banner intergen genset

Category: Pengetahuan Genset Page 9 of 11

Ilustrasi genset rusak

Penyebab Genset Cepat Rusak dan Cara Merawatnya

Penyebab genset rusak bisa bermacam-macam, mulai dari perawatan yang kurang teratur hingga kesalahan dalam penggunaannya. Salah satu penyebab umum adalah kondisi aki yang lemah, jarang dipanaskan, hingga penempatan yang tidak sesuai. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa faktor kualitas bahan bakar dan pengabaian pemeriksaan sistem pendingin juga bisa mempercepat kerusakan genset.

Genset yang dibiarkan bekerja dengan bahan bakar berkualitas rendah dapat menyumbat injektor dan merusak sistem pembakaran. Begitu pula, sistem pendingin yang jarang diperiksa bisa menyebabkan mesin overheat. Untuk itu, memahami dan menghindari penyebab genset rusak sangat penting agar alat ini tetap andal saat dibutuhkan, terutama saat terjadi pemadaman listrik.

Melalui artikel ini, kami akan membahas penyebab genset rusak secara mendalam serta cara perawatan yang dapat memperpanjang umur genset Anda. Simak informasi berikut untuk menjaga performa genset tetap optimal!

Beberapa Penyebab Genset Rusak

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya jika ada berbagai macam penyebab yang bisa menyebabkan genset menjadi rusak. Berikut beberapa tindakan atau kesalahan yang sering dilakukan ketika menggunakan genset sehingga menjadi cepat rusak.

  1. Kondisi aki lemah

Untuk menghidupkan genset Maka Anda membutuhkan aliran listrik dari aki. Oleh karena itu ketika aki lemah dipastikan bahwa genset akan sangat sulit untuk dihidupkan.

Ketika Anda mencoba menghidupkan genset berulang kali pada saat aki lemah bisa menyebabkan beberapa kerusakan. Oleh karena itu sangat disarankan untuk melakukan perawatan dan juga penggantian aki secara rutin.

Ini sangat berguna agar aki tetap dalam kondisi Prima untuk menghidupkan genset. Dengan begitu ketika akan digunakan bisa dengan mudah dihidupkan tanpa harus membuang banyak tenaga.

  1.  Jarang dipanaskan

Penyebab genset cepat rusak selanjutnya yaitu adalah jarang dipanaskan. Karena sifatnya yang dibutuhkan ketika dalam kondisi tertentu saja memang terkadang genset jarang digunakan sehingga mesin tidak bergerak .

Akan tetapi ketika mesin jarang digunakan bisa membuat aki cepat rusak dan juga beberapa komponen lainnya tidak berfungsi dengan baik. Sangat disarankan untuk tetap menghidupkan genset walaupun tidak digunakan.

Anda Bisa menghidupkan genset setidaknya 1 kali dalam 1 minggu. Kan ini akan sangat berguna untuk melakukan perawatan agar kondisi mesin tetap Prima.

  1. Penggunaan yang berlebihan

Selain jarang digunakan menggunakan genset secara berlebihan juga menyebabkan barang ini cepat rusak. Oleh karena itu sangat disarankan untuk membaca ketentuan terlebih dahulu ketika membelinya.

Pastikan jika Anda menggunakan genset sesuai dengan prosedur yang ditentukan. Jangan memaksa genset untuk bekerja terlalu keras karena bisa menyebabkan beberapa komponen rusak dan terjadi overheat.

  1. Penempatan yang tidak tepat

Banyak orang meletakkan genset dengan sembarangan. Sangat disarankan untuk tidak menempatkan genset di luar ruangan yang terkena sinar matahari apalagi terkena hujan. Usahakan untuk menempatkan genset pada tempat yang aman terhindar dari panas dan hujan. Untuk mengetahui penempatan yang tepat, Anda dapat membaca artikel berjudul Begini Penempatan Genset yang Tepat.

Ilustrasi genset diesel

Hal yang Perlu di Hindari dalam Menjaga Umur Genset

Dalam merawat sebuah alat teknologi yang sering digunakan memang terlihat mudah, namun tetap harus memperhatikan beberapa hal agar umurnya lebih awet. Begitu juga dengan penjagaan genset agar lebih tahan lama dengan menghindari beberapa hal di bawah ini.

  • Menggunakan Bahan Bakar yang Tidak Sesuai

Genset hidup membutuhkan bahan bakar untuk menghasilkan daya atau arus listrik ke bangunan. Bahan bakar dari genset disesuaikan dengan tipenya adanya yang menggunakan solar dan juga bensin.

Oleh karena itu, Anda harus memperhatikan bahan bakar yang dibutuhkan harus sesuai dengan tipe dari genset Anda. Hal ini bisa membantu Anda menjaga umur genset lebih awet.

  • Tidak Melakukan Perawatan Terlalu Lama

Setiap alat membutuhkan perhatian yang berbeda-beda seperti perawatannya tergantung dengan pemakaian. Saat genset dibiarkan tidak dirawat terlalu lama maka akan menimbulkan kerusakan pada komponen-komponen penting penunjang genset.

Anda bisa melakukan perawatan dengan mengganti bahan-bahan suku cadang atau sparepart agar genset tetap bisa menjalankan fungsinya dengan baik dan benar.

  • Membiarkan Genset Hidup Tidak Sesuai Kapasitas

Ketika sebuah alat diberikan beban kerja yang lebih dari kapasitas seharusnya, maka dapat memperpendek umur dari alat canggih tersebut. Hal ini juga berlaku pada genset yang bisa menimbulkan kebakaran.

Dikarenakan akibat kepanasan karena tidak disesuaikan dengan kemampuannya. Gunakan genset dengan beban kerja yang tepat sebagai salah satu upaya dari menjaga umur genset.

  • Mengisi Bahan Bakar Genset dengan Sembarangan

Genset yang sering digunakan akan membutuhkan pengisian ulang bahan bakar, oleh karena itu Anda tidak boleh membiarkan genset sampai dalam keadaan kosong. Ketika melakukan pengisian bahan bakar ada hal yang harus Anda hindari.

Cara Merawat Genset agar Tidak Cepat Rusak

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya agar genset yang Anda miliki bisa bertahan lama maka harus dilakukan perawatan dengan baik. Sebenarnya untuk melakukan perawatan itu tidak sulit hanya dibutuhkan ketelatenan.

Anda Harus rajin-rajin untuk menghidupkan genset dan juga menggunakan sesuai dengan prosedur yang ditentukan oleh pabrik. Ini akan sangat berguna agar Anda mengetahui apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.

Salah satu hal yang tidak boleh dilupakan yaitu adalah melakukan pengecekan air aki. Ketika air aki sudah kurang sebaiknya ditambahkan atau menggantinya dengan yang baru.

Hal Penting Ketika Merawat Genset

Untuk melakukan perawatannya juga tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Terdapat banyak hal penting yang perlu anda tahu ketika akan melakukan perawatan pada alat pembangkit listrik tersebut. Hal ini perlu dilakukan agar perawatannya dapat memberikan hasil yang sesuai dengan harapan. Lalu apa saja hal pentingnya?

  1. Memahami Manual Textbooks

Ketika akan melakukan perawatan pada generator, pastikan anda benar-benar memahami buku panduannya. Hal tersebut penting untuk diperhatikan karena dapat meminimalisir atau mengurangi kemungkinan resiko terjadinya kerusakan yang diakibatkan oleh kesalahan ketika menggunakan alat pembangkit listriknya tersebut.

  1. Bisa Bongkar Pasang Dengan Benar

Dalam perawatan bagian tertentu pasti akan membutuhkan pembongkaran pada mesin. Oleh karena itu pastikan anda bisa membongkar pasangnya dengan baik dan benar seperti pemasangan kabel misalnya. Jika salah memasangkan kabel atau kabel tersebut terpasang dengan kurang kuat, maka kemungkinan terjadi konslet atau error lebih besar.

  1. Memiliki Pengetahuan Cukup Luas

Anda harus memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai alat pembangkit listrik ketika melakukan perawatan. Anda juga harus mengetahui apakah alatnya tersebut memang benar-benar perlu dirawat sekarang juga atau dalam kondisi baik-baik saja. Jika kondisi generatornya baik-baik saja lalu anda tidak mengetahuinya dan melakukan perawatan, maka bisa jadi anda malah merusaknya.

Ini Dia Penyebab Genset Mengalami Kebocoran Minyak

Genset yang mengalami kebocoran minyak harus diperhatikan. Kebocoran minyak merupakan salah satu penyebab genset rusak atau mati. Karena kebocoran minyak dapat menyebabkan kinerja genset menjadi terhambat. Untuk mengatasi faktor penyebab genset mengalami kebocoran minyak, Anda melakukan solusi di bawah ini:

1. Mengenali Masalah pada Mesin

Selain minyak yang bocor, genset juga bisa mengeluarkan bahan bakar dan cairan pendinginnya. Cairan yang meluber tersebut akan mengganggu proses kerja genset.

2. Mengoptimalkan Perawatan

Melakukan perawatan pada genset secara optimal dapat dimulai dari menempatkan genset di tempat yang sesuai. Kesalahan penempatan genset dapat membuat kondisi mesin menjadi kurang efektif dan menyebabkan timbulnya masalah lain yang menyebabkan kinerja genset terganggu.

Salah satu penyebab kebocoran minyak pada genset adalah suhu dalam mesin. Tinggi rendah suhu mesin dipengaruhi oleh kerja mesin yang berlebihan dan suhu ruangan tempat genset diletakkan. Oleh karena itu Anda perlu meletakkan genset pada tempat yang tepat. Tempat yang pengap dapat membawa suhu tubuh mesin genset menjadi lebih panas, namun ruangan terbuka juga tidak baik karena ada hujan juga dapat mempengaruhi suhu genset.

Penyebab Genset Jadi Overheat

Salah satu penyebab genset rusak atau mati adalah karena genset mengalami overheatOverheat merupakan permasalah umum yang kerap terjadi pada sebuah genset. Namun jika Anda mengetahui cara pengoperasian genset yang benar, permasalahan overheat ini tidak akan terjadi lagi. Untuk mengetahui lebih dalam, Anda dapat membaca artikel berjudul Penyebab Genset Overheat, Jangan Sampai Terulang Kembali.

Jika genset mengalami kendala overheat, akan banyak permasalahan lain yang akhirnya terjadi pada genset tersebut yang kemudian akan menyebabkan genset mengalami kerusakan bahkan mati. Berikut ini adalah beberapa penyebab genset mengalami overheat:

1. Air Radiator pada Genset Habis

Alasan paling umum yang dapat mengakibatkan overheat adalah karena air radiator pada genset telah habis. Seharusnya, jika tanda air radiator pada genset menunjukkan level rendah, Anda harus langsung mengisi air radiator tersebut.

2. Kurangnya Cairan Pelumas Mesin

Cairan pelumas mesin yang kurang dapat membuat mesin menjadi terlalu panas. Cairan pelumas pada mesin tersebut berfungsi untuk mengurangi gesekan antar logam pada mesin genset. Oleh karena itu cairan pelumas pada mesin harus rutin diganti supaya tidak membuat mesin cepat aus.

3. Tali Kipas Genset yang Putus

Tali kipas atau yang disebut juga fan belt, merupakan tali yang menjadi penghubung antara putaran mesin dengan kipas di dalam radiator genset. Tali kipas tersebut memiliki fungsi untuk membuat udara dalam radiator tetap stabil dan terjaga. Namun jika tali kipas tersebut putus, kipas tidak dapat beroperasi dan suhu pada mesin akan menjadi lebih tinggi.

Penyebab Overspeed pada Genset

Genset yang mengalami overspeed juga menjadi salah satu penyebab genset rusak. Putaran mesin genset yang berlebihan disebut juga dengan overspeed. Dalam kondisi overspeed tersebut, genset melakukan putaran untuk bisa bekerja lebih keras dalam mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.

Kendala overspeed pada genset dapat disebabkan oleh beberapa faktor, dan tentau cara penanganannya pun berbeda. Berikut ini penjelasannya:

1. Permasalahan pada Komponen Mesin

Setiap komponen mesin pada genset memiliki peran masing-masing. Permasalah overspeed pada genset biasanya disebabkan oleh kerusakan pada salah satu komponen. Komponen yang sering bermasalah adalah MPU (Magnetic Pick Up) yang berfungsi sebagai sensor pengukur kecepatan putaran mesin. Ketika MPU ini kotor atau jarak pemasangannya tidak sesuai, akan menyebabkan overspeed.

Solusi yang dapat dilakukan adalah membersihkan bagian ujung sensor dengan membuka bagian MPU dan kemudian memasangnya pada posisi yang tepat sesuai aturan.

2. Berlebihnya Fuel Control Actuator

Pengisian bahan bakar yang berlebihan dapat menyebabkan genset mengalami overspeed. Bahan bakar yang berlebih dapat menyebabkan kran minyak bocor dan terjadi overspeed. Kran minyak otomatis yang disebut juga fuel control actuator memiliki fungsi untuk mengatur pengisian bahan bakar yang masuk sesuai dengan perintah. Solusi dari masalah tersebut adalah Anda harus memeriksa fuel control actuator apakah harus diganti atau tidak.

3. Pengaturan Run Speed pada Governor

Overspeed juga dapat terjadi jika pengaturan pada genset tidak tepat. Pengaturan jumlah kecepatan atau putaran yang dikenal dengan istilah run speed pada Governor-nya perlu diperhatikan. Jika terjadi overspeed, maka run speed harus diturunkan.

Penyebab Penurunan Tegangan

Penurunan tegangan pada genset dapat menjadi salah satu penyebab genset rusak atau mati. Berikut ini adalah beberapa penyebab penurunan tegangan pada genset:

1. Hubungan Antara Ukuran Kabel dengan Penurunan Tegangan

Panjang dan diameter kabel dapat menjadi salah satu faktor penyebab penurunan tegangan. Ketika konduktor berukuran panjang, akan semakin tinggi dan besar tahanan dalam konduktor yang menyebabkan penurunan tegangan menjadi semakin besar.

2. Material Konduktor yang Menjadi Pengaruh

Hal berikutnya yang menjadi penyebab penurunan tegangan adalah pengaruh material konduktornya. Konduktor yang baik adalah tembaga dan aluminium. Aluminium cenderung lebih besar penurunan tegangannya dibandingkan tembaga.

3. Penyimpanan Tegangan

Penyimpangan antara voltase dengan voltase supply dapat menjadi faktor yang paling utama dalam penurunan tegangan. Penyimpangan tersebut terjadi karena daya yang dikeluarkan lebih rendah daripada seharusnya.

Genset bisa menjadi barang yang sangat penting ketika dibutuhkan walaupun sering diajukan ketika sedang tidak dibutuhkan. Anda harus menghindari tindakan yang menjadi dasar penyebab genset cepat rusak dan memahami sumber permasalahannya. Untuk mengetahui permasalahan pada genset, Anda dapat membaca artikel berjudul Permasalahan Pada Genset dan Cara Mengatasinya , agar ketika dibutuhkan dapat berfungsi dengan baik.

Rekomendasi Distributor Genset Terpercaya

Setelah mengetahui penyebab genset rusak, saatnya Anda mencari genset berkualitas. PT Interjaya Surya Megah menjual genset dengan berbagai engine dengan kualitas terbaik seperti Genset powered by engine MWM, MAN, Perkins, Mitsubishi, dan Lombardini. Segera hubungi dan konsultasikan kebutuhan genset Anda bersama kami.

HEAD OFFICE
Jl. Rungkut Industri III no. 45 Surabaya 60293 – Indonesia

Phone:+623199850000
Fax:+623199851477
Email: support@interjaya.com
Facebook: Interjaya Suryamegah
Instagram:Interjaya Suryamegah
Instagram:Intergen Genset

dua komponen genset

15 Komponen Genset beserta Fungsinya

Komponen genset terdiri dari mesin utama, alternator, tangki bahan bakar, panel kontrol, hingga peredam suara. Semua bagian ini bekerja sama untuk menghasilkan listrik saat sumber utama padam.

Memahami komponen sangat penting, terutama bagi Anda yang mengandalkan genset dalam menjalankan usaha. Pengetahuan ini membantu dalam perawatan, pemilihan unit yang tepat, hingga saat terjadi gangguan teknis. Berikut adalah penjelasan dari beberapa komponen utama genset.

Macam Komponen Genset dan Fungsinya

Jika Anda berniat untuk membeli genset tidak ada salahnya untuk mempelajari berbagai macam komponen genset dan juga fungsinya. Berikut beberapa komponen sebagai unsur utama penyusun genset.

1. Switch Output Otomatis

Komponen Genset Switch Output Otomatis

Switch output otomatis atau saklar ini disesuaikan model dan laju keluaran dengan kendali manual. Fungsinya untuk melindungi alternator. Namun untuk genset kendali otomatis, alternator terlindungi oleh kontaktor.

2. Peredam Suara

Peredam Suara

Peredam suara genset dipasang untuk mengurangi suara bising yang ditimbulkan. Tergantung besar ukuran genset dan juga mereknya, biasanya peredam ini berupa box atau rangka untuk menutup genset. Ada juga pengguna yang membuatkan ruangan khusus untuk meletakkan genset, kemudian dipasang peredam suara tambahan.

3. Peredam Getaran

Peredam Getaran

Pada umumnya genset sudah dilengkapi dengan bantalan yang berfungsi sebagai anti-getaran. Peredam getaran artinya adalah mesin pembangkit listrik ini dilengkapi dengan bantalan meminimalkan getaran yang diterima dari kinerja mesin yang sedang jalan. Penempatannya berada di dasar motor atau di alas mesin. 

4. Sistem Kelistrikan Motor dan Speed Level

Beberapa contoh sistem kelistrikan yaitu motor starter elektrik, baterai, sensor, dan perangkat alarm. Sedangkan speed level merupakan perangkat mekanis yang dirancang untuk mengubah atau mempertahankan kecepatan mesin. Kecepatan mesin berhubungan langsung dengan mesin alternator. Kecepatan ini berbanding lurus dengan horse power yang keluar untuk menghasilkan listrik. 

Sistem kelistrikan motor sendiri berfungsi sebagai kontrol terhadap tanda-tanda vital seperti tekanan oli, saklar suhu, pengisian daya motor dan aki. Sementara itu, sistem speed level berfungsi untuk mengubah dan mempertahankan kecepatan mesin.

5. Control Panel/Sistem Pengendali

Control Panel/Sistem Pengendali

Setiap genset biasanya memiliki panel control/sistem kendali otomatis dan manual. Sistem kendali ini berfungsi untuk mengendalikan operasi pada mesin genset. Adanya sistem kendali manual berguna untuk mengurangi kemungkinan malfungsi pada sistem kendali otomatis.

6. Mesin

Mesin merupakan salah satu komponen genset paling penting dalam sebuah genset. Biasanya sebuah mesin disesuaikan dengan bahan bakar yang digunakan, kegunaan mesin di sini yaitu untuk menggerakkan generator.

Ada genset yang menggunakan kapasitas mesin kecil. Akan tetapi jika ingin menghasilkan daya yang besar sangat disarankan untuk membeli genset yang memiliki kapasitas mesin besar.

7. Alternator

Alternator Mesin Genset

Secara sederhana alat ini berfungsi untuk mengubah energi mekanik menjadi aliran listrik. Jadi ini merupakan alat yang akan menghasilkan energi listrik ketika mesin digerakkan.

Di dalam sebuah alternator terdapat sebuah stator dan rotor. Kedua benda tersebut yang akan menghasilkan medan magnet yang nantinya akan menghasilkan output berupa listrik. Ini merupakan komponen yang sangat penting dan jika rusak maka genset tidak bisa digunakan. Pelajari lebih lanjut komponen ini dalam artikel Apa Beda Generator dan Alternator Secara Mendasar? berikut.

8. Tangki Bahan Bakar

Tangki dan Bahan Bakar

Seperti mesin pada umumnya, untuk menggerakan genset dibutuhkan bahan bakar. Oleh karena itu terdapat komponen genset berupa tangki dan bahan bakar. Tangki sendiri berfungsi sebagai tempat mengisi bahan bakar. Di sisi lain, bahan bakar berfungsi untuk menyalakan mesin.

Biasanya genset tidak memiliki tangki bahan bakar yang terlalu besar. Kecuali jika memang Anda membeli genset dengan kapasitas besar. Sebenarnya lebih menguntungkan menggunakan tangki dengan ukuran besar agar saat genset menyala bisa bertahan lama.

9. Valve

Valve

Valve adalah katup keluar masuknya zat dari mesin. Secara umum zat ini bisa berupa cairan seperti minyak atau udara. Fungsi komponen ini sebagai pengatur masuknya campuran udara dan bahan bakar ke ruang bahan bakar serta mengatur pembuangan gas hasil sisa pembakaran ke udara luar.

10. Pompa

Pompa Genset

Komponen genset selanjutnya yaitu pompa. Komponen satu ini berguna untuk mengatur distribusi bahan bakar ke dalam mesin. Beberapa contoh pompa di dalam genset yaitu pompa penyemprot bahan bakar, pompa bahan bakar, pompa tangan bahan bakar. Alat ini sangat berguna agar bahan bakar bisa terdistribusi dengan baik.

11. Sistem Pendingin

Sistem Pendingin

Seperti mesin pada umumnya dibutuhkan suatu mesin pendingin yang baik untuk menjaga agar tidak terjadi overheat. Ketika Anda memiliki sebuah genset sangat disarankan untuk mengecek sistem pendinginan secara berkala. Kipas termasuk bagian dari sistem pendingin genset.

Masih ada beberapa komponen lain dari sebuah genset selain beberapa unsur utama di atas. Tapi setidaknya ketika akan membeli genset Anda harus memperhatikan beberapa komponen genset yang telah disebutkan di atas.

12. Rangka atau Frame

Rangka genset berfungsi sebagai dudukan semua komponen utama dan pelindung dari getaran serta benturan. Materialnya umumnya terbuat dari baja yang kokoh dan tahan karat. Frame yang dirancang baik juga memudahkan mobilitas dan pemasangan genset di lokasi tertentu.

13. Baterai Starter (Aki)

Baterai genset bertugas menghidupkan mesin melalui sistem starter elektrik. Komponen ini sangat penting terutama pada genset yang beroperasi secara otomatis. Tanpa baterai dalam kondisi prima, genset tidak bisa menyala saat dibutuhkan.

14. Charger Baterai

Charger baterai menjaga agar baterai starter tetap terisi saat genset tidak aktif. Ini memastikan genset siap digunakan kapan saja tanpa harus mengisi baterai secara manual.

15. Exhaust System (Sistem Pembuangan)

Sistem ini membuang gas hasil pembakaran dari mesin ke luar unit. Biasanya dilengkapi knalpot dan saluran khusus yang tahan panas dan karat. Exhaust system juga membantu mengurangi suara bising dan emisi berbahaya.

Memahami komponen genset secara menyeluruh sangat penting sebelum memutuskan untuk membeli atau mengoperasikan genset. Setiap bagian memiliki peran vital dalam memastikan genset dapat bekerja dengan optimal dan aman. Dengan mengetahui fungsi masing-masing komponen, Anda dapat melakukan perawatan lebih tepat, meminimalkan risiko kerusakan, dan memperpanjang usia pakai genset. Pastikan juga memilih genset dari merek terpercaya agar setiap komponennya memiliki kualitas dan daya tahan yang baik.

Apakah Anda Sedang Mencari Genset?

Setelah memahami berbagai komponen genset, inilah saatnya untuk mempertimbangkan penggunaan genset demi menjaga stabilitas listrik. PT Interjaya Suryamegah menawarkan berbagai pilihan genset yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

HEAD OFFICE
Jl. Rungkut Industri III no. 45 Surabaya 60293 – Indonesia

Phone: +623199850000
Fax: +62 31 9985 1477
Email: support@interjaya.com
Facebook: Interjaya Suryamegah
Instagram: Interjaya Suryamegah
Instagram: Intergen Genset

Kenali Penyebab Aki Genset Meledak dan Terbakar

Memahami apa penyebab aki genset meledak adalah hal yang sangat penting, mengingat ini dapat menyebabkan dampak fatal bagi orang sekitar atau penggunanya. Sering ditemukan kasus kebakaran yang disebabkan oleh ledakan dari genset (generator set) tersebut. 

Penggunaan genset saat ini tidak hanya ditemukan pada bangunan besar seperti pertokoan, namun juga sudah banyak ditemukan pada sebuah rumah. Ini adalah hal yang wajar mengingat kebutuhan listrik menjadi sangat penting bagi manusia. 

Karena listrik yang memiliki hubungan erat dengan aktivitas dan kehidupan manusia, maka genset sudah sangat banyak digunakan. Genset memiliki fungsi untuk pengganti daya listrik ketika ada pemadaman listrik pusat. 

Mungkin bagi banyak orang memahami komponen dari generator set adalah hal umum. Akan tetapi ada juga yang tidak tahu atau tidak ingin tahu mengenai hal tersebut padahal jika menggunakannya di rumah maka Anda harus mengetahui beberapa hal. 

Perawatan pada genset sampai penyebab dasar jika terjadi masalah harus Anda mengerti. Bahkan mengerti penyebab dari aki genset meledak dapat memberikan kewaspadaan kepada Anda agar tidak terjadi hal tersebut. 

Penyebab Aki Genset Meledak ataupun Terbakar

Ketika melakukan start pada genset kemudian terjadi sebuah ledakan yang tidak diinginkan. Mungkin ledakan tersebut dapat dikategorikan ledakan kecil yang masih bisa ditangani. 

Lalu bagaimana jika hal tersebut tidak lagi bisa ditangani? Hal tersebut tentu tidak Anda inginkan, oleh karena itu ada baiknya untuk mengetahui beberapa penyebabnya di bawah ini. 

  1. Kabel Konektor yang Longgar

Faktor yang pertama ini cukup sering terjadi mungkin karena sebuah kelalaian pengguna ketika ingin menyalakannya. Adapun faktornya adalah konektor yang longgar sehingga dynamo harus menarik arus terlalu besar. 

Ledakan awal yang terjadi akibat faktor satu ini terjadi dari atas connector dan kemudian akan merambat sampai pada baik cairan accu (aki). Kemudian ledakan akan menjadi sangat besar dan ini menjadi penyebab aki genset meledak. 

Anda bisa mencegah hal ini terjadi dengan cara memeriksa kekencangan dari sambungan pada konektornya dengan benar. Periksa selalu dan kencangkan mur bautnya bila Anda merasa sudah mengendur. 

  1. Panas Berlebih (Overheating) akibat Charger

Kedua, genset akan meledak jika terjadi overheating akibat charger yang bermasalah. Layaknya alat elektronik lainnya yang memanfaatkan arus listrik maka jangan buat alat tersebut mendapatkan panas berlebih atau overheating. 

Mematikan panel charger accu di saat tidak sedang menggunakannya atau jika pada bangunan pertokoan bisa mematikannya di malam hari adalah cara terbaik untuk menghindari masalah dari penyebab kedua ini. 

  1. Aki Kadaluarsa atau Sudah Lama

Tidak hanya genset, maka semua barang yang sudah terlalu lama, tua, atau kadaluarsa akan bermasalah dan menyebabkan kerusakan. Hal wajar ini juga terjadi pada genset yang memiliki waktu kadaluarsa. 

Penyebab aki genset meledak yang diakibatkan oleh mutu dari alat sudah tidak layak juga terjadi ketika genset di start. Anda bisa perhatikan bahwa waktu dari penggunaan atau usia accu sudah mencapai 2 tahun, maka disarankan untuk menukarnya. 

  1. Masalah pada Dinamo 

Saat memasang generator set (genset) maka akan mengeluarkan bunyi sebagai tanda bahwa genset berjalan dengan baik. Namun, banyak orang yang menyepelekan bunyi dari genset ini. 

Peka terhadap suara yang dikeluarkan oleh genset dengan tidak normal akan menghindari Anda dari ledakan. Atau bahkan jika genset sulit untuk dihidupkan dan dinyalakan maka Anda harus berhati-hati dan tetap waspada. 

Dinamo starter bermasalah yang terus dipaksakan akan membuat short circuit atau rotor berputar sangat berat. Sehingga akibatnya adalah arus yang ditarik sangat berat dan mengefek pada ledakan dari aki. 

  1. Tidak Merawat Komponen Accu

Terakhir yang juga menjadi penyebab aki genset meledak adalah sembrono dalam merawat komponen accu atau aki. Mungkin masalah perawatan ini cukup sepele karena hanya hal-hal kecil. 

Tapi siapa tahu bahwa hal yang Anda anggap kecil ini kemudian bisa menjadi masalah besar seperti ledakan pada aki genset. Adapun beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dan rawat misalnya air dalam bak accu sudah terisi cukup atau belum. 

Karena hal sepele seperti itu jika dibiarkan dapat membuat baik air accu membengkak akibat dari air tidak dikontrol. Jadi jangan lupakan control atau melakukan perawatan pada permukaan accu genset Anda dan pastikan bahwa air tersebut adalah air suling. 

Sama seperti kebanyakan barang, maka sebenarnya hal paling umum adalah dari sisi perawatan sebuah komponen genset dalam hal ini yaitu akinya. Dimana ledakan sering terjadi akibat aki yang jarang diperhatikan dengan masalah-masalah serta penyebabnya di atas. Tanpa disadari, hal-hal di atas sebenarnya cukup sepele tapi bisa menjadi masalah besar. Sebelum ledakan kecil atau besar dari genset yang tidak diharapkan dan tidak Anda inginkan, maka ada baiknya untuk mengenal penyebab aki genset meledak sebagai pembelajaran.

Jika Anda sedang mencari genset dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau PT Interjaya Surya Megah merupakan jawaban untuk Anda. PT Interjaya Surya Megah menjual genset dengan berbagai engine dengan kualitas terbaik seperti Genset powered by engine MWM, MAN, Perkins, Mitsubishi, dan Lombardini. Segera hubungi dan konsultasikan kebutuhan genset Anda bersama kami.

Penyebab Penurunan Tegangan yang Terjadi Pada Generator

Ada beberapa faktor atau penyebab penurunan tegangan pada generator yang akan dibahas pada kali ini. Dimana jika hal tersebut dibiarkan dalam waktu cukup lama dapat menyebabkan bahaya yang tidak diinginkan. 

Sebagaimana yang diketahui bahwa generator sangat besar manfaatnya untuk menunjang segala aktivitas dan kehidupan manusia. Salah satu contoh pemanfaatannya dapat ditemukan pada pembangkit listrik, otomotif, dan lainnya. 

Fungsi dari generator sendiri adalah merubah energi mekanik menjadi energi listrik yang akan digunakan manusia melalui proses induksi elektromagnetik. Hal paling umum yang dapat ditemukan dengan mudah adalah penggunaan generator saat pemadam listrik. 

Jika dalam satu waktu terjadi penurunan tegangan pada generator seperti generator set (genset) maka dapat membahayakan bagi manusia. Lantas Anda perlu mengetahui apa saja penyebab penurunan tegangan pada generator. 

Bahkan Anda diminta untuk mengerti bagaimana cara mengukur penurunan tegangan untuk mengantisipasi bahaya yang tidak diinginkan. Pengukuran bisa dilakukan dengan alat khusus seperti voltmeter dan multitester. 

Penyebab Penurunan Tegangan (Voltage Drop) 

Beberapa faktor seperti diameter kabel, panjang kabel, kapasitas, serta tahanan dalam adalah penyebab dari terjadinya voltage drop. Penjelasan untuk penyebabnya adalah seperti di bawah ini. 

  1. Hubungan Antara Ukuran Kabel Terhadap Penurunan Tegangan

Seperti sedikit penjelasan di atas, dimana panjang dan diameter kabel menjadi salah satu faktornya. Maka hubungan antara ukuran kabel dengan masalah penurunan tegangan sangat besar. 

Ketika sebuah konduktor berukuran panjang maka akan semakin tinggi dan besar tahanan dalam konduktor tersebut. Sehingga hal tersebut menyebabkan penurunan tegangan juga semakin besar. 

Sama halnya dengan diameter dari sebuah kabel yang luas penampang kawat akan berbanding terbalik dengan tahanan dalam. Oleh karena itu, jika semakin besar konduktor, maka hambatannya juga semakin kecil dan artinya konduktor akan semakin baik. 

  1. Pengaruh Material Konduktor

Lanjut untuk penyebab penurunan tegangan yang kedua yaitu pengaruh dari material konduktornya. Anda perlu tahu bahwa ada perbedaan dari daya hantar pada setiap konduktor. 

Seperti emas dan perak yang menjadi pengantar sangat baik, akan tetapi jarang bahkan hampir tidak digunakan mengingat harganya mahal dan relatif mahal. Untuk itu, ada konduktor yang cukup baik digunakan yaitu tembaga dan aluminium. 

Jika dibandingkan dari segi ukuran diameter yang sama maka aluminium akan cenderung lebih besar voltage dropnya dibandingkan tembaga. 

  1. Penyimpangan Tegangan Terhadap Voltase Supply

Penyimpangan antara voltase dengan voltase supply merupakan faktor paling utama penurunan tegangan terjadi. Dimana penyimpangan tersebut terjadi karena daya yang dikeluarkan lebih rendah dari yang seharusnya. 

Ini alasan mengapa tegangan juga sering disebut seperti selang air, sedangkan arus dicontohkan sebagai volume air. Kualitas bahan dan merek dari selang terjadi juga menjadi pendorong bagaimana selang dapat bertahan. 

  1. Kapasitas Berlebih

Dari penjelasan diatas juga dapat disimpulkan bahwa penyebab penurunan tegangan dapat terjadi karena kapasitas arus listrik yang berlebihan. 

Mesin akan melambat dan menyebabkan knalpot bertumpuk hitam. Jika dibiarkan secara terus menerus maka dapat menyebabkan mesin mati akibat kelebihan beban dan proteksi. 

  1. Masalah pada Governor

Kinerja dari sebuah generator seperti generator set (genset) dapat dipengaruhi oleh putaran mesinnya. Governor merupakan sebuah alat atau mesin pengaturan otomatis ketika bahan bakar dimasukkan. 

Masalah yang terjadi pada alat tersebut kemudian bisa menjadi penyebab dari voltage drop. Maka jika Anda menyadari ada yang tidak beres dengan alat governor ini akan lebih baik untuk memeriksa beberapa bagian lainnya. 

Adapun komponen yang dapat Anda periksa untuk mengetahui penyebab penurunan tegangan dari masalah governor seperti magnetic pick up dan juga Actuator. Untuk mengatasinya maka Anda perlu merawatnya dengan membersihkannya. 

Bahaya yang Ditimbulkan dari Voltage Drop 

Penurunan pada tegangan dapat memberikan dampak negatif pada manusia seperti kerusakan pada perangkat akibat terlalu sering berkedip. Selain itu juga motor akan menjadi panas bahkan kompresor dan komponen lainnya juga akan rusak. 

Jika ini terus terjadi dan dibiarkan maka juga dapat menyebabkan mesin harus bekerja lebih berat karena voltase pendorong arus yang menurun. Sementara daya yang diperlukan dari mesin tidak berubah. 

Beban yang berat tersebut dapat membuat kabel pada mesin akan lebih mudah panas dan paling fatal adalah kabel akan terbakar. Bahaya dari voltage drop ini juga semakin parah jika tidak diatasi dengan alat seperti MCB. 

Dimana jika terjadi panas yang berlebih dari kabel maka ada kemungkinan voltase turun menyebabkan kebutuhan ampere meningkat. Maka jika tidak ada MCB sebagai alat pemutus otomatis dapat membuat bahaya yang cukup besar. Mengenai alat elektronik yang terhubung ke arus listrik bukan hal sembarangan dan tidak bisa dianggap sepele. Terdapat perawatan khusus yang harus diketahui masyarakat Indonesia pada faktor atau penyebab penurunan tegangan pada generator set (genset).

PT Interjaya Surya Megah menjual genset dengan berbagai engine dengan kualitas terbaik seperti Genset powered by engine MWM, MAN, Perkins, Mitsubishi, dan Lombardini. Segera hubungi dan konsultasikan kebutuhan genset Anda bersama kami.

Perbedaan Genset Diesel dan Genset Bensin Perlu Diketahui

Perbedaan Genset kadang harus dicari sebelum Anda membelinya. Langkah pertama sebelum Anda membeli genset ini tentu harus mengetahui genset diesel dan juga genset bensin. 

Hal tersebut dapat Anda ketahui mulai dari arus listrik atau daya hingga perbedaan mendasar mengenai keduanya. Bila dilihat dengan detail, perbedaan antara genset bensin dengan genset bensin ini memang sangat mudah dikenali dari jenis bahan bakar yang digunakan. 

Perlu untuk Anda perhatikan adalah keputusan pembelian Anda ini bisa dilihat dari perbedaan di antara keduanya. 

Namun, jika Anda masih bingung untuk menentukan keduanya, Anda bisa mengikuti penjelasan lengkap kami di bawah ini mengenai perbedaan genset. Simak ulasan lengkap kami di bawah ini. 

Hal yang Diketahui Mengenai Perbedaan Genset 

Jika membicarakan mengenai perbedaan genset, hal yang mesti Anda perhatikan adalah penggunaan genset ini harus sesuai dengan kebutuhan Anda. Masing – masing orang pasti membeli genset akan menyesuaikan dengan kebutuhan. 

Apabila hanya untuk kebutuhan pribadi, seperti misalnya untuk menghidupkan listrik saat pemadaman. Biasanya, kebanyakan orang akan membutuhkan untuk alat elektronik satu ini supaya rumah tidak gelap ketika pemadaman listrik. 

Penggunaan mesin genset dengan tenaga diesel ini, tentu saja membutuhkan bahan bakar solar supaya mesin tersebut bisa bekerja secara optimal. Perlu Anda ketahui, untuk penggunaan genset diesel ini memanglah tidak cocok digunakan guna memenuhi kebutuhan pribadi. 

Hal tersebut dikarenakan kepulan asap dari mesin genset diesel ini sangat mengganggu Anda bila digunakan di rumah. Tentu dengan hal ini Anda bisa langsung paham untuk memilih jenis genset yang mana sesuai dengan kebutuhan. 

Sementara itu, untuk penggunaan genset diesel ini tentu memerlukan lokasi terbuka karena asap yang ditimbulkan akan langsung keluar begitu saja. 

Selain itu juga, genset diesel ini bisa mempengaruhi kondisi dari arus daya yang dikeluarkan oleh mesin dinamo. Yang mana hal ini sangat cocok untuk kebutuhan dalam skala besar. 

Perbedaan Genset dari Aliran Alur Daya Listrik

Saat Anda lihat dari arus atau aliran daya listrik menjadi salah satu hal yang mesti diperhatikan sebelum membeli salah satu dari kedua jenis genset tersebut. 

Untuk genset atau generator set yang memakai bahan bakar solar memang lebih kuat karena memiliki cc mesin yang relatif besar dibandingkan dengan mesin genset bensin. 

Secara umum, penggunaan genset diesel yang menggunakan bahan bakar solar ini memang cukup populer. Terlebih lagi, genset jenis ini digunakan di beberapa perkantoran besar, lokasi industri hingga perumahan yang lokasinya jauh dari jangkauan listrik PLN. 

Penggunaan dari mesin diesel untuk genset ini ternyata lebih mampu untuk memberikan suplai daya listrik yang jauh lebih besar, namun dampaknya adalah asap yang cenderung mengepul alias banyak mengeluarkan asap saat beroperasi. 

Pada saat Anda membutuhkan arus listrik yang begitu besar, namun hanya untuk industri rumahan berskala kecil, sebenarnya memakai genset bensin sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan. 

Akan tetapi, apabila untuk area perkantoran maupun industri yang lebih besar, maka penggunaan dari genset diesel ini memang layak digunakan supaya mampu memenuhi kebutuhan listrik saat dibutuhkan. 

Pilih Genset Bensin ataukah Genset Diesel?

Perbedaan genset ini memang harus diketahui sebelum membeli dan menyesuaikan dengan kebutuhan Anda. Perlu untuk diketahui adalah dari kedua jenis genset ini tetap menggunakan proses pembakaran secara tertutup. 

Ada beberapa perbedaan yang sangat jelas terlihat dari kedua jenis genset ini. Yang pertama adalah dari bahan bakar yang digunakan. Sesuai dengan namanya, untuk genset bensin serta genset diesel ini sudah pasti menggunakan bahan bakar dari solar maupun bensin. 

Sementara itu, persamaan dari kedua jenis mesin genset ini adalah mudah terbakar. Akan tetapi, genset yang menggunakan bahan bakar bensin rupanya memiliki tekanan untuk arus listrik menyesuaikan dengan jenis bahan bakar yang sudah digunakan. 

Pemakaian bensin ini pun termasuk dalam bahan bakar yang lebih mudah menguap, sehingga bisa begitu cepat menyatu dengan udara serta tahan dalam tekanan kompresi. 

Yang kedua adalah dari sistem pengapian mesin genset tersebut. Penggunaan busi sebagai pemantik api digunakan untuk genset dengan bahan bakar bensin. Sementara itu, untuk genset diesel ini ternyata memakai pembakaran secara mandiri. Yang mana tekanan dari kompresi diesel ini akan memberikan efek yang mampu membakar bahan bakar solar. 

Terakhir adalah dilihat dari performa mesin genset. Untuk genset berbahan bakar bensin memiliki horse power yang mana memang lebih besar bila dibandingkan dengan genset diesel. Akan tetapi, genset dari bensin ini rupanya lebih mudah panas serta umur mesin relatif pendek jika dibandingkan dengan genset diesel. Penggunaan genset memang tidak bisa lepas dari kebutuhan sehari – hari yang memerlukan suplai listrik. Perbedaan genset sesuai dengan bahan bakarnya pun bisa menjadi alternatif pilihan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Performa Genset Bensin

Sudah jelas dari namanya, genset ini mengandalkan bensin sebagai bahan bakarnya. Pembakarannya mula-mula harus mendapat suplai dari listrik dengan tegangan yang tinggi. Ini akan memicu proses bekerjanya genset. Sebab listrik akan mengaktifkan mesin melalui pembakaran gas pada busi.

Antara genset bensin atau genset diesel, ia menghasilkan suara lebih ramah untuk telinga. Suara yang ditimbulkan secara halus tidak mengganggu lingkungan dengan kebisingan. Apabila Anda kurang menyukai suasana bising, maka ia sangat disarankan untuk menghindari kecemasan. Suara halus ini merupakan hasil kerja kompresinya yang rendah.

Bisa dengan mudah dijumpai di pasaran, genset ini menawarkan harga jual mengikuti kualitas penawarannya. Perannya sebagai pengganti arus listrik memiliki performa ketegangan dengan berbeda. Banyaknya besaran watt yang digunakan selain memengaruhi ketahanannya juga berdampak untuk harga jual dibanderol di pasar.

Didukung horse power sebagai performa utamanya akan menampilkan kualitas apiknya sebagai pengganti arus listrik. Terutama ketika terjadi pemadaman. Sebab genset bensin memiliki keunggulan dengan aktifnya secara otomatis ketika aliran listrik terpantau hilang. Pastinya ini akan memudahkan Anda agar tidak repot mengurusi genset ketika gelap.

Dari perbandingan antara genset bensin atau genset diesel, harga jualnya memang lebih murah. Dari nilai jualnya secara miring, tingkat beban produk juga berada di bawah genset diesel. Pemindahannya juga pasti tidak perlu serepot genset diesel.

Namun, terhitung bahan bakar dikeluarkan menjadi kurang hemat. Juga daya tahan mesin bensin tidak sekuat diesel, ia cenderung cepat panas. Selain perawatan terpantau rumit dan susah juga kurang memadainya mendukung kapasitas melebihi 10.000 watt arus listrik.

Kualitas Genset Diesel

Untuk memulai bekerja sebagai proses pembakaran, ia menggunakan energi mekanik dari hasil konversi solar. Bahan bakar solar ini memanfaatkan kompresi udara guna melakukan kompresi. Campuran udara dan bahan bakar hanya terjadi dalam tabung silinder. Dari berbagai jenis tersedia 2 sampai 16 buah silinder dalam mesin genset.

Membedakan antara genset bensin atau genset diesel terdapat kelebihan yang ditemui untuknya. Selain bahan bakar dengan nilai lebih murah, mesin diesel juga lebih tahan banting dan perawatannya cenderung mudah. Ini karena ia tidak menyertakan busi dalam pekerjaannya.

Dengan bahan bakar lebih efisien sekaligus dapat digunakan dalam kapasitas lebih tinggi menjadikannya sangat memadai. Ditambah torsinya lebih luas ketimbang genset bensin. Namun ini juga ditunjang dengan harganya sedikit lebih mahal. Dapat ditemui di pasaran harga genset diesel selalu ada di atas genset bensin.

Dengan luas lebih besar juga menjadikannya lebih berat dibanding jenis lainnya. Untuk melakukan pemindahan dapat dibantu dengan penyertaan tuas agar lebih ringan. Kekurangan lainnya diseratai dengan pengeluaran gas secara berlebih. Apabila Anda kurang menyukai polusi penggunaan jenis lainnya akan menjadi lebih disarankan.

Selain itu, ia juga kurang ramah untuk Anda yang terganggu dengan kebisingan. Pasalnya dengan suara hasil kerjanya dapat menimbulkan kebisingan. Tingkat kebisingannya juga bisa terlampau tinggi dilihat dari kualitas produknya. Ia juga akan mengganggu apabila bertempat di daerah yang hening.

Dilihat dari kapasitas yang ditawarkan, penggunaan genset diesel lebih disarankan untuk Anda. Karena kinerjanya tanpa busi dan kabel lebih ramah untuk keamaan penggunanya. Ia akan menyingkirkan risiko percikan listrik saat dihidupkan. Didukung perawatannya cenderung mudah akan menjawab lebih irit mana genset bensin atau genset diesel.

PT Interjaya Surya Megah menjual genset dengan berbagai engine dengan kualitas terbaik seperti Genset powered by engine MWM, MAN, Perkins, Mitsubishi, dan Lombardini. Segera hubungi dan konsultasikan kebutuhan genset Anda bersama kami.

Bisakah Stabilizer Bekerja dengan Generator?

Kebingungan seputar stabilizer bekerja dengan generator akan menjadi pertanyaan besar melihat keduanya memiliki peran masing-masing yang dianggap kurang bersinergi. Anggapan bahwa keduanya akan memiliki hubungan yang saling melengkapi. 

Generator listrik merupakan alat pengubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik yang membutuhkan bahan bakar untuk menggerakkannya. Dimana sebelumnya penggunaan generator ini cukup jarang digunakan, namun seiring berkembangnya zaman mulai ramai peminatnya. 

Karena menghasilkan tenaga listrik maka mesin ini mempunyai prinsip kerja yang berat dan luar biasa agar listrik yang dihasilkan bisa menyalakan berbagai peralatan rumah tangga. Dalam keadaan normal listrik bisa mengalami keadaan tegangan yang tidak stabil. 

Maka seringkali dibutuhkan stabilizer untuk meminimalisir tegangan tidak normal pada listrik tersebut. Ini juga digunakan oleh masyarakat agar menghindari kemungkinan kerusakan pada berbagai peralatan rumah tangga tersebut. 

Namun, yang menjadi pertanyaan bagaimanakah jika stabilizer bekerja dengan generator? Apakah dibutuhkan, bisakah keduanya saling bersinergi, sampai pada bagaimana menggabungkan kedua prinsip kerja yang berkaitan dengan listrik tersebut. 

Mengenal Stabilizer dan Generator 

Dalam keadaan sehari-hari seperti zaman sekarang ini, manusia sangat membutuhkan listrik untuk melakukan segala kegiatan atau aktivitasnya. Bahkan jika dalam satu hari terjadi pemadaman listrik maka banyak pekerjaan akan tertunda. 

Seringkali juga dikaitkan pada pertumbuhan ekonomi dalam sebuah tempat, daerah, bahkan negara yang menggunakan listrik cukup besar. Pada dunia kelistrikan, dikenal istilah generator dan stabilizer dengan pengertian berbeda keduanya. 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas apakah bisa stabilizer bekerja dengan generator? Jika jawabannya bisa, lalu bagaimana prinsip kerja dari keduanya untuk bisa menghasilkan tegangan listrik yang normal dan juga stabil. 

Sebelum itu, mari kenali dari kedua istilah kelistrikan tersebut yaitu generator dan stabilizer untuk lebih jelasnya. Beberapa peralatan rumah seperti kulkas, televisi, dan komputer membutuhkan tegangan yang lebih besar. 

Maka jika tidak menggunakan stabilizer sebagai pengimbang daya listrik, barang tidak akan awet dan mudah rusak. Stabilizer juga digunakan untuk menghindari kerusakan akibat adanya kesalahan seperti pemasangan kabel. 

Sedangkan generator yang memiliki banyak jenis serta fungsi berbeda-beda ini berguna untuk menghasilkan suatu tenaga. Seperti generator listrik yang akan menghasilkan tenaga listrik bagi suatu tempat dengan menggunakan bahan bakar seperti solar. 

Salah satu jenis generator listrik adalah mesin genset yang digunakan ketika terjadi pemadaman listrik di tempat tersebut. Maka untuk mengganti sumber listrik digunakan mesin tersebut dengan bahan bakar seperti jenis minyak. 

Genset atau generator mesin ini juga sering disebut sebagai cadangan listrik bagi pertokoan atau acara-acara yang jauh dari keberadaan sumber listrik. Stabilizer membutuhkan listrik dengan tegangan sesuai dengan spesifikasi tertentu.

Meski keduanya sama-sama berkaitan erat dengan listrik, dimana yang satu merupakan penghasil listrik sedangkan satunya penyeimbang listrik namun tidak membuat keduanya digunakan secara bersamaan. 

Baca juga : Cara Kerja Radiator Genset Diesel Pendingin Mesin

Penggunaan Stabilizer Bekerja dengan Generator

Kesadaran akan keseimbangan listrik pada masyarakat masih sangat minim bahkan sebagian merasa tidak membutuhkan hal tersebut. Sebagian masyarakat merasa bahwa menggunakan tegangan listrik secara sembarangan tidak akan menyebabkan masalah apapun. 

Maka pengetahuan seputar stabilizer bekerja dengan generator menjadi ilmu baru yang saat ini mulai harus dimiliki oleh banyak masyarakat saat menggunakan listrik. Jadi ketika terjadi pemadaman listrik di sekitar tempat tinggal Anda maka tidak bingung lagi akan hal ini. 

Genset memiliki jenis yang berbeda-beda, karena itu tidak semua genset membutuhkan stabilizer contohnya genset AVR. Pada jenis genset tersebut sudah ada komponen otomatis yang akan menyeimbangkan keluaran daya listriknya ke gedung atau bangunan. 

Dengan begitu, listrik akan menyala dalam keadaan normal tidak seperti pada biasanya. Jenis generator atau genset lainnya ada juga yang tidak masalah dengan penggunaan stabilizer karena memang membutuhkannya. 

Jadi untuk menjawab pertanyaan bisakah stabilizer bekerja dengan generator adalah bisa, karena sekarang juga sudah banyak e-commerce yang menjual stabilizer untuk genset. Dimana genset merupakan salah satu contoh dari generator mesin listrik. 

Salah satu contoh dari stabilizer genset adalah stavolt dengan kepopularitasannya cukup luas di Indonesia. Prinsip kerja dari stabilizer ini yaitu akan menyala ketika generator atau genset sudah menyala dan dalam keadaan yang tepat untuk digunakan. 

Kemudian nantinya, stabilizer akan mulai menyala setelah mendapatkan arus listrik dari generator tersebut. Selanjutnya, stabilizer mulai menghitung tegangan listrik yang masuk ke dalamnya untuk dibagikan pada berbagai peralatan rumah tangga seperti komputer. 

Selanjutnya pada bagian stavol bisa dilihat berapa besar tegangan yang masuk dan dikeluarkan untuk membuat peralatan rumah tangga lebih awet dan tidak mudah rusak. Keduanya akan bekerja dengan baik sesuai dari prinsip kerja masing-masing. Saat listrik yang bersumber dari PLN sudah menyala, maka kemudian listrik dari genset bisa dipadamkan dan stavol juga akan mati sesaat sebelum dinyalakan kembali. Disinilah Anda bisa melihat apakah stabilizer bekerja dengan generator dapat dibuktikan berjalan dengan baik atau tidak.

PT Interjaya Surya Megah menjual genset dengan berbagai engine dengan kualitas terbaik seperti Genset powered by engine MWM, MAN, Perkins, Mitsubishi, dan Lombardini. Segera hubungi dan konsultasikan kebutuhan genset Anda bersama kami.

Penyebab Overspeed Pada Generator Diesel

Masalah overspeed pada generator diesel merupakan salah satu dari masalah genset atau generator diesel yang kerap kali terjadi saat digunakan. Masalah tersebut terjadi karena adanya penyebab atau faktor yang harus dipahami oleh para pengguna jenis genset ini. 

Saat terjadi putaran mesin genset secara berlebihan maka inilah yang disebut sebagai masalah overspeed tersebut. Dalam hal ini, tentu genset melakukan putaran untuk bisa bekerja mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.

Genset berperan penting bagi masyarakat saat terjadi pemadaman listrik dalam jangka panjang atau penggunaan lain yang membutuhkan tenaga listrik di suatu tempat. Oleh karena itu pemakaian genset saat ini sudah banyak dipakai di kalangan umum.

Maka jika terjadi masalah, pengguna harus mencari penyebabnya untuk bisa mengambil langkah penanganan yang tepat. Masalah overspeed pada generator diesel akan terjadi ketika melebihi batas toleransinya yaitu sekitar + 5%. 

Ketika genset melebih batas tersebut maka AVR yang ada dalam genset tersebut tidak lagi bisa menstabilkannya. Jika dibiarkan maka akan terjadi kerusakan fatal yang membuat genset tidak lagi bisa digunakan. 

Faktor Overspeed Pada Generator Diesel 

Kemunculan masalah seperti overspeed disebabkan oleh beberapa faktor yang memiliki cara penanganan berbeda-beda seperti di bawah ini. 

  1. Masalah pada Komponen Mesin Genset

Genset memiliki berbagai komponen penting yang kemudian menjadi satu kesatuan dan setiap komponen memiliki peranannya masing-masing. Seringkali jika masalah seperti overspeed pada generator diesel terjadi disebabkan oleh kerusakan pada salah satu komponen tersebut. 

Adapun komponen yang bermasalah yaitu MPU (Magnetic Pick Up) dengan fungsinya adalah sebagai sensor pengukur dari kecepatan putaran mesin. Dimana ketika MPU dalam keadaan kotor atau jarak dari pemasangan yang tidak sesuai menjadi penyebab overspeed. 

Dalam menangani masalah ini bisa dilakukan cara seperti melakukan pembersihan di bagian ujung sensor dengan membuka bagian MPU. Setelah selesai pasang dengan posisi yang tepat sesuai aturannya seperti memasang sampai mentok. 

Setelah itu kendurkan bagian sensor tersebut sebanyak ¼ putaran untuk memastikan adanya jarak antara sensor dengan fly wheel. Adapun rentang ukuran keluaran dari MPU sebesar 1,5 VAC – 30 VAC, jika tidak maka MPU rusak dan harus ganti yang baru.

  1. Fuel Control Actuator yang Berlebihan 

Ada faktor atau penyebab utama dari kejadian overspeed pada generator diesel yaitu pengisian bahan bakar yang berlebihan. Genset atau mesin generator diesel membutuhkan bahan bakar untuk bisa bekerja menghantarkan listrik. 

Kebanyakan masyarakat berpikir bahwa memastikan bahan bakar penuh adalah langkah yang benar. Akan tetapi jika bahan bakar berlebihan maka kran minyak otomatis dapat bocor dan menyebabkan terjadinya overspeed. 

Kran minyak otomatis atau dikenal dengan fuel control actuator berfungsi untuk mengatur pengisian atau suplai bahan bakar yang masuk sesuai dengan perintah dari Governor. 

Jika masalah seperti ini terjadi, hal yang harus dilakukan adalah memeriksa fuel actuatornya apakah harus dilakukan penggantian baru karena kondisinya. Biasanya kondisi ketika mesin tertutup saat bahan bakar masih mengalir inilah yang harus diganti. 

  1. Pengaturan Run Speed pada Governor

Overspeed pada generator diesel juga terjadi karena pengaturan pada genset yang tidak tepat. Pengguna benar-benar harus memperhatikan hal-hal penting dalam penggunaan tepat dari genset sehari-hari. 

Adanya pengaturan jumlah kecepatan atau putaran yang digunakan dapat dilakukan dengan istilah run speed pada Governornya. Perlu diperhatikan yaitu ketika terjadi masalah seperti overspeed maka turunkan run speednya. 

Jika sudah sesuai dengan kecepatan yang tepat maka pasang dan nyalakan kembali mesin generator diesel atau genset tersebut. Ini bisa dilakukan berulang-ulang sampai mendapatkan RPM yang sesuai dengan keadaan normal dari mesin tersebut. 

  1. Kerusakan dari Governor 

Masalah terakhir yang menjadi penyebab dari munculnya masalah seperti overspeed adalah kerusakan pada mesin governor. Governor sendiri memiliki fungsi sebagai tempat untuk mengatur banyak komponen penting. 

Dimana bahan bakar dari generator diesel ini akan diatur oleh Governor agar bisa bekerja disebut sebagai electronic fuel control. Jika di atas MPU dan actuator harus dipastikan dalam keadaan bagus, maka memeriksa bagian ini juga tidak kalah penting ketika terjadi overspeed pada generator diesel

Untuk bisa melakukan pemeriksaan maka bisa melakukan pengecekan tegangan keluaran dari governor menuju actuator. Sebelumnya perlu menyalakan mesin genset, dan jika tegangan keluaran yang dihasilkan berada di sekitar 19 Vdc – 20 Vdc maka dalam keadaan bagus. 

Akan tetapi jika nilai keluaran tegangan lebih besar dari itu maka dapat dipastikan harus diganti karena sudah tidak sesuai dengan keadaan normal yang seharusnya terjadi. 

Kerap kali ketika menggunakan genset, banyak komponen yang tidak diperhatikan selain memastikan mesin tidak kekurangan bahan bakar agar tidak terjadi masalah seperti overspeed ini. Padahal ada penyebab lain yang kemudian menjadi masalah baru. 

Masalah ini kemudian yang menjadi masalah besar bahkan kerusakan pada mesin seperti masalah overspeed pada generator diesel jika terus dibiarkan. 

PT Interjaya Surya Megah menjual genset dengan berbagai engine dengan kualitas terbaik seperti Genset powered by engine MWM, MAN, Perkins, Mitsubishi, dan Lombardini. Segera hubungi dan konsultasikan kebutuhan genset Anda bersama kami.

Cara Meningkatkan RPM Agar Tegangan Genset Tidak Naik Turun

Ada beberapa cara meningkatkan RPM di generator diesel yang bisa anda lakukan agar tidak mengalami genset gas naik turun. Genset atau generator set sendiri merupakan sebuah mesin dimana dapat memberikan voltase atau tegangan tetap/stabil.

Umumnya sebuah generator set sendiri menghasilkan tegangan normalnya adalah 220 volt serta 380 volt. Banyak hal yang menjadi penyebab mengapa tegangan pada genset gas naik turun dan tidak stabil.

Satu diantaranya ialah karena gangguan putaran mesin atau rpm di genset itu sendiri. Tentu saja jika voltase pada generator mengalami ketidakstabilan, maka akan menimbulkan kerusakan di mesin itu sendiri.

Sehingga apabila mesin generator naik turun tegangannya, maka segeralah mengatasi gangguannya secepat mungkin. Pengguna bisa mencari permasalahan yang menjadi penyebabnya agar bisa mengatasi gangguannya secara tepat.

Namun pastikan dulu apa saja penyebab masalah voltase genset tidak stabil, pasalnya ada banyak faktor yang menyebabkannya. Untuk itu jangan sampai salah menemukan penyebabnya jika ingin memperbaiki dengan benar.

Unsur utama yang kerap membuat voltase genset gas naik turun ialah karena mesinnya atau pada generator pembangkitnya. Jadi anda harus benar-benar memperhatikannya untuk mengetahui permasalahan dari generator tersebut.

Permasalahan yang Terjadi di Mesin Genset

Teknisi1 ori

Dalam mesin generator, perlu diperhatikan bahan bakar yang dipakai untuk membuat kinerja RPM (revolusi per menit) tetap stabil. Anda harus tahu bagaimana cara meningkatkan RPM di generator diesel agar stabil.

Dengan demikian, maka genset yang digunakan juga bisa lebih bertahan lama karena dilakukan perbaikan secara tepat. Setiap mesin dimana dipakai manusia sendiri umumnya bekerja dengan batasan putaran.

Sama halnya saat anda menggunakan generator untuk keperluan rumahan maupun bisnis, normalnya genset sendiri kecepatannya ialah menengah atau medium speed. Putaran normalnya sendiri 1500 hingga 1800 rpm.

Umumnya rpm berkurang atau berlebihan ini dikarenakan bahan bakar tersumbat atau kurang, anda harus memeriksa tangki selalu bersih. Selain itu rutin bersihkan filter dan memastikan bahan bakar tidak kekurangan.

Putaran Mesin Genset Tidak Stabil

Dalam keadaan tertentu, sering kali mesin genset mengalami kelebihan kecepatan atau bahkan berkurang. Hal ini menimbulkan masalah baru di mesin yakni membuat voltase yang ada di generator jadi tidak stabil.

Jika ingin mengatasi gangguan putaran mesin menurun serta tidak stabil, maka dapat dilakukan pengecekan pada suara genset saat dijalankan. Perhatikan dengan baik bunyi yang dihasilkan wajar atau mengalami naik turun.

Apabila bunyi mesinnya tidak normal seperti biasanya, maka bisa jadi kecepatan mesinnya tidak stabil. Umumnya memang dalam situasi normal, mesin berputar sekitar 1500 rpm, jangan sampai kurang atau bahkan lebih.

Governor yang Bermasalah

Governor adalah bagian yang mengatur aliran bahan bakar ke mesin genset. Komponen ini bekerja dengan merespon putaran mesin, jika putaran mesin melambat maka Governor akan membuka secara otomatis untuk melepaskan lebih banyak bahan bakar. Terkadang, ketika putaran mesin mulai tidak stabil, Governor juga mulai bermasalah.  Hal ini akan berimbas juga ke tegangan genset yang naik turun.

Masalah Pada Generator

Apabila bagian mesin normal, maka lanjutkan dengan mengecek generator. Generator bertanggung jawab mengubah energi mekanik dari mesin menjadi energi listrik. Karena itu ketika bagian ini rusak akan sangat berpengaruh pada output tegangan listrik yang dihasilkan.

Kabel Keluaran Genset Rusak

Pastikan kabel keluaran genset dalam keadaan baik, tidak terkelupas atau bocor. Karena saat kabel mengalami kerusakan maka kemungkinan akan terjadi gangguan tegangan dan aliran listrik. Genset gas naik turun dapat ditimbulkan karena kabel yang sudah rusak atau bocor.

Sambungan Kabel Bermasalah

Periksa setiap terminal kabel atau sambungan-sambungan kabel, baik sambungan atau terminal kabel yg ada pada mesin genset, kabel-kabel Governor, kabel-keluaran genset, terminal kabel dalam AVR, sambungan gulungan pada pada generator dan lainnya.

Pastikan seluruh sambungan atau terminal kabel, baik dalam mesin juga dalam Generator telah terpasang menggunakan baik. Sambungan atau terminal kabel yang longgar juga bisa menyebabkan tegangan listrik menurun.

Masalah Pada AVR Genset

Jika semua hal tadi diatas sudah dipastikan dalam keadaan baik, maka penyebab genset tidak stabil atau naik-turun adalah AVR genset tersebut. AVR dalam genset berfungsi untuk mengatur tegangan genset agar selalu stabil. Penyebab tegangan genset tidak stabil dapat disebabkan lantaran AVR sudah rusak, atau mungkin perlu dilakukan pengaturan tegangan supaya stabil.

Jika pengaturan pada AVR sudah dilakukan, namun tegangan masih tidak stabil, maka perlu dilakukan penggantian AVR.

Hal tersebutlah yang mengakibatkan voltase genset jadi tidak stabil. Setelah tahu penyebabnya, maka anda bisa melakukan cara meningkatkan RPM di generator diesel serta perbaikannya dengan tepat.

Cara Mengatasi Tegangan Genset Tidak Stabil

Setelah mengetahui beberapa penyebab tegangan genset naik turun, Anda bisa mengatasi masalah tidak stabilnya tegangan genset dengan beberapa cara berikut ini:

Pastikan bahan bakar genset sudah sesuai

Mesin membutuhkan bahan bakar untuk bekerja dengan baik, karena salah satu penyebab tegangan tidak stabil adalah putaran mesin yang kurang baik. Maka cara pertama yang bisa Anda lakukan adalah memeriksa supply bahan bakar ke mesin.

Periksa apakah bahan bakar yang mengalir pada mesin dalam keadaan bersih atau kotor. Selanjutnya, coba bersihkan saringan bahan bakar. Jika ada penyumbatan, maka segera betulkan saluran bahan bakar yang tersumbat tersebut.

Jika bahan bakar mesin genset normal namun putaran mesin genset masih tidak normal, selanjutnya pastikan pengatur bahan bakar yaitu Governor berfungsi dengan baik.

Baca juga: Perhatikan Hal Ini Sebelum Mengisi Ulang Bahan Bakar Genset!

Periksa bagian Governor genset

Jika governor bermasalah, mesin genset pun tidak akan bekerja dengan normal karena governor berperan sebagai pengatur supply bahan bakar ke mesin. Tak hanya governor, rangkaian sistem penyalur bahan bakar lainnya yaitu MPU dan actuator valve pun harus dipastikan dalam keadaan baik.

Pastikan kabel masih dalam keadaan baik

Cek setiap kabel dan sambungan yang ada pada genset. Silakan perbaiki jika Anda menemukan kerusakan pada kabel.

Periksa dan ganti AVR genset

Terakhir adalah bagian AVR alias Automatic Voltage Regulator. Coba cek komponen ini, dengan cara melakukan pengaturan tegangan pada AVR, jika pengaturan sudah benar namun tegangan masih tidak stabil maka kemungkinan besar AVR di genset rusak dan harus diganti.

Setting RPM agar bisa Stabil

meningkatkan RPM genset
Source: unsplash.com

Generator set sendiri cara kerjanya juga didukung oleh adanya automatic voltage regulator (AVR) ketika mesin menyuplai tenaga listrik. Besarnya arus yang melewatinya, AVR nanti juga bisa memberikan arus listrik.

Dimana untuk arusnya sendiri diberikan dengan tujuan agar bisa membuat medan magnet rotor dapat lebih kuat. Sehingga jika bebannya besar, maka arus listrik yang nantinya dihasilkan juga harus lebih besar.

Namun jika hanya menggunakan avr saja tidak cukup jika ingin menjaga rpm tetap stabil. Sehingga jika ingin rpm tetap stabil, maka generator set sendiri sudah dibekali adanya sistem governor.

Rpm sendiri ialah revolusi per menit dimana satuan tersebut juga umumnya dipakai pada frekuensi. Dalam mesin generator sendiri rpm ini erat pengaruhnya pada tegangan dimana ditimbulkan nantinya.

Sehingga anda harus melakukan setting agar voltase genset tetap dan stabil serta mengetahui cara meningkatkan RPM di generator diesel atau menurunkannya. Umumnya masalah ini dikarenakan mesin jarang diperbaiki.

Hal tersebut mengakibatkan rpm mesin jadi menurun, bahkan anda sendiri tidak menyadarinya. Umumnya masalah ini juga dibarengi dengan adanya penurunan hertz (Hz) pada genset karena keduanya saling berhubungan.

Jika ingin melakukan setting rpm, maka sebaiknya lakukan perbaikan dulu di mesin penggeraknya. Hal itu bisa membantu putaran mesin jadi lebih stabil, setelah itu barulah atur frekuensi voltase dan Hertz-nya.

Baca juga: Permasalahan Pada Genset dan Cara Mengatasinya

Cara Meningkatkan RPM Di Generator Diesel

Tujuan dilakukan setting rpm mesin genset sendiri ditujukan supaya putaran mesin serta voltase-nya bisa stabil di 220 volt. Sehingga harus setting di beberapa alat supaya frekuensi voltase serta Hz stabil.

Caranya sendiri bisa dilakukan dengan mengatur Hz yakni atur baut di stasioner di karburator. Anda bisa mengecek Hz meter agar lebih memastikan hasil penyetelan tadi, umumnya ialah 50/60 Hz.

Sementara itu jika ingin mengatur frekuensi voltase generator, anda bisa atur baut governor. Dimana lokasinya umumnya tidak jauh dengan tangki bahan bakar dimana ada pir guna membuat baut tetap stabil.

Menyetel frekuensi voltase ialah dengan cara memutar baut governor tersebut, apabila tegangannya kurang dari 220 volt, maka putar ke kanan. Begitu pula sebaliknya jika tegangan lebih dari 220 volt.

Apabila genset memakai avr, maka penyetelan juga dilakukan di avr menggunakan cara yang sama seperti pada baut governor. Anda harus tahu cara meningkatkan RPM di generator diesel agar tegangan stabil.

PT Interjaya Surya Megah menjual genset dengan berbagai engine dengan kualitas terbaik seperti Genset powered by engine MWM, MAN, Perkins, Mitsubishi, dan Lombardini. Segera hubungi dan konsultasikan kebutuhan genset Anda bersama kami.

alternator mobil

Perbedaan Generator dan Alternator Secara Mendasar

Membahas tentang perbedaan generator dan alternator sangatlah menarik karena keduanya kerap kali dianggap sama. Padahal, dari segi bentuk dan fungsi, terdapat perbedaan signifikan. Generator adalah perangkat yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik melalui induksi elektromagnetik, biasanya digunakan dalam pembangkit listrik skala besar. Sementara itu, alternator adalah jenis khusus dari generator yang biasa digunakan pada kendaraan bermotor untuk menyediakan daya listrik

Baik generator maupun alternator sendiri sudah sering digunakan sebagai mesin yang mampu mengubah sumber energi menjadi energi listrik. Penggunaannya sendiri tidak boleh sembarangan karena daya yang dihasilkan juga sangat mempengaruhi.

Jika Anda bingung memahami apa sebenarnya perbedaan antara kedua mesin ini maka mulai pelajari dari pengertiannya. Kemudian simak penjelasan tentang perbedaan secara umum yang dijelaskan di bawah ini.

Pengertian Generator dan Alternator

Generator dan alternator adalah dua perangkat yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi kelistrikan, baik untuk keperluan rumah tangga maupun industri. Meskipun memiliki fungsi dasar yang mirip, yaitu menghasilkan listrik, keduanya memiliki prinsip kerja dan penggunaan yang berbeda.

Generator adalah perangkat yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik melalui prinsip induksi elektromagnetik. Alat ini biasanya digunakan untuk menghasilkan listrik dalam jumlah besar, seperti pada pembangkit listrik. Sedangkan Alternator adalah jenis khusus dari generator yang digunakan terutama pada kendaraan bermotor untuk mengisi ulang baterai dan menyediakan daya listrik untuk sistem kelistrikan kendaraan.

Beberapa Perbedaan Umum Generator dengan Alternator

Tabel Perbedaan Alternator dan Generator

Perbedaan Generator Alternator
Daya yang dihasilkan Besar Kecil
Penggunaan Dalam skala yang besar seperti pembangkit listrik Digunakan pada skala yang kecil seperti mobil (dinamo mobil)
Bentuk Ukuran Bentuk Ukuran generator biasanya besar, tergantung penggunaan genset termasuk generator yang kecil Bentuk ukuran Alternator kecil, alternator biasanya juga terdapat di dalam genset
Kumparan Pada generator magnet kumparan bergerak saat menyala Pada dinamo magnet, kumparan diam saat menyala
Tegangan Putaran rendah, tegangan yang dihasilkan tetap kecil Putaran rendah sudah bisa menghasilkan tegangan yang cukup

Fungsi dan Cara Kerja Generator

Berikut penjelasan fungsi dan cara kerja generator:

Fungsi Generator dan Contohnya

Dari pengertian mengenai apa itu generator bisa didapat bahwa fungsi generator yaitu bisa mengubah suatu energi mekanik atau gerak menjadi listrik.

Sesuai fungsi generator untuk menghasilkan listrik maka contoh generator yaitu pembangkit listrik, dengan bahan atau sumber tenaga seperti air, matahari, gas alam, gelombang laut, angin, dan lainnya.

Komponen Generator

Generator terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu:

  • Radiator: Bagian yang berfungsi untuk mendinginkan engine dan komponen lainnya agar tidak overheat.
  • Engine: Sumber energi mekanik yang menggerakkan rotor generator.
  • Alternator: Komponen yang menghasilkan arus listrik melalui induksi elektromagnetik.
  • Skid/Frame: Rangka atau basis yang menopang seluruh komponen generator, memberikan stabilitas dan dukungan struktural.
  • Baterai: Menyediakan daya awal untuk menghidupkan engine dan menyimpan listrik untuk penggunaan darurat.
  • Filter Oli: Menyaring kotoran dari oli mesin untuk memastikan engine bekerja dengan efisien dan mengurangi keausan.
  • Panel Kontrol: Sistem kontrol yang mengatur operasi generator, termasuk start/stop, monitoring, dan proteksi.
  • Filter Udara: Menyaring udara yang masuk ke engine untuk mencegah partikel kotoran masuk dan merusak mesin.

Untuk mengetahui lebih lengkap, Anda dapat membaca artikel berjudul 15 Komponen Genset beserta Fungsinya

Cara Kerja Generator dan Komponennya

Cara Kerja Generator

Cara kerja generator dapat dijelaskan melalui langkah-langkah berikut:

  • Energi Mekanik: Sumber energi mekanik, seperti mesin diesel, digunakan untuk memutar rotor generator.
  • Pembentukan Medan Magnet: Rotor yang berputar menghasilkan medan magnet yang kuat.
  • Induksi Elektromagnetik: Ketika rotor berputar, medan magnet yang dihasilkan melintasi kumparan pada stator, menginduksi arus listrik di dalam kumparan tersebut.
  • Konversi Arus:
    • Pada generator AC, arus bolak-balik dihasilkan langsung dan dapat diubah menjadi arus searah menggunakan dioda jika diperlukan.
    • Pada generator DC, komutator mengubah arus bolak-balik yang dihasilkan menjadi arus searah.
  • Regulasi Tegangan: Regulator tegangan memastikan bahwa tegangan output tetap stabil dan sesuai dengan kebutuhan beban listrik.
  • Distribusi Listrik: Arus listrik yang dihasilkan kemudian didistribusikan ke sistem kelistrikan untuk digunakan sesuai kebutuhan.

Fungsi dan Cara Kerja Alternator

Berikut penjelasan fungsi dan cara kerja Alternator:

Fungsi Alternator dan Contohnya

Fungsi Alternator adalah sebagai pengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Alternator dapat bekerja ketika mesin dihidupkan dan ketika mesin mati maka tidak bisa berfungsi lagi. Secara umum disebut juga sebagai sumber daya listrik yang memang bisa digunakan pada mesin dan bentuk alternator biasanya lebih kecil dari generator sehingga biasa disebut dinamo.

Contoh alternator adalah dinamo mobil, dinamo genset.

Komponen Alternator

  • Rotor: Fungsi komponen alternator ini sebagai pembangkit medan magnet yang berputar di dalam stator. Rotor biasanya terdiri dari rangkaian magnet permanen atau elektromagnet.
  • Stator: Komponen ini berfungsi sebagai pembangkit arus listrik bolak-balik (AC). Stator terdiri dari rangkaian kumparan kawat yang terpasang di sekitar rotor.
  • Rectifier: Komponen ini berfungsi untuk mengubah arus listrik AC menjadi arus listrik searah (DC). Rectifier terdiri dari beberapa dioda yang terpasang pada sebuah papan sirkuit.
  • Regulator: Komponen ini berfungsi untuk memastikan bahwa tegangan output dari alternator selalu sesuai dengan kebutuhan listrik yang diperlukan. Regulator dapat berupa perangkat elektronik atau mekanik.

Cara Kerja Alternator

  • Saat rotor diputar, medan magnet yang dihasilkan oleh rotor juga berputar mengelilingi stator.
  • Medan magnet yang berputar ini menyebabkan arus listrik AC terinduksi pada kumparan-kumparan stator.
  • Arus listrik AC yang dihasilkan oleh stator kemudian dialirkan ke rectifier.
  • Diode pada rectifier mengubah arus listrik AC menjadi arus listrik DC.
  • Regulator mengatur jumlah arus listrik DC yang dihasilkan oleh alternator, sehingga tegangan output dari alternator selalu sesuai dengan kebutuhan listrik yang diperlukan.
  • Arus listrik DC yang dihasilkan oleh alternator kemudian dialirkan ke baterai atau ke beban listrik lainnya untuk digunakan.

Alternator diperkenalkan pertama kali yaitu sekitar tahun 1967 namun masih tidak sepopuler generator. Jika digunakan pada pembangkit listrik maka akan digerakkan oleh turbin uap atau turbo alternator.

Dari penjelasan sekilas tersebut, Anda sudah pasti dapat memahami tentang apa saja perbedaan generator dan alternator ataupun perbedaan dinamo dan generator. Tidak heran jika ada banyak orang menganggap jika keduanya adalah sama-sama pembangkit listrik.

Untuk mengetahui lebih mendalam tentang hal ini tidak ada salahnya mempelajari perbedaan secara umum. Agar Anda tidak lagi kesulitan membedakan apa fungsi sebenarnya dari alternator maupun generator.

Penggunaan Generator Maupun Alternator dalam Kehidupan Sehari-Hari

alternator mobil

Agar lebih mudah memahami tentang perbedaan generator dan alternator maka lebih baik langsung pada contohnya. Misalnya contoh pada penggunaan sehari-hari sehingga ada gambaran detail tentang apa saja perbedaannya.

Generator listrik yang bergerak contohnya berasal dari kincir angin yang berputar sehingga menjadi pembangkit listrik tenaga angin. Sedangkan pembangkit listrik tenaga air biasanya memanfaatkan generator karena adanya energi air.

Sementara itu ada juga pemanfaatan bahan bakar dari diesel karena adanya proses pembakaran bahan bakar. Jika Anda melihat adanya diesel yang mampu menghasilkan energi listrik itulah contoh penggunaan generator.

Pada intinya fungsi generator yaitu mampu membuat energi listrik yang ada tidak mudah habis. Dengan cara memanfaatkan berbagai sumber energi dari air, angin, bahan bakar diesel dan masih banyak lainnya salah satunya pada kapal. untuk mengetahui lebih lanjut, Anda dapat membaca artikel berjudul Fungsi Utama Genset (Generator Set) Untuk Aplikasi di Kapal.

Sedangkan penggunaan alternator biasanya lebih sederhana yaitu pada mesin kendaraan bermotor maupun mobil. Biasanya melakukan pengecasan pada baterai dan mengalirkan arus listrik ke aksesoris kendaraan seperti contohnya lampu.

Pemanfaatan alternator mobil berfungsi untuk menghasilkan arus listrik bagi semua komponen yang memang membutuhkan listrik. Seperti contoh penggunaan pada lampu mobil, audio, AC dan bahkan bekerja mengisi aki mobil. Sudah sangat jelas jika perbedaan antara kedua mesin ini dari segi penggunaan untuk skala besar dan kecil.

Kesimpulan

  • Perbedaan generator dan alternator sebenarnya alternator adalah generator yang lebih kecil.
  • Di dalam genset ada alternator atau generator (lihat gambar di atas). Alternator genset merupakan komponen penting dalam genset yang berfungsi untuk mengubah energi mekanik dari mesin diesel atau bensin menjadi energi listrik AC. Energi listrik yang dihasilkan oleh alternator kemudian akan disalurkan ke sistem kelistrikan genset dan dapat digunakan untuk memasok listrik pada peralatan yang membutuhkan. Oleh karena itu, alternator menjadi komponen yang sangat vital dalam genset.

Dalam kesimpulannya, meskipun generator dan alternator memiliki fungsi yang sama yaitu menghasilkan listrik, namun cara kerja keduanya berbeda. Pemilihan antara generator dan alternator tergantung pada kebutuhan dan jenis aplikasi yang digunakan.

Rekomendasi Distributor Generator Terpercaya

Setelah memahami berbagai perbedaan dari Generator dan Alternator, inilah saatnya untuk mengambil langkah pasti. Percayakan kebutuhan Genset Anda dengan Intergen Genset yang siap menyediakan solusi terbaik. Kunjungi kami sekarang untuk menemukan produk yang tepat dan dukungan yang tidak tertandingi.

HEAD OFFICE
Jl. Rungkut Industri III no. 45 Surabaya 60293 – Indonesia

Phone:+623199850000
Fax:+623199851477
Email:support@interjaya.com
Facebook:Interjaya Suryamegah
Instagram:Interjaya Suryamegah
Instagram:Intergen Genset

Cara Setting RPM Genset

Banyak orang mencari tahu cara setting RPM genset karena memang RPM sering bermasalah seperti tidak stabil, tidak pas, dan lain sebagainya. Hal tersebut tentu sangat mengganggu kita untuk mengetahui seberapa besar frekuensi tenaga listrik yang telah dihasilkan oleh generator set tersebut.

Sebab dengan adanya RPM ini kita dapat dengan mudah mengetahui apakah tegangan arus listrik yang diciptakan generator setnya stabil atau tidak. Dengan RPMnya itu seseorang juga dapat memutuskan untuk melakukan perawatan atau perbaikan pada generator set yang mereka miliki.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui cara setting RPM genset sehingga RPM tersebut akan selalu berfungsi sebagaimana mestinya dan dapat anda gunakan dengan baik. Anda tentu tidak boleh mengabaikan hal ini karena anda akan sangat rugi jika mengabaikan hal penting ini.

Namun sebelum membahas bagaimana cara penyetingannya, lebih baik jika mengetahui apa itu frekuensi pada genset dan apa itu RPM terlebih dahulu. Dengan mengetahui fungsi hz pada genset anda akan lebih mudah untuk memahami mengapa hal ini sangat penting dan juga lebih memahami tentang pembahasan yang akan dibahas selanjutnya yaitu mengenai bagaimana cara menyettingnya.

Mengenal Frekuensi pada Genset

Genset adalah sebuah pembangkit listrik yang digerakkan oleh mesin diesel untuk memutar generator. Instrumen yang terdapat pada panel generator diantaranya Volt, Ampere, dan Hz (frekuensi).

Voltase / Volt adalah tegangan listrik, semakin besar beda potensinya, maka semakin besar pula tegangannya. Jika tidak ada perbedaan potensi, listrik tidak akan mengalir. Ampere adalah satuan arus listrik dimana arus listrik adalah jumlah elektron yang lewat pada suatu titik pada rangkaian listrik dalam suatu periode waktu tertentu.

Frekuensi atau hz adalah jumlah kejadian pada suatu periode waktu tertentu. Satuan ini menunjukkan seberapa besar arus listrik berbolak-baik dalam periode waktu tertentu.

Pada genset, frekuensi listrik terkait langsung dengan jumlah putaran mesin. Sebenarnya juga terkait dengan jumlah kutub di dalam generator, namun jumlah kutub itu biasanya sudah standard, sehingga akhirnya kita hanya memperhatikan putaran mesinnya saja.

Jika frekuensi listrik terlalu besar, Anda bisa coba untuk menstabilkannya dengan cara menurunkan hz pada generator.

Apa Itu RPM Pada Genset?

Sebelum mengetahui cara setting RPM genset, anda perlu mengetahui hal ini terlebih dahulu. RPM sendiri merupakan kependekan atau singkatan dari Revolution Per Minute. Satuan ini pada umumnya dipakai untuk mengetahui frekuensi tegangan. Pada mesin generator set sendiri, RPM ini memiliki pengaruh yang sangat besar.

Pengaruhnya tersebut yaitu pada frekuensi tegangan listrik yang diciptakan oleh alat pembangkit listrik itu sendiri. Mesin generator yang sering dipakai tentu akan membuat tegangan frekuensinya berubah jadi tidak stabil. Hal tersebut terjadi karena kinerja mesin yang jarang dilakukan perawatan. Dampaknya yaitu RPM yang menggerakkan genset menurun.

Penurunan tersebut terjadi tanpa disadari oleh siapa saja. Hal tersebut juga biasanya ditunjukkan dengan penurunan Hz (Hertz) pada generator. Karena kedua komponen tersebut memang saling terhubung di dalam setelan frekuensi. Maka dari itu, penting untuk melakukan penyetingan dengan tepat agar generator tersebut tetap stabil.

Terkadang nilai RPM yang tidak berada di posisi standar adalah penyebab kerusakan pada genset. Perubahan nilai RPM dapat mempengaruhi stabilitas output dari genset itu sendiri.

Kadang turunnya nilai RPM disebabkan karena pemakaian dalam jangka waktu lama dan tidak disadari. Maka dari itu, penting untuk tahu cara mengecek dan juga mempelajari cara settingnya agar lebih mudah menjaga genset atau alat elektronik dari kerusakan yang tidak diinginkan.

Begini Cara Setting RPM Genset

Melakukan penyetingan RPM dalam mesin generator set memang sangat penting, hal ini penting dilakukan supaya perputaran mesin penggerak generator juga listrik yang diciptakan oleh generator itu bisa stabil pada tegangan 220 voltage. Melihat hal tersebut, penting untuk memulai penyetingan pada beberapa komponennya supaya Hz serta Frekuensi tegangan listrik stabil.

Cara mensetting Hz pada generator set adalah dengan cara menyetting baut stasioner yang ada di karburator. Lalu pakai Hz parameter untuk mengetahui hasilnya. Besaran Hz standar untuk generator set yaitu sebesar 50/60 Hertz. Apabila kurang dari 50 Hertz atau lebih dari 60 Hertz maka perlu untuk disetting ulang.

Apabila besarannya dibawah 50 Hertz maka putar baut stasionernya ke arah kanan, tetapi jika di atas 60 Hertz maka putar baut stasionernya ke arah kiri. Tetapi untuk memulai penyetingan di frekuensi tegangan listriknya, anda bisa memulai pengaturan ulang pada settingan baut governor.

Baut tersebut pada dasarnya tersimpan berdekatan dengan tempat penyimpanan bensin lalu ada pir dengan fungsi sebagai stabilizer setelan baut itu. Lalu anda dapat menggunakan multitester yang telah di setel ke ACV 250 volt untuk mengetahui hasilnya. Jika tegangannya kurang atau lebih dari 220 volt maka genset perlu disetting ulang.

Cara setting RPM genset di bagian tegangan listrik adalah dengan memutarkan baut governor pada generatornya itu sendiri. Apabila tegangan listriknya di bawah 220 volt, maka putar baut governor ke arah kanan. Tapi apabila tegangan listriknya di atas 220 volt, maka putar baut governor ke arah kiri sampai tegangannya itu sebesar 220 voltage.

Tetapi jika genset anda memakai AVR, maka penyetingan tegangan listrik itu dapat anda lakukan di AVRnya. Cara untuk menyettingnya adalah dengan memutarkan ke arah kanan dan kiri baut mungil yang ada di AVR generator itu sampai frekuensi tegangannya berada pada angka pas di tegangan 220 voltage.

Hal Penting dalam Setting Genset

Setelah mengetahui betapa pentingnya untuk melakukan penyetingan pada RPM generator set anda, maka anda tentu ingin segera menyettingnya jika memang terdapat suatu masalah atau kerusakan pada tegangan listrik atau juga besaran Hz yang tidak stabil. Namun sebelum melakukan penyetingan, anda perlu memperhatikan beberapa hal penting.

Hal tersebut perlu untuk dilakukan agar penyetingan berhasil dan dapat memberikan dampak yang baik. Sebelum dimulai penyetingan RPM pada generator set anda, akan lebih baik jika generator set tersebut di service lebih dulu terutama pada bagian mesin penggerak. Hal ini penting supaya tenaga dan perputaran mesinnya jadi stabil.

Jika generator set tersebut sudah dilakukan service, maka setelah itu merupakan kesempatan anda untuk mengatur Hz serta frekuensi tegangan listrik. Dengan begitu anda akan mudah untuk melakukan cara setting RPM genset seperti yang kami jelaskan di atas.

Page 9 of 11