan tadi disebut dengan real power atau daya aktif. Persentase daya aktif pada sebuah generator biasanya hanya mencapai 80% atau 0,8 dari jumlah keseluruhan kVA.

Jadi, apabila Anda membeli generator dengan kapasitas semu 1 kVA, sebenarnya power yang bisa digunakan untuk menghasilkan electricity yaitu 0,8 kilo watt atau 800 watt saja. Sedangkan sisa 200 watt akan terbuang.

Perbedaan dari kVA dengan kW

Nah, setelah mengetahui apa pengertian kVA untuk generator, sekarang saatnya Anda memahami apa perbedaannya dengan kW. kW adalah suatu satuan daya listrik yang merupakan singkatan dari kilo Watt.

kW adalah daya aktif yang dapat dipakai untuk menyalakan berbagai peralatan elektronik di rumah Anda. Satuan ini dipakai PLN sebagai patokan untuk menentukan tarif penggunaan listrik baik dalam lingkup rumah tangga maupun industri.

kW adalah satuan penunjuk real power alias daya aktif, yaitu daya semu dikurangi daya reaktif. Jika terdapat sebuah informasi menunjukkan angka dengan satuan kW, maka angka tersebut adalah power sebenarnya.

Tidak ada power terbuang atau power factor seperti layaknya ketika membahas kVA. Satuan kW adalah watt dimana 1 kW sama dengan 1000 watt. Jadi, jangan sampai Anda menyalahpahami kW dengan kVA.

Cara Menghitung kVA dengan Benar

Pada penjelasan pengertian kVA untuk generator di poin sebelumnya, Anda sudah mengetahui bahwa satuan ini terdiri dari daya aktif dan reaktif. Nah, sekarang saatnya Anda mengetahui bagaimana cara perhitungannya.

Kilo adalah satuan penunjuk angka ribuan, ini dapat dijumpai pada kilometer atau kilogram yang berarti 1000 meter dan 1000 gram. Lantas, apakah 1 kVA sama dengan 1000 watt?

Jawabannya adalah tidak, karena dalam kilo volt ampere terdapat sejumlah daya buangan. Jadi dalam setiap satu satuan tersebut nilainya kurang dari 1000 watt.

Untuk menghitung volt ampere (VA), Anda bisa menggunakan rumus 1 kVA = 0,8 kW. Dengan demikian, generator berkapasitas 2 kilo volt ampere sama dengan 2 x 0,8 kilowatt = 1,6 kilowatt atau 1600 watt.

Generator ada yang menggunakan kilovolt ampere ada juga menggunakan satuan kilowatt. Jadi, Anda jangan sampai salah memilih generator hanya karena tidak mengetahui perbedaannya sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan pasokan listrik.

Cara Memilih Generator dengan Tepat

Pengetahuan tentang pengertian kVA untuk generator memang penting sebelum Anda membelinya. Namun selain itu, perlu juga memahami apa saja tolok ukur yang harus diperhatikan ketika akan membeli genset.

1. Hitung Kebutuhan Listrik Anda

Langkah pertama, pastikan Anda mengetahui berapa besar kebutuhan pasokan listrik baik untuk rumah tangga maupun kegiatan bisnis. Jangan sampai membeli genset dengan kapasitas di bawah kebutuhan atau bahkan terlalu berlebihan. Biasanya untuk kebutuhan bisnis, kapasitas genset yang bisa Anda pertimbangkan mulai dari Genset 200 kVA sampai 2000 kVA.

2. Tetapkan Pilihan Berdasarkan Jenisnya

Ada dua jenis generator yang bisa Anda jumpai di pasaran, yakni soundproof dan open. Jenis soundproof atau silent tentunya lebih ramah karena terhindar dari suara berisik. Sedangkan jenis open menghasilkan suara tersendiri.

3. Perhatikan Ketersediaan Sparepart

Sparepart menjadi pertimbangan khusus dalam memilih genset. Bukan mustahil generator Anda mengalami kerusakan di beberapa bagian. Jika sparepart banyak tersedia, maka akan mudah dalam memperbaikinya.

4. Perhatikan Fitur-Fiturnya

Mengeluarkan sejumlah biaya tentu harus sepadan dengan apa yang Anda dapatkan. Maka dari itu, perhatikan apa saja fitur di generator tersebut. Misalnya fitur menyalakan secara otomatis, aksesoris pelengkap, dan lainnya.

Listrik telah menjadi bagian penting dalam aktivitas manusia. Dengan genset, Anda memiliki cadangan khusus jika sewaktu-waktu terdapat pemadaman. Pastikan mengetahui pengertian kVA untuk generator sebelum membelinya.

Intergen Genset menjual berbagai macam genset dengan merek yang berbeda, tipe silent dan open, dan kapasitas yang beraneka ragam sesuai dengan kebutuhan.